
Satria yg hanya diam menunggu istri nya di luar merasa aneh karena sang istri belum juga muncul, ia memaksa masuk dan melihat Adinda tergeletak dilantai
"astaga sayang!." gumam Satria segera menggendong Adinda menuju ranjang
"sayang bangun, kau kenapa?? jangan buat aku khawatir." ucap Satria
Satria berbalik menuju kamar mandi karena ia sempat melihat sekilas test pack yg baru saja diberikan untuk istri nya
tap..tap..tap, kreeeek.
Satria membuka pintu kamar mandi dan sebuah test pack tergeletak dibawah, dengan ragu Satria mengambil benda kecil itu seraya melihat nya
"ini?? artinya???." Satria sejenak berfikir
tidak, coba lah berfikir hal baik, itu semua tidak akan mungkin terjadi. gumam Satria dalam hatinya yg kemudian membuang test pack itu ke dalam tempat sampah, lalu ia kembali menemui istrinya
"sebaiknya aku panggil dokter, agar semua nya lebih jelas." kata Satria mengeluarkan ponsel dalam saku nya kemudian menghubungi sang dokter
...
15menit kemudian,,
"permisi tuan, saya akan mengecek keadaan istri anda." ucap sang dokter yg baru saja datang ditemani oleh Desi
"silahkan." Satria memundurkan diri nya, dan mempercayakan keadaan istri nya kepada dokter
tidak menunggu lama dokter itupun selesai dan menjelaskan kepada Satria
"tuan, kondisi istri anda baik baik saja, hanya jangan terlalu banyak keluar malam, karena angin pada malam hari sangat tidak baik untuk kesehatan." jelas dokter
"lalu? apa istri saya hamil dok?." tanya Satria membuat Desi dan juga dokter tersebut kaget
"hamil? maaf tuan, tapi nona Adinda sedang tidak hamil." ucap dokter
"tuan, maaf kalau saya lancang, tapi apa yg sedang tuan fikir kan?." kata Desi bingung
__ADS_1
"benarkah Adinda sedang tidak hamil? syukurlah, aku sangat lega mendengarnya." kata kata Satria kali ini membuat Desi dan dokter lebih terkejut lagi
bukan kah jika nona hamil, tuan akan merasa senang? tapi mengapa saat tau nona tidak hamil tuan tetap senang? sampai sampai dia mensyukuri nya? aneh. gumam Desi dalam hati
"mengapa tuan bisa berfikir begitu?." tanya dokter
"baru saja Adinda menggunakan test pack, dan hasil nya menunjukan bahwa ia positif hamil." ucap Satria
"jadi begini tuan, memang terkadang hasil test pack itu ada yg menyatakan tidak benar, entah karena cara pemakaian nya yg salah atau bisa juga test pack yg nona pakai mengalami eror dan expired." jelas sang dokter
"itu kemungkinan nya? ya sudah terimakasih dok." ucap Satria
"sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu ya." kata dokter seraya tersenyum
"mari dok saya antar." ucap Desi
...
"sayang bangun lah." ucap Satria mengelus elus lembut kepala istrinya
"sssssttttt, jangan banyak bicara dulu." kata Satria seraya menutup bibir kecil sang istri dengan telunjuk nya
Adinda pun kembali terdiam dan menatap wajah suami nya lekat lekat
"jadi, apa hasil test mu tadi?." tanya Satria membuat Adinda takut untuk menjawab
"hasil nya,, eumm hasil nya po- positif." ucap Adinda menunduk, Satria hanya senyum kemudian kembali mengelus kepala istrinya
"kenapa kau tersenyum?." tanya Adinda
"tidak apa apa, aku hanya senang bahwa sebenarnya kau tidak hamil." kata Satria
"aku tidak hamil? lalu kenapa test itu menunjukan..."
"itu tidak penting, yg jelas aku akan selalu mencintai mu, apapun yg terjadi." kata Satria memeluk istrinya
__ADS_1
"aku pun sama." Adinda membalas pelukan dari suaminya
siang siang,, ponsel Satria berdering dan ternyata sekretaris nya yg menelfon.
"siang tuan, maaf saya mengganggu anda, tapi siang ini kita ada meeting dadakan." ucap sekretaris Satria
"siang ini ya?? dimana lokasi nya?." tanya Satria
"kebetulan kita meeting di kantor tuan, karena klien kita yg akan datang menuju kemari." ucap sekretaris
"baiklah, 15menit saya sampai kesana." ucap Satria
"baik tuan, terimakasih."
tut.. panggilan pun terputus
"Dinda? aku akan ke kantor sekarang, apa kau mau ikut?." tanya Satria
"boleh kah???." kata Adinda
"tentu saja boleh sayang, ya sudah kau bersiap ya sebentar lagi kita berangkat." ucap Satria
"baiklah." Adinda pergi mandi dan memakai pakaian yg cocok untuk pergi ke kantor suami nya
...
"sudah siap?." tanya Satria
"sudah." jawab istrinya
"ayo berangkat." Satria menggandeng tangan sang istri kemudian keluar rumah menuju mobil mewah milik nya
setelah beberapa belas menit, mereka sampai di perusahaan Anggara, semua karyawan segera berdiri dari bangku nya dan membungkuk hormat atas kehadiran atasan nya, termasuk Wina
"jadi ini? yg di bilang istri nya tuan Satria? cantik juga, tapi aku tidak akan kalah dari nya, secara tuan Satria adalah orang yg kaya raya, dia pengusaha sukses, tidak mungkin jika dirinya tidak tergoda oleh wanita luar." gumam Wina
__ADS_1