Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
perlu bicara


__ADS_3

beberapa jam berlalu Adinda pun beranjak pergi, ia pulang ke rumah dan segera menyambut kedatangan teman nya


sementara Satria di kantor sedang melamun memikirkan sesuatu


"kalau dia pernah menolong istri ku disaat Dinda sedang ingin mengantar teman nya? berarti?? dia berbohong? bukan kah waktu itu dia bilang kalau dia di rumah dan tidak pergi kemana mana?." gumam Satria bingung


di sisi lain,


"tidak ku sangka, wanita yang aku sukai ternyata sudah menjadi milik orang lain, aku pikir dia bisa menggantikan posisi wanita ku sebelum nya, huh Adinda... kau benar benar membuat ku gila." ucap Bryan mengacak rambut nya sendiri


"tuan, anda baik baik saja?." tanya supir


"ah tentu saja, jangan pikirkan aku, setir saja mobil nya dengan benar." pinta Bryan


"baik tuan." jawab supir


di rumah...


"gimana? kangen ya sama suasana di sini?." tanya Adinda pada teman nya itu


"pasti nya sih, oh ya aku juga bawa oleh oleh buat kamu dan anak kamu." sahut teman Adinda


"waaah, ante bawa hadiah nak." gumam Adinda pada Arkan


"nih buat kamu Din, dan ini buat Arkan." ucap teman nya lagi


"waaah bagus banget baju nya, Arkan juga dapet sepatu baru ya dari ante." ucap Adinda


"semoga kamu suka ya sama hadiah nya." ucap teman Adinda


"aku suka banget, makasih ya udah repot repot bawain semua ini." kata Adinda

__ADS_1


"sama sama Din, by the way suami kamu kemana? ko gak kelihatan?." tanya teman Adinda


"suami ku masih di kantor, nanti sore sudah pulang ko, ada apa? mau kenal ya?." ucap Adinda meledek


"hahaha, aku hanya ingin melihat wajah aslinya, ya walaupun aku sempat mengecek sosial media nya." balas teman Adinda tertawa


"wah ternyata kamu sampai segitu nya ya." kata Adinda


"ya memang, aku juga ingin tahu dengan siapa teman ku menikah, kalau saja waktu itu aku tidak berada di luar negri pasti aku akan datang ke pernikahan kalian." ucap teman Adinda


saat mereka sedang asik berbincang bincang, tiba tiba Satria datang


"lho? Sat? kamu sudah pulang?." tanya Adinda


"pantas saja kamu mau, ternyata wajah nya lebih tampan dari foto foto nya." sahut teman Adinda


"sayang, aku perlu bicara dengan mu, sekarang." kata Satria yang segera menuju kamar


"sebentar ya, aku tinggal dulu." ucap Adinda


"ah begitu, baiklah, hati hati dijalan ya." ucap Adinda


"kau juga, jaga diri baik baik." kata teman Adinda beranjak pergi


Adinda pun segera menuju kamar untuk menemui suami nya


"ada apa meminta ku kemari?." tanya Adinda duduk di tepi ranjang


"sayang, aku mau tanya sesuatu pada mu." ucap Satria menatap istri nya


"sesuatu? apa? tanyakan saja, aku akan menjawab pertanyaan mu." sahut Adinda

__ADS_1


"jika waktu itu kau ditolong oleh laki laki tadi, dan kau bilang kalau kau mengantar teman mu, artinya kau membohongi ku?." ucap Satria


"e- aku, aku..."


"ayo lah, aku cuma minta kau menjawab nya dengan jujur." kata Satria


"maaf, aku memang berbohong waktu itu, tapi aku cuma..."


"sayang, apapun alasan nya aku tetap tidak suka kalau kau berbohong." ucap Satria


"aku minta maaf Sat, tapi aku hanya ingin menolong teman ku, jangan marah ya." sahut Adinda


"tidak apa apa, kali ini aku maafkan, sini." Satria meraih tangan Adinda dan memeluk nya


"jangan berbohong lagi ya." kata Satria


"iya, aku minta maaf." kata Adinda memeluk erat suami nya


suara ketukan pintu pun tiba tiba terdengar, tokk...tok..tok


"maaf ya mama mengganggu kalian, tapi Arkan meminta kemari." kata Tania Anggara


"sini sayang, sama bunda." ucap Adinda menggendong anak nya


"anak ayah tampan ya, sudah makan belum?." tanya Satria


"dahhh, mamm." sahut Arkan


"sudah Satria, anak kamu sudah makan." ucap Tania


"ya sudah ma, biarkan Arkan disini bersama kita, mama boleh kembali ke kamar." kata Satria

__ADS_1


"mama ke kamar dulu ya, dah Arkan nenek ke kamar dulu." kata Tania


"dadaah nenek." sahut Adinda seraya melambaikan tangan Arkan ke arah nenek nya


__ADS_2