Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kembali ke rumah Anggara


__ADS_3

"cukup sayang, aku tidak bisa seperti ini, aku tidak bisa tanpa kelembutan hati mu." balas Satria


"aku ingin pergi saja, aku muak dengan kalian semua." Adinda melepas semua peralatan rumah sakit dan melangkah pergi, namun Satria menahan nya.


"berhenti! kau tidak boleh pergi dari ku!! kau adalah istriku." ucap Satria


"lepaskan! aku bahkan tidak kenal siapa dirimu ba**ngan!." kata Adinda


"apa kau bilang? tega kau berkata seperti ini pada ku?." balas Satria


Satria sangat kesal dan melepaskan kemarahan itu dengan mengecup bibir istrinya secara brutal.


"emhh lepa...s."


saat Satria ingin menyusup ke dalam mulut sang istri ia melihat sudut bibir Adinda yg ternyata ada bekas luka, jika dari kejauhan itu tidak kelihatan.


Satria menghentikan kecupan itu dan memegang sudut bibir Adinda


"aaw."


"sakit? kenapa?." tanya Satria


wajah Adinda berubah menjadi takut, matanya memerah seperti siap ingin menangis lagi


"sudah, jangan menangis, aku cuma bertanya kenapa sudut bibir mu terluka?." kata Satria lagi


"tolong jangan lakukan lagi." balas Adinda asal


"lakukan apa? apa maksud mu?." Satria semakin bingung dengan perkataan Adinda


"jangan.." tangan Adinda meremas samping baju yg dikenakan nya, ia terlihat takut dan Satria menyadari itu


Satria memeluk Adinda erat, anehnya Adinda merasakan tenang, dan nyaman berada di pelukan pria yg tak dia kenali


kenapa aku merasa sangat nyaman dan terlindungi saat dia memeluk ku?. batin Adinda

__ADS_1


Satria melepas pelukan nya dan mencium kening sang istri


"semoga kau lekas sembuh, agar semuanya kembali normal." ucap Satria


apakah Satria belum menyadari kalau tubuh istrinya penuh dengan noda noda yg Reno berikan?????


seminggu berlalu, susah payah Satria membujuk Adinda dan meyakinkan nya bahwa Satria tidak akan menyakiti nya, pada akhirnya hal itu berhasil membuat Adinda ikut dengan Satria ke kediaman Anggara.


saat mobil Satria baru saja tiba, seluruh pelayan di rumah itu menyambut kehadiran mereka


"selamat datang tuan, nona." kata para pelayan itu


"mereka siapa? memanggil mu tuan? hahahaha lucu sekali ya, dan apa? nona? aku bahkan bukan nona mu." kata Adinda terkekeh


"Ssst diam, ini adalah rumah ku." kata Satria


"ow, ternyata besar ya rumah nya, enak sekali jadi kamu, seperti raja saja, dilayani dan di segani." kata Adinda lagi


Satria hanya menggelengkan kepala nya seraya tertawa kecil, entah kenapa istrinya lucu sekali saat berkata seperti itu.


di dalam, Adinda melihat sekeliling dan mendapati wajahnya dalam foto yg banyak terpajang disana.


"apakah ini aku?." gumam Adinda


"ah tidak mungkin, bisa saja ini hanya mirip, eh tapi jika itu mirip berarti aku memiliki saudara kembar, mungkin kah saudara kembar ku adalah istri nya laki laki ini? tapi kemana dia?." gumam Adinda lagi yang ternyata didengar oleh suaminya, Satria tertawa


"hei, ini adalah kamu, kau tidak memiliki saudara kembar sayang." kata Satria mengelus kepala istrinya


"aku? jadi ini aku????." tanya Adinda


"iyaa ini kamu, kan sudah aku jelaskan bahwa kau adalah istri ku, tapi kau tidak pernah percaya." jelas Satria


"jadi benar aku adalah istri mu?." tanya Adinda lagi


"iya kau adalah istriku sayang."

__ADS_1


"coba tebak kalau kamu memang suami ku berapa umur ku?." kata Adinda


"umur m.."


"sebentar, aku bahkan tidak ingat berapa umur ku." sontak ucapan Adinda membuat Satria tertawa lagi


"jangan tertawa-_- ini tidak lucu, cepat beritahu aku berapa umur ku sekarang???." kata Adinda


"mau tau berapa umur mu?." tanya Satria


Adinda mengangguk


"48." kata Satria berbisik ke telinga istrinya sebelum akhirnya dia berlari menjauhi Adinda


"48? apa aku setua itu? heiii!!! aku masih muda." Adinda mengejar Satria, mengikuti jejaknya sampai tiba mereka di dalam kamar besar


Satria hanya tersenyum sambil duduk menunggu kedatangan nya, namun saat Adinda melangkahkan kaki untuk masuk, kepalanya terasa pusing, ia merasa seperti mengenali kamar ini, dan dia juga merasa pernah melakukan banyak hal disini.


"argghh." Adinda memegangi kepalanya


"sayanggg???? kau kenapa?." tanya Satria yg bangun dari duduknya dan menghampiri Adinda


"kepalaku sakit." ucap Adinda


"ayo, kau tiduran saja, beristirahat, jangan berfikir aneh aneh." Satria membawa Adinda mendekati kasur


dikasur itu Adinda membaringkan tubuhnya dan memejamkan mata, Satria tersenyum dan ingin mencium kening istrinya sekali lagi.


saat wajahnya sudah saling berhadapan, kira kira sedikit lagi Satria berhasil mengecup kening itu, Adinda kembali membuka mata


"hei! jangan macam macam ya." Adinda mencubit hidung Satria, Satria terkejut karena dia pikir Adinda tidak menyadari nya


"ya sayang tenang saja, aku hanya ingin menepuk lalat di kening mu." kata Satria


"menjijikan, rumah sebagus ini bisa ada lalat." Adinda membalikan tubuhnya dan menutup badan nya dengan selimut

__ADS_1


Satria tertawa lagi dan keluar dari kamar itu.


__ADS_2