Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
Satria, AWAS!!!


__ADS_3

tak berselang lama suaminya pun datang, Satria segera melawan preman preman tersebut dihadapan istri nya


"Satria!! hati hati!." teriak Adinda, Satria pun sedikit menoleh menatap wajah istri nya dan tersenyum untuk menandakan kalau semua akan baik baik saja


"tetap disitu dan jangan kemana mana." teriak Satria kepada Adinda


para preman itu mengeroyok Satria dengan ramai, sementara Satria hanya melawan mereka sendirian, mungkin kah Satria sanggup???


Bughhh!!! Satria berhasil menendang salah satu preman, dan meninju preman satu nya lagi.


tetapi tiba tiba dari belakang preman ketiga yang lolos dari pandangan Satria berusaha memukul Satria dengan batang kayu, dengan cepat Adinda berteriak dan lari menyelamatkan suami nya


"Satria AWAS!!!!!!!." kata Adinda berlari menghalangi pukulan itu dannn...bughhh


"aaah." perlahan Adinda jatuh dan pingsan


"sayang?!." Satria segera menghadap ke istri nya dengan wajah yang sangat khawatir, ia lupa kalau preman preman tersebut masih ada


"rasakan kau! bughhhh!!!." tinjuan itu melayang satu kali di wajah Satria, namun seseorang datang dengan mengarahkan mobilnya ke arah preman preman tersebut, akhirnya penjahat itu pun lari karena takut


"aaarggh, preman sialan!." gumam Satria mengusap pipi nya kasar kemudian kembali panik dan menggendong istri nya


"Adinda, bertahan lah." kata Satria


"hei!." panggil seseorang, Satria menghentikan langkah nya dan menoleh ke sumber suara


"kau?." gumam Satria


"astaga! Adinda?!!! kita harus membawa Adinda ke rumah sakit secepat nya! ayo!." kata laki laki itu yang tak lain adalah Bryan


"ah tidak usah, terimakasih sudah menolong ku tapi soal ini biarkan aku sendiri yang akan membawa istri ku ke rumah sakit." kata Satria melangkah pergi


"aku tidak bisa diam saja melihat wanita yang ku sukai celaka seperti itu." gumam Bryan mengikuti Satria pergi


di rumah sakit,


"tolong tangani istri ku sebaik mungkin." ucap Satria


"baik tuan, mohon tunggu diluar, saya akan memeriksa nya." ucap Dokter


"bagaimana kau bisa di ganggu oleh preman tadi?." tanya Bryan yang datang tiba tiba

__ADS_1


"hei! kau mengikuti ku?!." ucap Satria


"aku ingin memastikan kalau Adinda akan baik baik saja, setelah kabar itu sampai ditelinga ku, aku akan pergi." ucap Bryan


"memang nya kau siapa? kenapa kau sekhawatir itu dengan istri ku?." ucap Satria


"aku bukan siapa siapa, tapi aku punya hak untuk khawatir kepada siapapun." ucap Bryan


"jangan coba coba untuk ganggu istri ku." ucap Satria menatap Bryan dengan tatapan iblis


"oh tentu saja, aku tidak mungkin mengganggu istri orang lain, selera ku masih sangat baik, tidak pantas rasanya jika aku berusaha menggoda wanita orang." kata Bryan


"bagus, kalau gitu kau pergi sekarang." pinta Satria


"aku akan pergi ketika aku sudah mengetahui keadaan Adinda." ucap Bryan membuat Satria kesal


"tidak perlu kau mengetahui keadaan Adinda." ucap Satria


tiba tiba dokter keluar,


"tuan Satria, nona Adinda sudah sadar di dalam, ia menanyakan anda, silahkan masuk." kata dokter


"yah, seperti nya bahu nona habis kena pukulan benda keras, untung nya pukulan tersebut tidak terlalu parah, jadi keadaan nona Adinda bisa disebut baik baik saja." ucap Dokter


"syukurlah, terimakasih banyak dok untuk info nya." sahut Bryan


"sama sama tuan, kalau begitu saya permisi dulu." ucap Dokter, Bryan pun mengintip Adinda dari jendela, dan langsung pergi


di dalam,


"sayang? kamu gapapa kan? apa yang sakit? aku sudah bilang jangan kemana mana, tapi kau malah melakukan hal itu." ucap Satria mengusap kepala istri nya


"Satria, aku gapapa ko, justru harusnya aku yang tanya, kamu gapapa kan? aku khawatir sama kamu, mereka itu ramai sekali sementara kamu tadi cuma sendiri, belum lagi preman yang di belakang mu itu ingin memukul mu dengan kayu, aku tidak ingin kamu terluka." kata Adinda


"aku lebih takut kalau kamu yang terluka Dinda, aku pernah berkata, kalau aku akan mempertaruhkan nyawa ku demi keselamatan mu." ucap Satria


"tapi aku tidak mau kamu kenapa napa." gumam Adinda


"ya sudah, lain kali aku tidak akan izinkan kamu naik mobil sendiri lagi, karena dengan adanya kejadian ini, aku jadi takut kau terancam bahaya lagi." ucap Satria


"hmm iya aku tidak akan pergi sendiri." sahut Adinda yang kemudian dipeluk oleh suami nya

__ADS_1


aku senang keadaan mu baik baik saja Adinda. gumam Satria


beberapa jam kemudian Adinda sudah diperbolehkan pulang


"sayang, berhubung kau masih sakit, jadi aku akan menggendong mu sampai mobil." ucap Satria


"ih Satria, aku tidak mau ah, rumah sakit itu ramai tau, bagaimana kalau mereka lihat kamu menggendong aku? malu." ucap Adinda


"tidak ada kata malu." jawab Satria segera menggendong Adinda menuju mobil


di luar ruangan ketika pengunjung rumah sakit serta pasien yang ingin berobat melihat kemesraan Satria dan Adinda


"lihat, mereka romantis sekali." gumam orang 1


"waah, sosweat banget sih sampai rela menggendong wanita nya begitu." gumam orang 2


"dulu kita waktu masih muda juga seperti itu ya pak hehehe." kata nenek yang kira kira berumur 70tahun


"sayang? lebih baik aku turun, semua orang membicarakan kita." kata Adinda


"tidak usah dengarkan mereka, sekarang fokus pada dirimu saja." ucap Satria


di mobil, Adinda bersandar kepada suaminya dan sekejap melamun


"hei, mengapa melamun?." tanya Satria


"entah lah, aku hanya sedang berpikir, bagaimana nasib ku tadi jika kamu tidak datang menolong ku, mungkin aku sudah mati dengan pisau yang mereka arahkan pada leher ku." ucap Adinda membuat Satria kaget


"pisau?!." kata Satria


"iya pisau, salah satu dari mereka membekap mulut ku, lalu menodong kan pisau itu ke leher ku, agar aku diam dan tak mengganggu aksi mereka yang sedang asyik mencari cari barang berharga pada mobil mu." ucap Adinda


"aku tidak akan biarkan mereka selamat!." Satria mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang


...


"baik tuan, saya akan bereskan masalah ini, akan saya buat mereka menjemput kematian nya." ucap seseorang di sebrang ponsel


"bagus." Satria mematikan panggilan itu dan fokus pada istri nya


"aku sangat mencintai mu." ucap Satria mencium kening istri nya

__ADS_1


__ADS_2