Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
menceritakan


__ADS_3

"ada apa dengan Reno???." kata Satria


"di...diaa." air mata Adinda mulai menetes kembali


"sayang, jangan menangis, aku berjanji akan ada untuk mu selamanya." kata Satria


"dia menodai ku.. hiiksss hikss." Adinda menangis kencang saat mengatakan nya, ia sangat merasa dirinya menjijikan


"apa??." Satria merespon dengan rasa tidak percaya


"jangan bercanda, aku benar benar ingin tau yg sebenarnya." kata Satria lg


"semuanya benar! dan aku adalah wanita yg paling menjijikan sekarang! aku tidak pantas disebut istri, karena aku bukan istrimu!!! hiiksss..hiks." Adinda meninggikan suara nya pada Satria, dan melangkah pergi


namun Satria menahan nya dengan cara memeluk Adinda, detik itu juga air mata Adinda mengalir dengan deras, kakinya pun terkulai lemas sama dengan apa yg Satria rasakan


"lepas, aku tidak layak bagi mu." kata Adinda mulai terduduk di rerumputan


"tidak, apapun yg terjadi aku akan tetap disini bersama mu, aku tidak akan membiarkan mu menjalani hidup tanpa aku." ucap Satria berusaha kuat

__ADS_1


"aku tidak bisa, lebih baik aku mati!." teriak Adinda disertai deraian air mata


"sayang, tolong jangan berkata begitu, aku tidak mau kehilangan mu, aku tidak mau." ucap Satria memeluk istrinya kencang


"hikss..hikss maaf, aku gagal menjaga diriku." kata Adinda menenggelamkan kepalanya di pelukan suami


"tidak apa sayang, aku yg harusnya meminta maaf karena gagal menjaga mu dengan baik, maafkan aku." kata Satria


lihat saja kau laki laki sialan!! aku tidak akan tinggal diam!!!!!. batin Satria seraya mengepal tangan nya dengan kuat


hari ini Adinda dan Satria tidak jadi untuk berbelanja ke mall, akhirnya mereka menuju pulang untuk mengistirahatkan diri


Satria terbangun dan melihat istrinya meringkuk dengan selimut tebal, lingkar matanya yg mulai hitam membuat Satria sangat kepikiran


"sayang? apa kau tidak bisa tidur semalaman??." kata Satria


"maafkan aku.." balas Adinda mencengkram baju yg dikenakan suami nya


"sayang sudah, aku selalu memaafkan mu, disini kau tidak salah jadi jangan siksa dirimu begini, karena aku akan lebih sakit ketika melihat mu menyiksa diri." balas Satria

__ADS_1


"aku tidak tahu apa yg harus aku lakukan, aku benar benar merasa tidak pantas masuk ke dalam kehidupan mu." kata Adinda


"berhenti bicara aneh, aku sayang sama kamu, aku ga mau kamu kaya gini." pinta Satria


"apa kau tidak terlihat bodoh? menyayangi seseorang yg seperti wanita ******." kata Adinda


"tidak sayang, aku tidak bodoh, justru aku pintar karena memilih untuk mempertahankan mu, disini akan aku buktikan bahwa dia tidak akan menang untuk merebut mu walaupun dia telah merusak mu seperti ini." ucap Satria


"tapi.. bagaimana jika aku hamil anaknya? aku sangat takut sekalii Satria." balas Adinda kembali menangis


"tidak akan aku biarkan, sekarang kau tidur ya, jangan pikirkan hal aneh, aku khawatir kau akan sakit jika terlalu lelah begini." ucap Satria membaringkan tubuh istrinya ke kasur dan menarik selimut tebal itu hingga menutupi sebagian tubuh sang istri


"apa kau akan pergi dari ku?." tanya Adinda melirik Satria


"tidak sayang, aku disini, kau tidur lah, aku akan menemani mu sampai kapan pun." Satria ikut membaringkan tubuhnya didekat sang istri dan mengelus elus lembut pucuk kepalanya, tidak menunggu lama Adinda pun tertidur


satu tetes air mata tiba tiba jatuh begitu saja dari mata Satria, ia melihat istrinya kini sangat lemah dan lelah, bagaimana pun Satria tidak boleh ikutan terlihat lemah, karena hanya Satria yg bisa menguatkan Adinda nantinya


"aku mencintai mu Din." ucap Satria mencium kening Adinda

__ADS_1


__ADS_2