
Adinda ayo ikut bersama ku." dengan percaya diri Reno mengajak Adinda ikut bersama nya
Satria menatap Adinda dengan tatapan yang tak pernah ia dapatkan
Adinda menggelengkan ajakan Reno dan menggandeng lengan Satria.
"kau lihat? dia tidak ingin ikut dengan mu! jadi lebih baik pergi." ucap Satria
"Adinda? kenapa kau tidak ingin ikut bersama ku?! kita bisa cari cafe lain untuk membicarakan maksud ku tadi!." ucap Reno
"kau tidak lihat dia menggelengkan kepala nya?!!." Satria kembali mendorong Reno
"sudah Satria! hentikan, Reno? pergilah jangan buat suasana semakin panas." pinta Adinda
"kau ini siapa nya sih? sampai ikut campur urusan Adinda!!!." ucap Reno kesal
Satria hanya tersenyum licik
"dia istriku, aku berhak mencampuri urusan nya, apalagi dengan laki laki tidak jelas seperti mu! dan aku peringatkan pada mu, jangan pernah dekati istriku! atau kau akan menerima akibat nya!!!." Satria menarik Adinda keluar dari cafe itu
__ADS_1
mereka berdua masuk kedalam mobil
di dalam cafe Reno sangat kaget jika ternyata Adinda sudah memiliki suami
"untuk apa kau bertemu dengan laki laki lain?." ucap Satria seraya fokus menyetir
"a-aku hanya menemui nya karena dia bilang ada urusan penting, aku berani bersumpah kalau aku tidak bohong." balas Adinda takut
"bukan kah kau bisa menolak ajakan nya? atau memang kau ada sesuatu?." kata Satria
"tolong jangan berfikir aneh aneh, aku beneran tidak ada apa apa dengan nya, aku menemui nya karena aku tau jika nanti aku menolak maka dia tak akan berhenti untuk menghubungi ku, belum lagi aku takut kau marah jika melihat ponsel ku mendapati panggilan dari laki laki lain." sahut Adinda menundukkan kepala nya
"tapi cara mu begini justru membuat ku semakin marah Adinda, aku tidak suka kau bertemu dengan laki laki lain selain aku." ucap Satria tegas
"memang siapa laki laki itu? kenapa kau tidak pernah bercerita tentang nya?." tanya Satria
"dia Reno, teman ku dulu sewaktu bekerja." jawab istrinya
"kerja di perusahaan Lee?." ucap Satria
__ADS_1
"bukan, dulu dia menolong ku saat aku digoda oleh beberapa preman, dan sejak itu ia merasa aku berhutang pada nya, dan dia terus menerus menyatakan perasaan nya pada ku, berharap aku akan menerima dirinya sebagai balas budi." Adinda menjelaskan, hal tersebut membuat Satria menghentikan mobilnya secara mendadak
"apa?! kau pernah di goda preman?." kata Satria
"iya tapi itu dulu." balas Adinda
"kenapa kau tidak bilang pada ku?! jika aku mengetahui nya maka aku tak akan segan segan mencari preman itu sampai dapat! berani sekali dia menggoda keluarga Anggara!." ucapnya
"aku bukan keluarga Anggara, aku tetap keluarga Chelsea Renata, lagi pula aku tidak ingin membuat papa menjadi khawatir jika dulu aku mengatakan nya, aku juga tidak ingin membuat mu repot karena sibuk mengurus masalah ku." jawab Adinda
tiba tiba Satria memeluk istri nya itu.
"aku menyayangi mu Adinda." kata Satria
"aku pun merasakan hal yang sama." balas istrinya
"jangan jauh jauh dari ku, ingat?! kau tidak boleh pergi tanpa izin ku, tanpa diriku, jika itu sangat mendesak sekalipun kau harus tetap ditemani oleh pak Rahman." pinta Satria
"iya, maaf kan aku."
__ADS_1
"ya sudah, aku harap kamu mengerti apa yang aku rasakan, satu lagi, jangan pernah temui laki laki itu atau laki laki manapun tanpa izin dari ku."
"iya Satria."