Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kritis


__ADS_3

Satria segera membawa Adinda ke rumah sakit, sementara orang tua Satria panik tak karuan akan keadaan Adinda


"Satria! apa yang terjadi?!." tanya Tania


"aku tidak ada waktu untuk menjelaskan, kita bertemu di rumah sakit." balas Satria seraya menggendong Adinda dengan darah yang terus mengalir dari tangan nya


"pa, ayo pa kita ke rumah sakit sekarang." pinta Tania


"a-ayo kita berangkat sekarang juga." Tio mengambil kunci mobilnya dan menuju keluar


"sebenarnya apa yang membuat Adinda menjadi begini?." gumam Tania di dalam mobil


"sudah pasti putra kita yang membuat nya seperti sekarang." ucap Tio


beberapa menit kemudian, di rumah sakit..


"selamatkan istri ku." ucap Satria yg wajah nya terlihat sangat khawatir


"baik tuan, saya akan lakukan yang terbaik." jawab dokter


"apa yang terjadi Satria?!." tanya Tania datang dengan tiba tiba


"a-aku tidak melakukan apapun, tapi dia nekat." ucap Satria


buggggg.


suara tinjuan terdengar jelas ditelinga Tania,,


"pa!! apa yg kamu lakukan terhadap putra mu?!." ucap Tania khawatir

__ADS_1


"apa apaan pah!." sahut Satria


"kau dengar! rasa sakit mu itu tidak sebanding dengan rasa sakit yg dimiliki oleh istri mu sekarang! pernahkah kau berpikir bahwa dia sangat mencintai mu?! sampai sampai kau memaki nya saja dia sama sekali tidak meninggalkan mu?!!! INGAT LAH BAHWA AKU TIDAK PERNAH MENGAJAR KAN PUTRA KU MENJADI ORANG BODOH!!!!!." kata Tio Anggara


"nak, kau tidak apa apa?." tanya Tania melihat wajah Satria namun putra nya itu hanya bisa diam dan pergi begitu saja.


"Adinda?." gumam Satria seraya merenungkan kesalahan nya


tak lama kemudian dokter pun keluar dan menemui orang tua Satria


"tuan dan nyonya? apa anda keluarga dari nona Adinda?." tanya dokter


"benar, bagaimana keadaan putri ku?." ucap Tio


"maaf sekali tuan, keadaan nona Adinda saat ini benar benar sangat kritis, ia kehilangan banyak darah dan kami membutuhkan pen donor secepat nya, kebetulan sekali stok kantung darah di rumah sakit ini sedang kosong, bahkan saya sudah tanya dimana pun tetap kosong, dengan golongan darah nona yg langka membuat kami sangat kesulitan mencari nya." jelas dokter


"dok tolong lakukan apa saja agar putri ku selamat, tolong carikan darah yg cocok dengan nya." kata Tio


"halo? nak, kamu dimana?." tanya Tania


"apa itu penting?." tanya Satria dengan nada dingin


"sangat penting, keadaan istri mu sekarang sangat kritis, dia kehilangan banyak sekali darah dan kita membutuhkan darah itu, jika tidak mungkin Adinda tidak akan selamat." gumam Tania


"APA?! ISTRI KU KRITIS?!." Satria segera menutup ponsel nya dan berlari ke arah ruangan istrinya


"aku harus menemui istriku!." kata Satria pada dokter


"tapi tuan..."

__ADS_1


kreeekkk,, pintu ruangan istrinya pun terbuka


"Adinda?! kau benar benar nekat! kau sangat membuat ku takut! sadar lah, aku disini, jangan buat aku kehilangan dirimu!." kata Satria pada Adinda yg matanya terpejam lemah


dengan cepat Satria segera menyebarkan berita tentang diri nya yang membutuhkan seorang pendonor untuk sang istri dengan bayaran berapa pun sesuai permintaan sang pendonor tersebut.


15menit kemudian,,


tring..tringg


ponsel Satria berbunyi, tanda sebuah telepon masuk


"apa anda membutuhkan pendonor yg cocok untuk istri anda tuan?." tanya seorang wanita di sebrang telepon yg tak lain adalah Wina


"benar, apa gol darah kau sama dengan istri ku?." tanya Satria serius


"benar sekali, gol darah saya sama dengan nona, saya bersedia untuk mendonorkan nya sekarang juga tapi semua itu tidak dengan cuma cuma saja." kata Wina


"katakan berapa yg kau inginkan?!." tanya Satria


"aku tidak ingin uang." jawab Wina


"lalu apa?." kata Satria


"jadikan saya sebagai pacar tuan, dan dikenal oleh banyak orang." kata Wina membuat Satria hampir sulit bernafas


"apa maksud mu?! jangan bodoh! karyawan akan tetap menjadi karyawan." kata Satria


"okey, semua keputusan ada di tangan anda, jika tuan ingin nona Adinda selamat maka kabul kan permintaan saya, saya tau betul gol darah nona sangat langka dan hanya saya yang bersedia mendonorkan nya untuk nona, iya kan tuan?." kata Wina

__ADS_1


demi Adinda? apakah aku harus menerima tawaran nya?. batin Satria


__ADS_2