
"heii, ada apa dengan mu? kenapa terlihat kesal pada layar ponsel itu?." ucap Adinda datang menghampiri
"oh yaampun sayang, aku tau mengapa tadi kau berlari, makanan ku benar benar membuat mu mual kan." kata Satria
"ahahaha, jadi kau sudah tau? ya memang sih, karena aku tak tahan dengan rasa asin itu, tapi kau tenang saja, aku menghargai usaha mu kok, kau hebat." ucap Adinda tersenyum
"maafkan aku." ujar Satria menekuk sedikit wajah nya
"tidak masalah, kau hanya perlu belajar." balas Adinda
"tentu saja, lain kali aku akan belajar memasak dengan giat untuk mu." jawab Satria tersenyum
"ya sudah, aku istirahat ya, jika kau masih ingin bersantai di depan maka bersantai lah dulu." ucap Adinda
"ah tidak, aku ingin beristirahat juga sama seperti dirimu." kata Satria
"baiklah." kini Adinda dan Satria mulai menaiki ranjang tidur nya, dan menarik selimut serta memejamkan mata
biasanya mereka berdua selalu saling memeluk jika berada diposisi sekarang, namun Adinda tidak mengingat apapun tentang keluarga kecilnya
***
⭐⭐⭐
ditempat Sheira,,
perempuan licik itu masih sangat kesal dan muak dengan kehidupan nya sekarang, belum lagi semenjak keluarga nya jatuh miskin ayah Sheira sangat sering memarahi Sheira bahkan tak segan segan memukul Sheira.
"hei perempuan bodoh?!! aku tidak mau tau, apapun caranya kau harus mengembalikan kekayaan ku." ucap ayah Sheira
"berhenti memanggil ku bodoh!! jika aku bodoh maka ayah itu apa?." kata Sheira
"diam!! berani kamu melawan ayah?!!! anak durhaka." kata ayah Sheira
"ayah! seharusnya ayah membantu ku berpikir!!! bukan hanya menyalahkan ku! mengatai ku bodoh!!! memukul ku!!! jika ayah terus menerus seperti itu lalu sampai kapan kita berada di dalam kemiskinan ini?!!!!." ucap Sheira kencang
__ADS_1
"ayah harus apa Sheira? katakan!!." tanya Ayah Sheira
"cuma 1 hal yang bisa membuat kekayaan kita kembali, Satria, dia lah orang yang akan menyempurnakan hidup kita, ayah harus bantu aku mendapatkan nya!." ucap Sheira yakin
"mengapa?! mengapa harus Satria lagi? kau buta Sheira?! dia yg menghancurkan kehidupan kita!! lalu kau ingin ayah membantu mu untuk bisa bersatu dengan nya??? kau gila!." balas ayah Sheira
"ini semua demi kekayaan, demi harga diri aku dan ayah!." kata Sheira
ayah Sheira terlihat seperti sedang berfikir, ia bingung apa yg harus dia lakukan ketika satu satunya jalan hanya lah mendekatkan putrinya dengan Satria.
selang beberapa menit kemudian...
"baik, ayah akan membantu mu, tapi ingat?! setelah kita mendapatkan kekayaan itu, kau harus menjauh darinya sejauh mungkin!!!." ucap ayah Sheira
"tentu saja ayah." kata Sheira mengiyakan sang ayah, yg padahal dalam hatinya dia benar benar mencintai pria tersebut.
ayah Sheira membisik kan sesuatu tepat ditelinga putrinya, sepertinya dia akan merencanakan sesuatu yg jahat.
"bagaimana menurut mu??." tanya ayah Sheira
"boleh juga, aku akan berusaha melakukan nya dengan cerdas." ucap Sheira
Sheira hanya tersenyum licik kemudian pergi menuju kamar nya, ia terus menatap dirinya sendiri di depan cermin seraya tersenyum puas dan berkata...
"tunggu aku sebentar lagi Satria, kau harus bisa menjadi milik ku, kau tau?? aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang ku mau." kata Sheira sambil mengurai rambut panjang nya.
ESOK HARI...
di kediaman Anggara,, Selin mendatangi rumah itu pagi pagi sekali, ia membawa sebuah kabar gembira
"ayaahhh..." kata Selin menyapa Tio Anggara yg sedang menduduki sofa ruang tamu
"wah wah wah Selin... kau datang tidak bilang bilang." ucap Tio
"aku sengaja memberikan ayah dan ibu surprise." ucap Selin tersenyum hangat
__ADS_1
"ada apa nak?." tanya Tania
tak lama seorang laki laki datang melewati pintu kediaman Anggara,, ya dia adalah Jonatan
"selamat pagi tante, om." ucap Jonatan sopan
"pagi Jonatan." balas Tania disertai senyuman, begitu juga Tio
"saya datang kemari karena ingin memberitahu om dan tante." ucap Jonatan
"tentang apa?." kata Tania
"ini tentang keseriusan saya terhadap Selin, saya ingin menjadikan Selin sebagai wanita pendamping seumur hidup saya." kata Jonatan
"maksud mu? menikah??." tanya Tio bersamaan dengan istrinya
"benar sekali om, tante, saya kesini ingin mengundang keluarga Anggara untuk mendatangi pernikahan kami yg akan dilangsungkan 4hari ke depan." ucap Jonatan
"Selin? apakah kamu yakin dengan pilihan mu? dan apa ini tidak terlalu cepat??." kata Tio
"aku yakin ayah, aku tau Jonatan adalah orang yang baik, dia pasti akan menjaga ku nanti." kata Selin
"kalau ibu terserah pada mu saja, jika kamu sudah merasa cocok dengan pasangan mu maka cepat cepatlah dilangsungkan, karena lebih cepat juga lebih baik, ya kan pa?." ucap Tania menoleh ke arah Tio
"nah benar, ayah ikut istri saja hahahaha." sahut Tio
"oh ya dimana Adinda dan suaminya? apakah ingatan nya mulai pulih??." tanya Selin
"Adinda dan Satria sedang berlibur ke pantai, tidak apa lah, itu kesempatan bagus untuk mereka agar Adinda bisa kembali mengenal suaminya, bahkan siapa tau Adinda akan mengingat semuanya kembali dimulai dari hal yang kecil." ucap Tania
"waaah.. mereka ini ya, setiap berpergian jauh untuk berlibur selalu saja tidak mengajak aku,, padahal aku ingin sekali liburan bersama mereka." kata Selin
"jika kau mau susul lah, nanti ayah beritahu dimana lokasi mereka." ucap Tio
"benarkah?? Selin boleh menyusul mereka?." tanya Selin senang
__ADS_1
"tentu saja nak, Adinda dan Satria juga tidak akan keberatan jika kamu menyusul nya,, banyak kamar tersedia di villa sana, jadi jangan khawatir." balas Tania
"baiklah, aku segera ke sana nanti, tolong ayah kirimkan lokasi Adinda ya." pinta Selin