Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
Kalung cantik


__ADS_3

Besok pagi, Arkan menghubungi Jeremy untuk menanyakan kabar Adiknya.


Lalu Jeremy memberitahu bahwa Agatha baik-baik saja, bahkan dia mengirim video saat Agatha sedang makan lahap kemarin.


"Bagaimana Adikmu ?." Tanya Adinda.


"Bunda lihat, dia makan dengan baik." Kata Arkan menunjukan video tersebut.


"Syukurlah, Bunda sangat lega melihatnya." Adinda bersyukur karena ternyata Agatha tak kekurangan sedikitpun.


Matanya menyadari kalau kamar yang ditempati putrinya juga layak dan nyaman.


"Kau tidak perlu khawatir lagi sekarang." Ucap Satria pada istrinya.


"Ma, lihat cucumu. Dia baik-baik saja." Kata Adinda.


Tania akhir-akhir ini sedang sakit, tapi dia menyembunyikan rasa sakitnya agar semua orang tidak khawatir.


"Aku senang kalau Agatha baik-baik saja, semoga dia cepat pulang karena aku sangat merindukannya." Kata Tania.


"Nenek bersabar ya, Agatha pasti cepat pulang menemui Nenek." Selina mengusap bahu Tania lembut sekali.


Setelah itu Arkan pergi untuk menghabiskan waktunya dikantor.


"Minggu depan aku diundang ke acara perjamuan, rasanya malas untuk datang." Ia memijit keningnya sendiri.


"Harus dengan cara apa aku membawa Agatha pulang ?." Kelihatannya Arkan sangat frustasi dan tak bisa jauh dari Adiknya.


...


"Sudah berapa hari anak itu tidak pulang, kemana dia ?." Ucap Leonard.


Ia terus menunggu Kakaknya dirumah tapi tak ada tanda-tanda apapun mengenai Greg.


"Apa dia pergi liburan bersama wanita itu ? siapa namanya aku lupa, Agatha ! ya, benar dia. Adik dari laki-laki yang berhasil merebut Rain dari tanganku !." Ia kesal dan hendak mencari tahu Kakaknya.


.


.


.


"Sial ! aku tidak mungkin terus diam disini, Agatha pasti mencariku, dia pasti kecewa karena aku tak ada disampingnya." Greg berteriak memanggil polisi.


"Hei ! berikan aku telepon, aku perlu menghubungi seseorang." Polisi datang lalu memberikan telepon pada Greg.


Ia segera menghubungi Leonard untuk meminta pertolongan.


[ Panggilan terhubung ]


"Siapa kau ?." Ucap Leonard disebrang telepon.


"Ini aku bodoh ! tolong bantu aku, aku terjebak." Leonard terkejut mendengar suara Greg yang gusar.


"Kak ! ini kau ? terjebak ? apa maksudnya ?!." Kata Leonard.


"Keluarga dari wanitaku mengira aku mencelakai putrinya, jadi aku dijebloskan kedalam penjara. Polisi masih menyelidiki kasus ini, tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama. Tolong bantu aku." Pinta Greg.


"Apa ?! kau dipenjara ?!!!." Leonard semakin terkejut lagi, ia cepat-cepat menjawab permintaan Greg.


"Oke baik, aku akan membantumu. Aku akan mengurus semua masalah ini dan membebaskanmu dari dalam sana." Leonard mematikan ponsel.


[ Panggilan berakhir ]


"Keluarga Agatha ?! itu artinya pria itu terlibat dalam kasus ini, benar-benar bedebah ! akan aku hancurkan kalian semua. Beraninya memenjarakan Kakakku." Ia mengepalkan tangan lalu menghubungi seseorang.


"Cari tahu semua masalah yang terjadi pada Kakakku beberapa hari lalu dan siapkan bukti-buktinya." Pinta Leonard.


...


"Nona, Tuan Jeremy meminta anda untuk bersiap." Kata Diandra.


"Bersiap ? untuk apa ?." Tanya Agatha bingung.

__ADS_1


"Tuan bilang kalau dirumah ini tidak ada pakaian wanita, selain pakaian kami. Jadi anda harus pergi belanja bersamanya." Agatha tersenyum kecil.


"Aku bisa meminjam pakaian kalian, kenapa harus belanja ?." Kata Agatha, Diandra bingung kenapa wanita didepannya justru ingin meminjam pakaian pelayan dibandingkan beli bersama Tuannya.


"Aku tidak mengizinkan itu." Wajah Jeremy tiba-tiba muncul dibalik pintu kamar.


"Cepat bersiap, aku tunggu kau diluar." Kata Jeremy.


"Hem baiklah tunggu ya." Agatha pergi mandi kemudian memakai baju yang sama lagi.


Diluar kamar,


"Tuan, mobilnya sudah siap." Kata supir.


"Terimakasih, kau tidak perlu ikut. Aku akan menyetir sendiri." Perintah Jeremy segera dianggukkan oleh supirnya.


"Jeremy, aku sudah siap." Menoleh ke belakang melihat Agatha masih memakai baju yang kemarin.


"Kalau hanya satu baju, aku punya." Jeremy meminta pelayan mengambilkan pakaian wanita yang tergantung rapih dikamarnya.


"Ini Tuan bajunya." Pelayan menyodorkan dress cantik.


"K-kau menyimpan pakaian wanita ?." Agatha terkejut.


"Ini milik saudaraku, dia sengaja meninggalkan bajunya agar aku terus mengingat dia." Jeremy tertawa kecil.


"Ah begitu ya, aku pikir ini milik wanitamu. Tapi kau belum punya wanita kan ?." Pertanyaan Agatha membuatnya diam. Semua pelayan juga terdiam.


"Eh, aku salah bicara ya. Maaf." Agatha benar-benar keceplosan.


"Tidak masalah, ayo ganti dulu bajumu setelah itu kita berangkat." Jeremy mempersilahkan Agatha berganti pakaian.


Di mall, Agatha menggenggam tangan Jeremy seperti Kakaknya.


"Tidak apa-apa kan ?." Agatha mengangkat tangan mereka dan menunjukkan pada Jeremy.


"Tidak apa-apa. Hari ini kau boleh memilih apapun sepuasnya." Kata Jeremy.


"Haha, tidak, tidak perlu begitu. Aku hanya membutuhkan baju, jadi akan aku beli sesuai yang aku butuhkan." Jawab Agatha.



"Mau apa kesini ?." Kata Agatha bingung.


"Menurutmu ini bagaimana ?." Tanya Jeremy.


"Ini bagus, pasti kau benar-benar sudah memiliki pasangan ya ? dan ini untuk wanitamu." Agatha tertawa kecil.


"Aku akan membelinya untuk pasanganku." Jeremy tersenyum.


"Tolong ambilkan kalung itu." Jeremy meminta pada penjaga toko perhiasan tersebut.


"Ini kalungnya Tuan." Jeremy memberikan sebuah kartu untuk membayar.


"Kau bilang ini bagus kan ?." Agatha mengangguk.


"Kalau begitu berputar." Permintaan Jeremy membuat Agatha bingung.


"Apa maksudmu ?." Jeremy segera membalikkan tubuh Agatha dan langsung memakaikan kalungnya.


"J-jeremy, apa yang kau lakukan ?." Agatha gugup.


"Aku membelikan ini untukmu." Ia segera memandangi Agatha dengan kalung itu.


"Benar-benar bagus ! kau terlihat lebih cantik memakai kalung ini." Setelah membayar mereka pun keluar dan kembali mencari pakaian.


"Bukannya kau bilang akan membelikan ini untuk pasanganmu ?." Kata Agatha.


"Hei, aku hanya bergurau saja." Jeremy tertawa.


Agatha tiba-tiba saja mengeluarkan ponsel yang diberikan Jeremy, kemudian memfoto dirinya sendiri.


"Aku akan post foto ini di Instagram." Ucap Agatha tersenyum kecil.

__ADS_1


"Apa kau tidak tertarik untuk foto bersamaku ?." Jeremy sangat percaya diri.


"Haha, kau mau juga ? mari kita foto." Mereka berdua berfoto selfi dengan manis.


"Jangan post foto itu di Instagram." Jeremy melarang Agatha untuk memposting foto bersamanya.


"Kenapa ?." Agatha bingung.


"Tidak apa-apa, aku hanya malu." Mendengar itu Agatha menutup mulutnya menahan tawa.


"Baiklah, akan ku simpan digaleri saja." Ia akhirnya hanya memosting foto sendiri dengan caption 'Hari yang menyenangkan, orang baik membelikan aku kalung cantik.'


Ditempat lain, Leonard terus memantau sosial media milik Agatha. Hanya karena ingin mengetahui dimana posisinya.


"Wanita ini ? dia sedang berada di mall ?." Ucap Leonard, dirinya memperhatikan sekeliling background Agatha.


"Aku tahu dimana tempatnya." Sesegera mungkin Leonard pergi menyusul tempat yang sedang didatangi Agatha.


..


"Jeremy lihat, ini bagus tidak ?." Agatha menunjukkan sebuah dress berwarna merah maroon.


"Bagus, kau tampak seperti wanita pemberani jika memakai warna itu." Jeremy membuat anak itu tersenyum.


"Aku beli yang ini saja." Kata Agatha.


"Apa ? hanya satu ? yang benar saja." Jeremy mengambil dress tersebut dari tangan Agatha dan membantunya mencari lebih banyak lagi.


"Aku kan hanya tinggal sementara dirumahmu, bukan selamanya." Ucap Agatha mengingatkan.


"Selamanya juga tak apa." Jeremy sibuk mencari warna pakaian yang cocok untuk wanita dibelakangnya.


Waktu sedang sibuk mencocokkan, tiba-tiba saja ponsel Jeremy berdering.


"Agatha, tunggu sebentar ya. Aku harus angkat telepon." Jeremy menjauh dari tempat pakaian dan mengangkat ponselnya.


[ Panggilan terhubung ]


"Sayang, kau dimana ? aku ada dikantormu." Marry menanyakan keberadaan Jeremy.


"Aku sedang diluar, saudaraku datang secara mendadak dan meminta aku untuk menemaninya jalan-jalan." Kata Jeremy.


"Maksudmu Vhera ?." Kata Marry terkejut.


"Ya siapa lagi." Mendengar itu Marry segera mengoceh panjang lebar.


"Kenapa tidak katakan dari awal padaku ?! aku kan bisa menemaninya juga, kami sangat dekat." Kata Marry.


"Tidak perlu, moodnya sedang buruk saat datang tadi jadi dia tidak mau diganggu dulu."


***


"Sepertinya Jeremy masih lama menerima telepon, aku tinggal sebentar ke toilet saja." Agatha pergi mencari toilet paling dekat.


Lalu saat keluar dari toilet, seseorang menarik tangannya hingga menutup mulut Agatha. Berjaga-jaga kalau saja anak itu menjerit.


"Emmm !." Agatha benar-benar terkejut.


"Wanita sialan ! lihat wajahku ?!." Suara Leonard membuatnya ketakutan.


"Kalau kau berteriak aku pastikan kepalamu membentur tembok ini." Ucap Leonard lagi, mereka sedang berada disebelah toilet yang keadaannya memang terbilang sepi.


"Kau mau apa ?!." Agatha menatap Leonard begitu mengerikan.


"Beritahu pada keluargamu untuk membebaskan Greg ! Atau aku akan.."


"Membebaskan ? apa maksudmu ?!." Tanya Agatha.


"Kau lupa atau pura-pura ?." Leonard kesal.


"Aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan." Agatha tak berani bergerak sedikitpun.


"Greg dipenjara karena kau !!!! dia dituduh mencelakaimu !." Pria itu menekankan.

__ADS_1


"A-apa ?!!." Agatha terkejut, dia sangat syok mendengar ucapan Leonard.


"Sekarang cepat katakan pada keluargamu atau aku akan membunuhmu !!."


__ADS_2