Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
cup


__ADS_3

setelah langit gelap, Adinda tiba tiba saja tersadar.


"a-aku dimana?." kata Adinda, saat pertanyaan itu terdengar ke telinga Bryan, ia pun menoleh dengan cepat.


"kau sudah sadar?." kata Bryan senang


"B-Bryan?." gumam Adinda seraya memegangi kepala nya yang pusing


"kau masih ingat aku? syukur lah." jawab Bryan


"kenapa aku bisa ada di sini? apa kamu yang menculik ku?!." tanya Adinda


"ah tidak, aku menemukan mu pingsan di rumah sakit, bahkan aku melihat seseorang membawa mu pergi, saat aku melihat mu, dan aku rasa tak salah kalau aku membawa mu kemari." ucap Bryan


"tapi aku harus pulang, suami ku pasti sangat khawatir." ucap Adinda ingin terbangun dari tidur nya tetapi ditahan oleh Bryan


"tidak, sebaiknya kamu tetap di sini, aku akan merawat mu sampai kamu pulih, aku juga sudah hubungi suami mu, dan dia setuju kalau kau di sini." kata Bryan asal


"apa kau yakin kalau suami ku berkata begitu? aku sangat tau suami ku, dia tidak mungkin membiarkan aku tinggal bersama laki laki lain." kata Adinda gelisah, ia segera mencari ponsel nya


"Bryan dimana ponsel ku?!." kata Adinda


"hei, aku sama sekali tidak melihat ponsel mu disini, sejak kamu pingsan, kau tidak membawa ponselnya." kata Bryan


"aku ingin hubungi suami ku, boleh aku pinjam ponsel mu?." tanya Adinda lagi


"ponsel ku sedang lowbat, sebaiknya kamu istirahat, aku pasti akan meminta suami mu datang kemari untuk menjemput mu nanti." kata Bryan


"apa kau sedang membodohi ku Bryan?." gumam Adinda membuat Bryan terkejut


"t-tidak, bukan begitu, aku hanya...." belum sempat menyelesaikan kalimat nya tiba tiba Adinda sudah beranjak berdiri dan ingin pergi, namun karena takut Adinda nekat pulang sendiri, Bryan pun menahan Adinda sampai Adinda hampir saja terjatuh


"aaaagh." Bryan segera menangkap tubuh Adinda dan menggendong nya menuju ranjang kembali


"sudah aku bilang, jangan banyak bergerak, kau harus istirahat." pinta Bryan kemudian mengusap kepala Adinda


semoga saja Bryan benar, suami ku pasti akan datang nanti. gumam Adinda


di sisi lain, Satria terus mencari tentang keberadaan istri nya, ia mengecek seluruh cctv yg berada dijalan terdekat pada rumah sakit itu, berkali kali ia berusaha untuk mendapatkan jejak sedikit saja, namun sayang semuanya nihil.


Satria pun memilih untuk kembali pulang karena dirinya sudah merasa lelah, dia sedari tadi hanya fokus mencari Adinda tanpa mementingkan isi perut nya.


"lama lama aku bisa gila jika harus memikirkan masalah yang sama, kenapa selalu istri ku?! bukan kah banyak wanita lain di luar sana?! dasar sialan!." gumam Satria


SEMINGGU KEMUDIAN..


keadaan Adinda sudah jauh lebih baik dari pada sebelum nya, ia mulai berkeliaran di sekitar kamar dan keluar untuk mengambil segelas air karena tidak mau merepotkan orang orang yang ada di sana.


"kenapa sudah seminggu ini mas Satria belum juga datang? apakah sesuatu terjadi pada dirinya? ya tuhan, lindungi suamiku di mana pun ia berada." kata Adinda, tiba tiba ia melihat ponsel tergeletak di atas meja dan berinisiatif untuk menelfon suami nya.


"untung saja aku hafal nomor suami ku, aku harus memberi nya kabar." ucap Adinda, kebetulan Bryan sedang tidak di rumah karena banyak pekerjaan yang harus di urus.


tutt...tutt


"halo?." gumam Satria

__ADS_1


"hal...tut." tiba tiba saja pulsa dalam ponsel tersebut habis, rasa kecewa kini menyelimuti hati Adinda.


"apa aku harus terus terusan terjebak di dalam rumah ini? mas, aku rindu sama kamu." keluh Adinda dengan wajah sedih


..


"lho?! kenapa tiba tiba mati? apa sinyal nya hilang? ah tapi sinyal ku bagus, apa aku harus hubungi dia? siapa tau ada yang penting tentang pekerjaan atau bahkan istri ku?." gumam Satria, kini ia ingin menghubungi kembali nomor yang tadi sempat menelfon nya, tetapi Tania Anggara mendadak masuk ke dalam kamar putra nya


"Satria? maaf kalau mama mengganggu, bagaimana? apakah sudah ada kabar tentang Adinda? ayo nak, tolong bergerak cepat untuk istri mu, mama takut sekali dia kenapa kenapa diluar sana, mama takut dia kelaparan, atau bahkan ketakutan karena sendiri." kata Tania cemas


"mama sabar ya, aku pasti cari istriku." jawab Satria


"cepat ya nak, kita harus tau dimana dia sekarang, Adinda adalah perempuan yang cantik, bagaimana kalau para penjahat mencoba untuk macam macam padanya." ucap Tania


"jangan membuat ku semakin khawatir ma, aku sudah berusaha keras mencari nya, tetapi cctv di jalan tidak membuahkan hasil apa apa." kata Satria


"kamu jangan lupa makan, mama perhatikan makan mu jadi tidak teratur semenjak Adinda hilang." kata Tania


"entah lah ma, nafsu makan ku sudah sangat berkurang, rasanya berbeda saat istriku ada disini." ucap Satria


"ya sudah, mama keluar dulu, ingat makan ya." kata Tania berlalu pergi


"huh! kenapa banyak sekali cobaan yang menghantam rumah tangga ku? apa aku dan Adinda tidak pantas bahagia? baru saja merasakan senang, sudah diberikan lagi cobaan." kata Satria menggaruk kepala nya yang tak gatal


..


"mas, tolong telfon aku sekali saja, hubungi nomor ini lagi, aku sangat merindukan mu." gumam Adinda


"ayo mas, aku yakin kamu pasti akan menghubungi ku lagi." kata Adinda terus menaruh harapan kepada suaminya


"sudah ku duga, mas pasti menghubungi ku lagi." kata Adinda tersenyum


"halo? apakah ada hal penting yang ingin anda katakan? sinyal anda mungkin buruk sehingga telfon nya mati." ucap Satria


"m-mas?." sebut Adinda, matanya berbinar saat bisa menyebutkan kata mas lagi terhadap suami nya


"A-adinda?!!!!! sayang?! ini kamu?!! ini beneran kamuuu?!!." tanya Satria tidak percaya


"ini aku mas, aku istri kamu." sahut Adinda


"astaga, mas cari kamu kemana mana sayang, syukurlah kamu beri kabar kepada mas." jawab Satria


"seminggu lebih, kenapa kamu ga jemput aku? bukan kah Bryan udah beritahu kalau aku ada di sini?." tanya Adinda justru membuat suami nya terkejut


"Bryan?! siapa dia? aku sama sekali tidak menerima kabar apapun tentang kamu Din." ucap Satria


"t-tapi Bryan bilang kalau..."


"sekarang kirimkan lokasi kamu, aku jemput kamu sekarang juga, kalau sudah di rumah baru ceritakan semuanya." kata Satria


Adinda pun segera mengirimkan lokasi tempat dimana dia berada, hal itu tepat sekali dengan kedatangan Bryan yang tiba tiba.


"Adinda?! kamu sedang apa?!." tanya Bryan, seketika Adinda langsung menampar pipi nya.


PLAKKKK!!!!!

__ADS_1


"tega kamu Bryan bohongin aku dengan semua kata kata manis kamu!!!." ucap Adinda kesal


"a-apa maksud kamu?." kata Bryan


"jangan pura pura tidak tahu! aku sudah hubungi suami ku dan ternyata kamu tidak memberitahu dia soal aku!!! jahat!." kata Adinda


"aku tidak bermaksud untuk jahat pada mu Din, aku hanya...."


"hanya apa?!!!!! hanya ingin menculik ku?!!!! atau jangan jangan kamu orang yang telah menyuruh penjahat itu menyakiti aku?!!!." kata Adinda dengan nada keras kemudian beranjak pergi


"Din! Adinda?! dengerin pembicaraan aku dulu, aku gaada maksud nyakitin kamu, bahkan aku bukan orang yang menyuruh preman itu untuk culik kamu! Adindaaa!!!!." teriak Bryan seraya mengejar Adinda, kemudian ia menarik tangan Adinda dan tak sengaja mencium kening nya


disaat itu juga, Satria datang dan melihat kejadian tersebut.


"BRENGSEK!!!!!." Satria segera meninju wajah Bryan dengan amarah yang meledak ledak


"mas Satria!!." kata Adinda


"berani kamu kurang ajar sama istri saya!." ucap Satria


"Bryan?!!!." ucap Tari berlari membantu Bryan


"kamu wanita nya?! kalau iya kenapa bisa membiarkan laki laki bejat ini mencium kening istriku?!!! nyonya muda Anggara!!!!." kata Satria


"mas sudah, hentikan mas." ucap Adinda menarik tangan suami nya


"jangan pernah ganggu istri ku lagi atau aku akan habisi keluarga kalian!." ancam Satria berlalu pergi, Adinda segera mengejar nya dan menahan Satria


"mas?! kamu kenapa sih? a-aku gaada maksud apa apa ko sama dia." ucap Adinda


"sudahlah Din, mas gamood bicara sama kamu." kata Satria, lalu Adinda menghentikan langkah nya, sementara Satria sudah hampir memasuki mobil, tetapi saat menoleh ia sadar kalau istri nya tidak mengejar nya


"benar benar!." gumam Satria memutar balik menyusul Adinda


"aku yakin pasti kamu balik lagi kesini." kata Adinda


"ayo pulang, atau kau mau tinggal dengan laki laki itu?." ujar Satria dengan nada tak suka


"maafin aku mas, aku berani sumpah kalau dia tidak sengaja melakukan itu." ucap Adinda lagi


"mau pulang? atau mas tinggal?." sahut Satria


"maaas.. mas sayang kan sama aku? aku tau pasti mas kangen, mas yakin mau tinggalin aku disini? mas gamau habisin malam berdua sama aku di kamar?." tanya Adinda merayu suami nya


"mau merayu? tidak mempan." kata Satria dengan wajah yang pura pura datar, padahal hati nya sangat senang


"ya sudah kalau tidak mempan, silahkan mas pergi saja, aku akan bermalam lagi di dalam rumah ini." ucap Adinda ingin berbalik badan, lalu Satria memeluk nya dengan sangat kencang


"hahahaha, aku tahu kamu tidak akan bisa lepas dari rayuan ku mas." Kata Adinda


"mas ga terima kening kamu dicium sama laki laki itu!!!." kata Satria


"oke kalau gitu mas usap kening aku dan ganti dengan ciuman mas." ucap Adinda yg segera dilakukan oleh suami nya


"cup😘."

__ADS_1


"gimana mas? udah lega kan rasanya? yuk pulang." ucap Adinda


__ADS_2