Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
marahnya Adinda


__ADS_3

kini Adinda sampai di rumah, keadaan benar benar sudah malam, ia membayar taksi dan masuk ke dalam.


di dalam ternyata ada Tania, Tio, Desi dan Arkan, Adinda melihat Arkan menangis kencang sampai semuanya menjadi panik dan khawatir sesuatu terjadi pada Arkan


"Arkan? kenapa? dia kenapa??." tanya Adinda ikut khawatir


"maaf nona tadi sewaktu saya menjaga Arkan tiba tiba saja dia terbangun dan menangis kencang, saya sudah coba berikan dia susu namun tangis nya tak kunjung berhenti, saya khawatir dia sakit, saya cek suhu tubuhnya dan ternyata normal, baru kali ini Arkan seperti sekarang nona." jelas Desi membuat Adinda berfikir sejenak


"iya Dinda, anak kamu dari tadi nangis ga berhenti berhenti, mama dan papa sudah coba gendong tapi tak berubah." jelas Tania


"coba sini berikan pada ku." Adinda mengambil alih Arkan dari Desi dan segera menuju kamar


di dalam kamar tangisan Arkan sudah mulai mereda, Desi tersenyum ketika melihat Arkan mulai menghentikan tangisan nya.


"ya ampun sayang, apa ini ada hubungan nya sama papa kamu? atau cuma perasaan aku aja? kasian kamu nak." Adinda menggendong Arkan sambil mengusap usap pucuk kepalanya, kelihatan nya Arkan sedikit tenang saat berada didekat Adinda


tak lama kemudian Arkan tertidur kembali, dan Adinda pun ikut tertidur disebelahnya.


besok pagi..


Tania datang ke kamar Adinda untuk menanyakan keadaan Arkan semalam


"gimana Arkan? semalam bobo nya nyenyak kan?." kata Tania


"nyenyak ko ma, nih sampe sekarang belum bangun." balas Adinda disertai senyuman kecil


"mama bingung deh kenapa ya Arkan kaya gitu ?? padahal sebelum nya dia ga pernah sebegitu nya kalo nangis." ucap Tania


kalo aja mama tau apa yang Satria lakuin semalam, bisa aja Arkan menangis karena sesuatu terjadi sama papa nya. batin Adinda


"hehe namanya anak kecil ma, kadang emang gitu suka rewel, tapi gapapa kok, Arkan sudah baikan, ga nangis lagi." jawab Adinda


"syukurlah, memang ya anak itu kalo sudah didekap sama bunda nya pasti jadi tenang, dulu Satria waktu kecil kaya gitu lho, selalu nangis dan bisa diam nya sama mama aja, bukan yg lain hahahaha." ucap Tania

__ADS_1


Adinda hanya membalas nya dengan senyuman manis


"Satria belum pulang ya? pasti semalam ada urusan mendadak?? anak itu kalo udah soal kerjaan suka lupa pulang deh." kata Tania lagi


"iya ma belum, mungkin nanti siang, mama udah makan? kalau belum aku siapin." ucap Adinda


"mama sudah kok, kamu ga usah kemana mana, jagain Arkan aja ya, urusan masak biar Desi yg urus, mama takut Arkan nangis lagi." jelas Tania


"ya udah ma aku jaga Arkan ya."


Tania pun pamit keluar kamar dan menuju lantai bawah.


di tempat Satria..


kini dia menginap di hotel hanya untuk tidur semalam, ia bersiap mandi karena berencana untuk membawakan istrinya bunga ketika pulang nanti


setelah Satria bersiap ia segera menuju toko bunga terdekat, dan membeli salah satu bunga di toko tersebut.



1jam kemudian Satria kembali ke rumah, ia di sambut oleh kepala pelayan, dari depan pintu terlihat mama dan papa nya yg sedang bersantai di depan televisi


"siang ma, pa." ucap Satria


"siang sayang, sudah pulang? gimana kerjaan nya?." kata Tania


"aman ko ma, istriku dikamar kan?." kata Satria


"iya, samperin gih." pinta Tania


Satria segera menuju kamar atas dan menemui istrinya.


"selamat siang sayang, aku bawa sesuatu untuk mu." ucap Satria senang seraya memeluk tubuh Adinda dan menyodorkan bunga tersebut ke hadapan istrinya

__ADS_1


"gimana? kamu suka?." tanya Satria


Adinda hanya diam sejenak, dan mencium aroma bunga itu. aroma nya harum, menyejukkan, tapi sayang nya keharuman bunga tersebut tak dapat menutupi mendung nya hati Adinda


mendadak tiba tiba air mata menetes begitu saja, Satria terkejut dan menatap dalam dalam wajah istrinya


"kamu kenapa?? ada apa sayang? aroma bunga nya ga enak ya? bikin kamu sedih kaya gini??? biar aku tutup toko itu sekarang juga." kata Satria


"dari mana kamu?." tanya Adinda dengan wajah datar


"lho, aku abis ada kerjaan sayang, kenapa kamu nanya gitu?." sahut Satria


"aku ga suka dibohongi, apalagi sama suami sendiri." ucap Adinda


"aku ga bohong, aku abis mengurus pekerjaan semalaman." balas Satria kekeh


"se pandai ini kamu bohongin aku? rasanya aku bodoh banget, aku bodoh bisa percaya sama apa yg kamu ucapin, kamu terlalu baik dimata aku, sampai aku ga bisa membedakan." kata Adinda


"maksud kamu apa si Din?." jawab Satria


"aku lupa, aku kehilangan ingatan aku, makanya aku ga tau sifat asli kamu kaya apa, harusnya dari awal aku ga tergiur untuk ikut pulang sama penjahat kaya kamu, aku ga ngerti kenapa perasaan aku bisa dalem banget kaya gini." ucap Adinda


"sayang? kamu kenapa sih???." tanya Satria mencoba menenangkan


"jangan tanya kenapa Sat, aku tau! aku tau semuanya!!." balas Adinda meninggikan nada suara nya


"tau apa?." kata Satria


"semalam kamu datang ke lahan kosong didekat villa, kamu pukuli Reno, dan kamu juga ngarahin senjata kamu ke dia?! aku ga nyangka, ternyata seorang Adinda punya suami jahat kaya kamu!!!." jelas Adinda


"kamu salah paham, aku ga jahat, aku cuma pengen dia hilang dari kehidupan kamu dan aku, aku ga terima dia rusak kamu, aku ga terima kalo sampe kamu ngandung anaknya dia, aku cuma pengen lindungin kamu Din." balas Satria


"enggak gini caranya, kamu ga bisa lindungi aku dengan cara kamu bunuh dia, itu semua ga akan pernah selesaiin masalah, aku kecewa banget sama kamu, dan kamu tau? semalam anak kamu nangis ga berhenti henti karena dia punya firasat ga enak tentang ayah nya!!!!! aku liat semalam kamu dipukul sama Reno, ini kan luka nya?!!." kata Adinda memegang sudut bibir suaminya itu

__ADS_1


"jadi semalam Arkan menangis??? aku ga tau kalo kejadian nya bakal bikin Arkan kaya gini." kata Satria


"makanya aku kasih tau kamu, jangan pernah kamu ulangi kesalahan yang sama lagi, ingat Sat, kamu sudah menikah, kamu ga sendiri lagi, kalo kamu lakuin hal nekat kaya semalam gimana nasib istri sama anak kamu? kamu ga mikirin istri kamu khawatir atau enggak?? atau emang kamu udah ga bisa mikir?????." ucap Adinda emosi


__ADS_2