
Adinda terus meneteskan air matanya
"Monic, kenapa kau berbuat ini? kenapa kau menyelamatkan ku?." tanya Adinda
"ini bentuk permintaan maaf karena sebelumnya aku sudah berniat jahat untuk merebut hati suami mu, nyatanya itu tidak bisa."
"terimakasih, kau menolong istri sekaligus anak ku." ucap Satria
"jadi kau sedang mengandung?." tanya Monic dipenuhi senyum lemah
"iya Monic, kau harus sembuh ya supaya dia bisa bertemu kamu nanti." kata Adinda
Monic mengangguk senyum lalu detik itu juga ia tak sadarkan diri.
Adinda begitu panik dan langsung memanggil dokter, saat dokter datang semua orang diminta tunggu diluar.
"bu, saya minta maaf sudah membuat Monic seperti ini." ucap Adinda menghampiri keluarga Monic
"tidak apa nak, justru saya yang meminta maaf karena Monic hampir menghancurkan rumah tangga kalian, ibu sudah tau semuanya." kata ibu Monic
"maaf, seperti nya saya dan istri saya harus kembali, saya harap Monic segera sembuh." balas Satria
"tapi sayang aku.."
"Adinda? kau harus perhatikan juga kandungan mu terutama dirimu, aku tidak ingin kalian kelelahan disini." sahut suaminya
"kau pulang saja nak, jangan mengkhawatirkan Monic." ucap ibu Monic
"ya sudah bu saya pamit dulu, semoga Monic cepat pulih." kemudian Adinda berjalan menjauhi ruangan Monic, Satria terus menggenggam tangan istrinya
"kau lelah?." tanya suaminya
"sedikit."
"sudah aku katakan, pikirkan dirimu."
__ADS_1
mereka menuju loby rumah sakit dan masuk ke mobil
sampai dirumah, Adinda bersama suaminya segera mandi air hangat yang sudah disiapkan oleh Desi
setelah itu mereka tidur saling memeluk.
"iloveyou hubby." Adinda mengecup lembut bibir suaminya lalu memejamkan mata
**
ditempat Sheira,,
"sial!!!! kenapa wanita itu malah menolong nya?!!! aku jadi salah sasaran!." gumam Sheira
"akan aku pikirkan lagi cara selanjutnya, liat saja kau Adinda, aku tak akan segan segan menghabisi kamu dan juga anak mu." katanya lagi
..
besok pagi
"hmmm."
"bangun sayang, sudah pagi ni.. kamu ga berangkat?." tanya Adinda
"iya sebentar." ucap Satria yang masih mengantuk
10menit kemudian..
Satria bangun dan menuju kamar mandi
"sayaaang?." teriak Satria dari dalam kamar mandi
"kenapa sih teriak teriak?." tanya Adinda sambil menyiapi pakaian suaminya
"kau tidak ingin mandi bersama ku lagi?."
__ADS_1
sontak ucapan Satria membuat Adinda tertawa kecil dan melemparkan sendal ke pintu kamar mandi tersebut
"hahahaha jangan marah seperti itu." ucap Satria
"sudah cepat, atau kau akan terlambat." Adinda pergi ke bawah dan mendapati Tio beserta Tania Anggara disana
"pagi pa, ma." ucap Adinda
"pagi anak ku." balas Tania
"mama tumben pagi pagi udah rapi banget kaya gini, terus ini koper untuk apa?."
"oh ya sayang maaf ya mama ga beritahu kamu, mama sama papa hari ini akan kembali lagi ke Singapura."
"ko dadakan si ma, padahal aku ada cerita buat mama."
"cerita apa nak? ceritakan saja, mama akan dengarkan."
"jadi ma kemarin aku hampir tertabrak mobil didepan kantor suamiku."
"apa?!! lalu bagaimana keadaan mu? apakah kau tidak apa apa?." ucap Tania dan Tio
"beruntung nya aku tidak apa apa ma, tapi seseorang menolong ku hingga akhirnya dia yang celaka."
"siapa nak?."
"dia Monic ma, wanita yang dulu menggoda suamiku, dia melakukan hal ini sebagai bentuk permintaan maaf, aku ga nyangka kalau dia segini nya untuk bisa aku maafin."
"terus bagaimana keadaan wanita itu?."
"kemarin dia kritis karena kehilangan banyak darah, tapi ia sempat sadar dan meminta maaf pada ku."
"siapa yang ingin mencoba coba melukai mu?." Tio berpikir keras
"akan aku cari siapa orang nya, walaupun sampai ke ujung dunia sekalipun, aku pasti mendapatkan orang itu." balas Satria yang tiba-tiba datang menghampiri keluarga nya
__ADS_1