
setelah puas bermain dengan istri dan anak nya, Satria pun mengajak Adinda untuk pulang, mereka pun segera menuju kediaman Anggara
sesampai nya di kediaman Anggara,
"bagaimana nak? kalian ajak Arkan kemana?." tanya mama Tania
"aku ajak dia ke taman bermain, dia terlihat senang sekali." ucap Satria
"syukurlah, kalau begitu sini mama aja yg gendong Arkan, kalian pasti lelah, Arkan juga pasti ngantuk deh habis main." kata mama Tania
"ya sudah ma, aku sama Adinda ke kamar dulu ya." ucap Satria
"duluan ya ma." kata Adinda dibalas anggukan oleh Tania Anggara
di kamar,,
"kamu mau makan sesuatu?." tanya Satria
"hmm, tidak." jawab Adinda
"lho kenapa? tadi kita belum sempat makan diluar." ucap Satria
"gapapa, aku cuma belum lapar." kata Adinda
"okei, kalau gitu kita nonton tv saja." Satria menduduki kasur dan menyalakan televisi yang berada di hadapan ranjang nya
dengan cara bersamaan, ketika Satria menyalakan tv nya sebuah film horor muncul dengan suara yang mengejutkan, Adinda yang ingin menuju ruang ganti mendadak lari dan lompat ke pelukan suami nya.
"itu apa sih?." kata Adinda menunduk ke arah dada bidang suaminya
"itu hanya film horor, masa gitu aja takut sih." ucap Satria
"bukan takut, aku tuh kaget, lagian kamu kenapa nyetel nya film horor?." ucap Adinda dengan mata sinis
"hahahah, aku tidak sengaja sayang, waktu aku nyalakan tv nya dia sudah muncul begitu saja." jelas Satria
"ya sudah ganti cepetan!." pinta Adinda
"iya iya aku ganti." Satria pun mengganti chanel tv tersebut seraya membuka pakaian nya, kemudian Adinda segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya
waktu Adinda sudah berada di dalam ruang ganti, Satria berniat jahil untuk mengganti kembali tv nya dan membesarkan volume film horor tersebut agar terdengar oleh istri nya
"hihihihi." suara dari film tersebut
__ADS_1
"Satria!!!!." teriak Adinda seraya menimpuk sebuah high heels milik nya ke arah pintu
"wuhh, kau ini ya benar benar hahaha." Satria mematikan tv nya dan menuju pintu ruang ganti
kreeekkk...
"sayang?." kata Satria memegang bahu Adinda
"ih! kamu tuh ga udah udah bikin aku kaget." ucap Adinda
"kaget apa takut?." tanya Satria meledek
"terus deh!." Adinda menatap sinis
"sssttt diam." Satria menyentuh bibir Adinda dengan telunjuk nya
seketika Adinda pun terdiam, ia menatap suami nya lekat lekat kemudian berkata..
"jangan buat aneh aneh di sini." kata Adinda
"kau tau dari mana aku mau aneh aneh pada mu?." tanya Satria
"kau pikir aku bodoh? tatapan mu saja sudah mengartikan hal tersebut." kata Adinda
"jangan menatap ku begitu!." ucap Adinda
"lalu bagaimana?." tanya suami nya
Satria mulai memajukan wajah nya untuk mengecup bibir sang istri, namun tiba tiba...
tok...tokkk..tokkk
Adinda segera membuang wajah nya menghadap pintu
"argh sial!." gumam Satria
"sudah lah, tak perlu dilanjutkan." Adinda segera bangun dan keluar dari ruang ganti, ia langsung membuka kan pintu kamar nya
"malam nona, makanan sudah siap, tuan besar dan nyonya sudah menunggu anda di bawah." ucap Desi
"oh baik lah, aku dan suami ku akan segera ke sana." ucap Adinda tersenyum
__ADS_1
"siapa?." tanya Satria dengan wajah malas
"Desi, cepat pakai baju mu, mama dan papa sudah menunggu kita untuk makan malam." ucap Adinda
"huh ya baik lah." Satria mengenakan baju tidur nya dan segera menuju ke bawah tanpa menunggu Adinda lagi
dibawah,
"kenapa wajah mu seperti itu?." tanya Tio Anggara
"iya, ada apa nak?." ucap Tania
"tanya saja pada menantu kalian, wajah ku ini kenapa." ucap Satria malas
"Adinda, suami mu kenapa?." tanya mama Tania kepada Adinda yang baru saja datang
"oh entah lah." jawab Adinda sengaja agar membuat suaminya jengkel
"argh! kau!!." Satria menginjak lantai itu dengan keras seperti anak kecil yang sedang merengek meminta sesuatu
"lho? kalian kenapa sih?." tanya Tania bingung
"itu lho ma, dia tuh tadi belum mau makan tapi sudah aku paksa untuk turun ke bawah karena mama dan papa menunggu." jelas Adinda tambah membuat Satria kesal
"kauuuuu!!!." Satria segera mengecup dan melumut bibir istri nya secara terang terangan di hadapan Tio & Tania Anggara
"mmph."
"tutup mata mu." ucap Tio menutupi mata Tania dan mata nya sendiri
Adinda langsung memukul mukuli Satria yang sedang gila itu
"kau gila!." kata Adinda memukul bahu suami nya
"apa nya yang gila? seorang suami wajar saja mencium istri nya." kata Satria
"tapi tidak di depan orang tua mu." ucap Adinda sinis
"hei Tio? mengapa kau menutup mata ku?." ucap Tania
"ah ya maaf, karena kalau tidak di tutup kau akan iri dan mendadak ingat dengan masa lalu kita, kita ini sudah tua tidak usah melihat hal hal seperti itu." ucap Tio Anggara
"benar benar kau Tio!." ucap Tania mencubit cubit tangan suami nya sehingga Tio Anggara merasa kesakitan dan Adinda juga Satria tertawa bersama
__ADS_1
"hahahahaa."