
keesokan harinya
Selina datang pagi pagi ke kediaman Anggara. Desi dan Romi menyambut Selina dengan sopan.
"selamat datang kembali nona." ucap Romi dan Desi bersamaan
"dimana sepupuku?." tanya Selin
"tuan masih berada dikamar dengan istrinya nona." jawab Desi
kemudian Selin menuju kamar suami istri itu, ia membuka pintu perlahan dan melihat Satria yang masih tertidur pulas
tidak lama kemudian
"kakak??." terdengar suara yg tak asing lagi di telinga Selin
"halo Dinda, senang sekali melihatmu." Selin menyapa Adinda dan memeluknya
"aku juga senang kakak ada disini, aku sangat kesepian." ucap Adinda
"kau tidak akan kesepian lagi karena aku akan berada disini menemanimu. oh ya, Satria belum bangun?." tanya Selin
"belum kak, aku tadi sempat membangunkan nya tapi belum juga membuka mata jadi aku tinggal dia untuk mandi." kata Adinda menjelaskan
"oh gitu, aku saja ya yang membangunkan nya." pinta Selin
"iya kak, aku siapkan makanan dulu untuk suami ku dan kak Selin."
lalu Adinda pergi menuruni tangga, ia meminta Desi agar membantunya menyiapkan makanan.
__ADS_1
"Satria, bangun." Selin menepuk nepuk pipi Satria
dia segera bangun dan melihat Selin dihadapan nya
"lho kamu sudah disini?." tanya Satria
"sudah, semua sesuai sama permintaan kamu kan, aku bakal temenin istri kamu." balas Selin
"dimana istriku?." tanya nya lagi
"Adinda sedang menyiapkan makanan untuk kita, jadi kamu cepat mandi dan temui dia dimeja makan." jelas Selin
"lihat istriku, dia sangat baik sekali." kata Satria tersenyum
"ya kau sangat beruntung memiliki istri seperti dia, tapi jika kau mengecewakan nya itu sungguh bodoh." balas Selin
"pagi sayang." ucap Satria seraya mencium kening sang istri
"ya pagi Sat, cepat duduk aku hampir jamuran menunggu mu disini." kata Adinda meledek
"ehm.." Selin melirik Adinda
"eh iya kak, silahkan duduk." jawab Adinda tersenyum
ia memakan makanan itu bersama, sesudah itu Satria berangkat ke kantornya diantar oleh pak supir Rahman.
"Selin, aku titip istriku yang cantik ini." kata Satria
"iya tenang saja, aku akan menjaga milikmu." balas Selin
__ADS_1
**
di perusahaan Lee
terlihat Jonatan sedang merenung, wajahnya banyak bekas memar karena asisten kepercayaan Satria sempat memberinya sedikit pelajaran
awas saja, aku akan menghancurkan kalian. batin Jonatan
**
"Dinda, nanti siang temani aku ke toko buku ya, ada sesuatu yang harus ku beli." ucap Selin
"iya kak, aku akan menemani mu." balas Adinda
ketika sudah siang mereka pergi menuju toko buku, mereka menaiki sebuah mobil mewah berwarna silver, itu adalah mobil Selin.
sampai di toko buku, banyak pandangan tertuju pada Selin dan juga Adinda.
mereka begitu cantik, tak heran jika laki laki mendadak dibuat kagum olehnya.
"siang nona boleh minta nomer ponselnya biar bisa kenalan? hehe." kata pria berambut jabrik
"iya nona, kalau tidak izinkan kami berfoto dengan mu." ucap yg lain
"dia sudah bersuami bodoh!." jawab Selin menatap para lelaki dengan sinis
"ah tidak masalah selama dia memiliki wajah secantik ini." sahut laki laki itu lagi
Selin dan Adinda tidak menghiraukan lg perkataan orang orang tersebut, ia segera masuk kedalam toko dan mencari sesuatu yang dia perlukan.
__ADS_1