Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kekhawatiran


__ADS_3

"keterlaluan!!!!." Adinda ingin sekali menjambak rambut wanita itu namun ia takut jika suaminya kembali melihat dan tambah membenci sikap nya


Adinda pun akhirnya pergi memasuki rumah tanpa berkata apa apa lagi, kali ini Wina terlihat sangat puas dengan kemenangan nya


"hahaha, lain kali akan aku tunjukan cara yg lain untuk menjatuhkan mu." ucap Wina kemudian pergi


di kamar,,


"aaaaaarrgggggh!!!!!!." Adinda melempar semua bantal yg ada di ranjang tidur nya lalu tanpa sengaja bantal itu mengenai wajah suami nya yg baru saja keluar dari kamar mandi


"hei!!! hentikan kebodohan mu!!!." ucap Satria membuat Adinda diam membisu


"cepat hilang kan sikap jelek mu itu! atau aku akan..."


"akan apa?!!! hah? atau kau akan menampar ku? iyaaaa?! ayo tampar aku sekarang!!!! tampar!!!!." ucap Adinda membentak


Satria mulai mengangkat tangan nya seolah siap untuk menampar detik itu juga, namun Arkan datang dengan merembet ke dinding dinding kamar Satria sehingga Satria kembali menurunkan tangan nya


"kenapa?! kenapa berhenti?!!!." ucap Adinda


"minggir, aku tak punya waktu untuk meladeni mu!." Satria menyingkirkan Adinda dari hadapan nya dan menghampiri Arkan


"jagoan ayah, kamu kenapa bisa disini sayang?." ucap Satria pada putra kecil nya


"uh huuu." kata Arkan

__ADS_1


di luar terdapat Tio Anggara yg sempat mengantar Arkan sampai depan pintu kamar Satria, ia tau jika Satria sedang semarah itu pasti akan lunak jika melihat anak nya


"syukurlah dia tidak menampar istri nya, huh betapa bodoh nya dia jika menyakiti Adinda seperti ini." Tio mengusap dada dan pergi begitu saja


Adinda pun menduduki tepi ranjang dan mulai menangis


waktu terus berjalan sampai kini sudah larut malam, Satria sudah terlelap dengan tubuh membelakangi Adinda namun istrinya justru belum dapat tidur karena begitu khawatir dengan pernikahan nya


Adinda mendekati Satria dan menggenggam lembut tangan nya


"sayang? sebenarnya apa yg terjadi pada mu? kau bahkan tidak pernah membenci ku sebegini nya, aku terlalu lemah jika harus mendengar cacian mu setiap hari, padahal dulu aku selalu mendapat kan kasih sayang mu, kemana semua itu? dimana janji mu?." gumam Adinda seraya menangis


keesokan hari nya, Adinda terbangun, tangan nya meraba ke berbagai arah tapi tidak mendapati Satria di sana


"suami ku sudah berangkat??." gumam Adinda


di kantor,,


"tumben tuan Satria belum datang? padahal sudah jam segini." ucap Wina


"mungkin saja dia tidak ngantor, pasti kan dia juga ingin berjalan jalan dengan istri tercinta nya." ucap karyawan 1


"he?! kalian gak tau ya? kalo tuan Satria itu sedang bertengkar dengan istri nya?." ucap Wina


"mana mungkin, tuan bahkan sangat menyayangi istrinya." kata karyawan 2

__ADS_1


"dasar kau! ketinggalan jaman! aku sendiri yg melihat nya tau!." kata Wina bergegas pergi


dari rumah Satria pergi pagi pagi sekali, tanpa pamit pada siapapun termasuk istrinya, Adinda mengira jika Satria sudah ke kantor nyata nya??? Satria tidak datang.


di kediaman Anggara,,


"nak? semalam kau bertengkar ya dengan suami mu?." ucap Tio


"ah tidak, kami baik baik saja pa." ucap Adinda


"jangan berbohong terus, papa tau apa yg terjadi, papa melihatnya sendiri." kata Tio


"hmm, entah lah pa, aku tidak mengerti apa yg Satria ingin kan." kata Adinda


"bersabar lah nak, jangan menyerah hanya karena perubahan Satria yg sangat tiba tiba, papa tidak ingin kalian berpisah seperti dulu." ucap Tio


"jangan kan papa, aku sendiri bahkan tidak menginginkan nya." kata Adinda sedih


"sabar ya nak, papa yakin kau pasti bisa melewati nya." ucap Tio seraya menepuk nepuk bahu menantu nya


✖✖✖✖


kini hari sudah mulai malam lagi, saat Adinda melihat jam dinding ternyata sudah pukul 22.15


"kemana kamu Sat? kenapa sampai sekarang belum pulang? semoga kamu baik baik saja." gumam Adinda

__ADS_1


1jam kemudian akhirnya Satria pulang, ia sempat berhenti didepan sofa ruang tamu karena melihat istri nya yg ketiduran di sana, namun dia seolah tidak peduli dan langsung masuk ke dalam kamar begitu saja


__ADS_2