
tutt..tutt..
"halo? ada apa Farel? apa sesuatu terjadi dengan Adinda, sampai kau menghubungi ku seperti ini?." kata Tania cemas
"maaf jika saya mengganggu waktu anda nyonya Tania, tetapi saat ini nona Adinda dalam keadaan koma di rumah sakit, dan tuan Satria jatuh pingsan, saya harap nyonya bisa datang kemari." kata Farel
"apa?!!! baik Farel, saya akan segera datang ke sana, tolong jaga putra putri ku." ucap Tania
"baik nyonya, akan saya laksanakan." jawab Farel
di sisi lain, sang dokter masih sibuk menangani Adinda, ia sangat berusaha keras untuk menyelamatkan kedua nya.
tetapi sangat di sayangkan, janin yang sedang di kandung oleh Adinda tak bisa lagi di selamat kan.
sementara dokter yang sedang menangani Satria sudah keluar dari ruangan dan menemui Farel.
"bagaimana keadaan tuan Satria?." tanya Farel
"tuan Satria tidak apa apa, dia hanya mengalami syok, sebentar lagi dia akan sadar." jawab dokter
"saya boleh masuk untuk menemani nya?." kata Farel
"tentu saja, kalau begitu saya permisi." ucap dokter berlalu pergi.
Farel memasuki ruangan Satria, dan segera melihat keadaan bos nya.
"semoga anda baik baik saja tuan." gumam Farel, ia sangat sedih melihat tuan nya mengalami hal seperti ini, beberapa menit kemudian, Satria pun akhirnya tersadar. tanpa memikirkan kondisi nya sendiri, dia bahkan langsung menanyakan tentang istri nya.
__ADS_1
"Farel! bagaimana dengan istri ku?!." kata Satria, ia segera menuruni ranjang untuk keluar dari ruangan, tetapi Farel menahan nya.
"tuan? anda masih sakit, sebaiknya anda beristirahat." kata Farel menahan tangan Satria namun Satria menepisnya dan menatap dengan sinis
"sejak kapan kamu berani melarang bos mu!!! aku berhak tau apa yang terjadi pada istri ku Farel!." kata Satria membentak Farel sehingga Farel mendadak diam tak berani menjawab.
di depan ruangan Adinda, Satria selalu menunggu dengan wajah cemas, sampai akhirnya dokter keluar dan mengatakan hal yang terjadi
"tuan Satria, anda baik baik saja?." tanya dokter
"dokter, bagaimana kondisi istri saya?! apa dia baik baik saja?! dia bisa selamat kan?!." kata Satria
"kondisi nona Adinda masih kritis tuan, bahkan saya ingin menyampaikan kabar buruk lain kepada anda." ucap dokter
"apa?! sebutkan dok!." ucap Satria
"maaf kan saya tuan, sa-saya tidak bisa menyelamatkan janin yang di kandung oleh istri anda." jawab dokter tersebut, seketika Satria menarik kerah dokter itu dengan emosi yang hampir meledak
"sayang! katakan kalau semua ini hanya mimpi! aku tidak mungkin kehilangan calon anak kedua ku! ayo Adinda katakan!." ucap Satria
"aaaaaargghhh!!!! semuanya terasa tidak adil!!!!." kata Satria mengeraskan suara nya, salah satu suster segera masuk dan berkata kepada Satria
"maaf tuan, sebaiknya anda tidak mengganggu pasien kami, nona Adinda perlu suasana yang nyaman." kata suster
"jangan pernah kamu mengatur hidup saya! dia adalah milik saya! istri saya!." kata Satria, ia terus berbicara dengan emosi nya
"tuan, tapi ini demi kebaikan istri anda juga, saya harap anda bisa mengerti." kata suster lagi
__ADS_1
"banyak bicara kamu! jangan larang saya untuk ada disini!." ucap Satria kesal, saat suster ingin menarik paksa Satria, tiba tiba Satria mendengar suara istri nya
"m-mas?." sebut Adinda masih dengan mata terpejam
"Adinda?!!." kata Satria berbalik badan mengarah ke Adinda
"nona, anda sudah sadar? saya akan panggilkan dokter." ucap suster
"sayang?! kamu sudah bangun? aku senang sekali kamu sadar." kata Satria
"mas, kamu ba-ik baik saja? wajah mu pucat." kata Adinda dengan nada yang sangat lemas
"sayang, jangan pedulikan aku, aku baik baik saja, sekarang kamu harus bisa kembali sehat ya, kamu janji sama aku untuk lewati semua ini." kata Satria mencium punggung tangan istri nya
"a-anak kita baik baik saja kan mas?." tanya Adinda membuat Satria kembali menangis
"m-mas? kenapa menangis? jawab aku." ucap Adinda, sementara Satria hanya menggeleng
"enggak! ini semua gak mungkin kan mas!! aku ga mungkin kehilangan anak ku!!!!." kata Adinda lagi seraya menangis
"sayang sudah, tidak apa apa, walaupun aku kehilangan calon anak ku, tapi aku senang karena aku tidak kehilangan diri mu." sahut Satria mengecup kening Adinda seraya menjatuhkan air mata.
"enggaak mas enggaaaak! hiiiksss..hikss." setelah itu dokter pun datang dan mengecek keadaan Adinda.
"saya senang anda bisa sadar dalam waktu dekat nona, jarang sekali ada yang bisa seperti anda." kata dokter
"dok, a-apa benar bayi yang saya kandung?." kata Adinda tak mampu melanjutkan kata kata nya
__ADS_1
"benar nona, dengan berat hati saya harus mengatakan nya, bayi yang anda kandung memang tidak bisa lagi di selamatkan." ucap dokter, Adinda hanya menangis sejadi jadinya, sementara Satria hanya bisa berusaha menenangkan nya.
"sudah sayang, jangan menangis lagi, kita harus ikhlaskan apa yang belum bisa menjadi milik kita." kata Satria lagi