
sampai nya di cafe, Adinda mencari cari keberadaan Reno
"ada apa nyuruh aku kesini? langsung to the point ya, aku ga suka laki laki yang banyak basa basi." ucap Adinda dihadapan Reno
Reno melihat Adinda dengan tatapan kaget, kedua matanya melirik Adinda dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"i-ini kamu Din?." tanya Reno tak percaya
"iya, ayo cepat ngomong maksud kamu apa nyuruh aku kesini." tanya Adinda
"kamu cantik banget, aku pangling liat nya." balas Reno
Adinda hanya membuang muka nya den mendengus kesal
"duduk dulu, aku pesanin kamu makanan?." ucap Reno
"Reno?! jangan main main ya, sekarang juga kasih tau aku apa urusan kamu, kalo engga aku pergi." Adinda mulai membalikan badan nya
dengan cepat Reno menahan Adinda dan memaksa nya duduk
"duduk dulu, kan aku udah bilang." ucap Reno
"makan ya?." pinta Reno
"enggak, aku kesini bukan mau makan, tapi aku mau kamu ngomong sekarang juga." balas Adinda
"ya udah kalo kamu ga mau makan, kamu temani aku makan." Reno segera memanggil pelayan dan memesan makanan
astaga.. kenapa sih dia tuh dari dulu ga berubah sama sekali, masih aja ngulur waktu. batin Adinda
waktu Reno sedang menyantap makanan nya, ponsel Adinda berdering, detik itu juga pikiran Adinda mulai kacau
duh Satria hubungin aku lagi, gimana ya kalo dia tau aku lagi diluar nemuin Reno?. pikir Adinda
"bentar ya, aku angkat telfon dulu." ucap Adinda
Reno hanya mengangguk dan menatap nya dengan rasa penasaran
"angkat telfon aja harus ngejauh dari aku." gumam Reno
"halo?." ucap Adinda
__ADS_1
"halo sayang, kamu udah bangun?." tanya Satria
"mmm udah kok, kamu tadi cepet banget berangkat nya sampe ga bangunin aku." balas Adinda
"iya aku liat kamu tidur pulas banget, pasti abis jaga Arkan semalaman kan, kamu udah makan?." tanya suaminya
"ah iya belum, nanti aku makan ko." ucap Adinda
"makan sama aku ya, nanti kamu kesini sama pak Rahman, atau mau aku jemput?." ucap Satria
"e-iya nanti aku ke sana." jawab Adinda
"kamu lagi dimana sayang? ko kaya rame banget gitu ya?." kata Satria
"a- aku lagi di.."
"Din? udah belum? ko lama banget? ayo temani aku makan lagi." ucap Reno yang tiba tiba datang
"sayang? suara siapa barusan? kenapa kaya suara laki laki?." tanya Satria curiga
"i-itu suara te.."
"Adinda? ayo temani aku lanjut makan lagi." pinta Reno
Adinda diam membeku, tak tahu harus bicara apa dengan keduanya
"Adinda?! kamu denger kan aku ngomong apa? itu siapa?! dan dimana kamu?." Satria mulai meninggikan suaranya
"a-aku lagi di lu..."
Satria mematikan panggilan nya dan melacak keberadaan istrinya
ternyata kamu ga di rumah. batin Satria
Satria langsung keluar dari ruangan nya dengan wajah kesal dan menuju parkiran mobil, tak lama ia menaiki mobil tersebut dan melaju dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai dilokasi istrinya
sesampainya di cafe Satria masuk, ia melihat Adinda sedang berdiri di dekat meja laki laki
"sedang apa kamu disini?." tanya Satria sedikit dingin
"Sa-Satria? sejak kapan kamu disini?." Adinda terkejut, kini ia merasa sangat takut jika suaminya marah
__ADS_1
"jawab." ucap Satria
"Adinda? dia siapa?." tanya Reno
Satria menatap Reno dengan tatapan tajam seperti ingin menghabisi nya detik itu juga
"dia Reno, teman ku dulu." balas Adinda menunduk
Satria memandangi Adinda dengan tatapan marah dan juga bertanya tanya
"untuk apa kau bertemu dengan nya? kalian punya hubungan?." kata Satria
"oh tentu saja, aku sudah lama mencintai Adinda, tapi aku kehilangan informasi tentang nya, dan baru menemukan sekarang." sahut Reno lantang
tidak menunggu waktu, Satria meninju laki laki di hadapan nya dengan sangat keras.
"Satria?!." sebut Adinda
"apa apaan kamu?!." balas Reno
"anda bilang apa barusan? anda mencintai Adinda?!!!." tanya Satria dengan wajah merah padam
"iya, memang kau ada hak apa? main pukul orang sembarangan?!." ucap Reno
"dengar?! anda tidak seharusnya mengatakan cinta pada wanita ini!." balas Satria
keributan itu mulai menarik seluruh perhatian pengunjung..
"aku berhak mengatakan nya!!! dan kau?! kau tidak berhak melarang ku." kata Reno
sekali lagi Satria memukul wajah kiri Reno lebih keras dari sebelum nya, Reno kesal dan mulai membalas perlakuan Satria tapi Satria menangkis tinjuan itu dan menarik kerah baju nya
"Satria sudah cukup!." ucap Adinda
"jangan pernah katakan cinta pada wanita ini!!!!." balas Satria kemudian mendorong Reno hingga terpental
Satria menarik Adinda kebelakang nya
"********!." Reno kesal dan kembali ingin meninju Satria tapi tetap tidak berhasil
"kau bukan apa apa jika ingin melawan ku, lebih baik tinggalkan cafe ini!." pinta Satria pada Reno
__ADS_1