Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
ceramahan Farel


__ADS_3

"sayang kau harus bertahan, kita sedang menuju rumah sakit." kata Satria, sebelum sampai di rumah sakit justru Adinda sudah mulai tersadar


"m-mas?." ucap Adinda, mendengar suara sang istri Satria pun menghentikan mobil nya


"kamu sudah sadar?! aku khawatir sekali dengan mu." ucap Satria memeluk istrinya


"mas gapapa kan? mas ga di sakiti oleh preman preman itu kan?." tanya Adinda takut


"kamu ini bisa bisanya mengkhawatirkan mas disaat keadaan mu jauh lebih buruk." kata Satria


"aku tidak mau mas kenapa kenapa." kata Adinda, lalu ia menyadari tentang wanita yang menolong Satria tadi


"wanita itu mas?! dimana wanita itu?!." kata Adinda panik


"sayang sudah, jangan pikirkan dia ya, dia baik baik saja dan sudah dijemput oleh Farel, kamu sekarang fokus dengan diri mu, kita ke rumah sakit." ucap Satria


"enggak mas, gak perlu, aku gapapa ko cuma sakit sedikit karena pukulan nya." ucap Adinda


"tapi tidak ada salah nya kita cek ke dokter." ucap Satria


"lebih baik kita ke tempat tujuan awal sekarang dan di sana kamu boleh panggil dokter untuk cek keadaan aku." pinta Adinda


"ya sudah kalau gitu, kita ke villa sekarang." ucap Satria kembali menyetir mobil nya


"Desi? kamu gapapa? Arkan juga gapapa kan?." tanya Adinda

__ADS_1


"kami baik baik saja nona, anda tidak perlu cemas." ucap Desi berusaha tersenyum walaupun ia sempat takut karena beberapa preman menghadang Satria


"aku senang mendengar nya." ucap Adinda


DI TEMPAT LAIN..


Farel sudah sampai di titik lokasi yang Satria kirimkan kepada nya, lalu ia mengeluari mobil dan mencari keberadaan Sofie.


ia menemukan Sofie pingsan di kursi dengan pakaian berantakan.


"Sofie?!!!." ucap Farel menepuk nepuk pipi adik nya, tetapi ia tak kunjung bangun, lalu Farel menggendong Sofie memasuki mobil


"bagaimana bisa kamu ada ditempat sepi seperti ini?! dari mana kamu Sofie?!!!." gumam Farel dengan nada tak bersahabat selama di perjalanan, seperti nya ia kesal karena Sofie pergi malam malam ke tempat yang tak jelas.


ia segera membawa adik nya pulang ke rumah, di rumah Sofie.. terlihat putra kecil yang sudah tertidur lelap dengan wajah sangat lelah


"tolong! jangan sakiti aku! jangan!!! tolong!! jangan sakiti aku, aku akan melakukan apapun asal jangan sakiti aku!." teriak Sofie ketakutan, matanya masih terpejam tapi keringat dan air mata nya mengalir


"Sofie?!!! ini kakak!!!." ucap Farel


"jangan!!!!." ucap Sofie lagi


"Sofie sadar lah!!!." kata Farel lagi, kemudian Sofie terbangun dengan nafas yang tersengal sengal


"kakak!." teriak Sofie memeluk kakak nya

__ADS_1


"jangan takut, kamu sudah aman bersama kakak." ucap Farel


"k-kakak yang membawa ku kemari?." kata Sofie


"iya, tuan Satria menghubungi kakak saat kamu pingsan." ucap Farel


"tuan Satria menolong aku dari para preman itu kak." ucap Sofie


"kakak sangat berhutang pada nya, tapi Sofie kakak minta satu hal pada mu, dengan ada nya kejadian seperti ini jangan membuat hati mu tergerak ke dalam jalan yang salah, kamu tidak boleh membuka hati mu untuk pria yang sudah menolong kamu." ucap Farel menatap Sofie


"t-tapi kak, aku sangat terlindungi setiap kali bertemu dengan bos kakak, terlebih Rey sudah begitu suka dengan nya." balas Sofie


"Sofie, kamu boleh cinta sama siapapun, kecuali laki laki yang sudah beristri, kamu tau rasanya ditinggalkan oleh suami sendiri ketika dia lebih memilih wanita lain dari pada kamu, sakit sekali bukan? itu yang akan dirasakan oleh istri bos kakak saat kamu mencoba merusak rumah tangga nya, kakak tidak ingin kamu dendam kepada semua orang hanya karena kamu merasa kurang beruntung dari pada mereka, kakak yakin kamu bisa menemukan orang yang tepat suatu hari nanti, dia juga akan bisa menjaga dan melindungi kalian." kata Farel panjang lebar


"aku sangat menyukai kepribadian tuan Satria kak, dia benar benar mampu melindungi istri nya, bahkan aku sangat iri, sejak dulu aku tidak pernah merasakan hal itu, aku dan Rey hidup berdua tanpa bantuan sedikitpun dari suami ku, saat Rey sakit, dia terlihat tidak perduli sama sekali, dan melihat kepedulian itu di tuan Satria, hati ku benar benar tergoyah, pasti indah sekali memiliki suami yang bersikap seperti itu." kata Sofie menitihkan air mata


"Sofie, kakak tau kamu sangat iri dengan mereka, bahkan siapapun yang pernah kamu lihat, tapi kamu harus sabar, tidak selamanya kamu akan terus tersakiti, kelak bahagia akan datang dengan sendiri nya, jadi kamu tidak boleh berfikir untuk merebut hak orang lain, istri bos kakak sudah sering sekali bermasalah dalam rumah tangga nya, dan kakak sendiri yang menyaksikan air mata itu jatuh dari wajah istri nya, dulu tuan Satria memiliki seorang kekasih, ia pergi entah kemana meninggalkan tuan Satria sendiri, bertahun tahun tuan Satria mencari nya namun tak kunjung datang, sampai akhirnya ia menikah dengan istri nya yang sekarang, lalu tiba tiba wanita yang ada di masa lalu nya hadir kembali menemui mereka, kamu bayangkan rasanya menjadi istri bos kakak." ucap Farel


"jadi tuan Satria tidak sebaik yang aku kira?." kata Sofie


"tidak, dia tidak sebaik yang kamu kira, semua orang pasti punya kelebihan dan kekurangan nya masing masing, ada sisi baik dan juga buruk, jangan cuma menilai seseorang dari keburukan nya saja, tetapi lihat kebaikan nya. begitu juga sebaliknya, jangan menilai seseorang dari kebaikan nya saja, tapi lihat lah keburukan nya, pikirkan terlebih dahulu, apakah dia pantas mendampingi kamu, jangan sampai kamu tergoda oleh nafsu semata, dan kamu menyerahkan seluruh hidup kamu kepada orang yang tidak kamu kenal dari dalam ataupun luar." kata Farel


"kasihan sekali istri tuan Satria, ternyata dia juga pernah bernasib sama dengan ku." ucap Sofie


"betul sekali, maka dari itu jangan lagi kamu coba coba untuk merebut suami nya, karena sampai kapan pun kamu tidak akan bisa mendapat kan hati tuan Satria, dia sudah berubah menjadi lebih baik, dan menghargai istri nya, banyak wanita yang ingin mengambil hati nya, namun gagal karena tuan Satria tetap mencintai istri nya, akhirnya wanita yang berniat buruk itu tersakiti oleh perbuatan nya sendiri, kakak tidak mau kamu menjadi seperti itu, tenggelam dalam penyesalan." kata Farel lagi kemudian meninggalkan Sofie di kamar nya

__ADS_1


"ya tuhan, aku hampir saja ingin memiliki apa yang bukan milik ku." gumam Sofie menghela nafas panjang


__ADS_2