Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
mengajak ke butik


__ADS_3

sesampai nya di rumah Adinda segera dituntun memasuki kamar oleh suami nya


"Adinda? kamu sudah pulang." ucap Tania


"sudah ma." balas Adinda tersenyum


"maafkan mama ya tidak bisa datang menemui mu di rumah sakit tadi." kata Tania kepada menantu sekaligus anaknya


"ah tidak apa apa ma, lagi pula aku hanya sebentar di sana, mama jangan khawatir ya." kata Adinda


"lekas sembuh ya sayang, lain kali kau harus hati hati, tapi mama juga ingin berterimakasih pada kamu karena sudah menolong anak mama." ucap Tania tersenyum


"jangan berterimakasih ma, tidak ada istri yang diam saja ketika melihat suami nya ingin di habisi oleh seseorang." ucap Adinda


"kamu memang wanita yang baik, mama sangat beruntung menemukan kamu." ucap Tania


"aku ke kamar ya ma, badan ku masih agak sedikit sakit, hanya butuh berbaring saja." ucap Adinda pamit


"iya, selamat istirahat ya nak." kata Tania


"aku duluan ma." kata Satria


di kamar,


"dah, kamu tiduran di sini ya, kalau butuh apa apa jangan lakukan sendiri, tapi panggil aku." ucap Satria


"iya sayang, terimakasih ya." kata Adinda


di tempat Bryan.


"bagaimana ya Adinda? apakah dia sudah ada di rumah nya? atau masih ada di rumah sakit? rasanya aku sangat khawatir." kata Bryan


"apa tidak sebaiknya tuan kunjungi saja rumah nona itu?." ucap supir


"tidak semudah yang kau bayangkan, dia sudah memiliki suami, dan suami nya terlihat sangat mencintai Adinda sampai sampai tidak terima jika ada yang mendekati istri nya." kata Bryan


"hmm begitu ya tuan, tapi apa tuan mulai jatuh cinta pada nona itu?." tanya supir


"apa kau berhak mengetahui hal ini??? tidak kan, jadi jangan bertanya." kata Bryan membuat supir nya diam


setelah Bryan sampai di kediaman nya, dia mendapati pesan dari salah satu rekan bisnis nya


"kepada tuan Bryan, dengan hormat saya mengundang anda untuk datang ke pesta pernikahan putri saya Odelia, yang akan segera dilangsungkan 2hari ke depan, saya tunggu kedatangan anda."


"2hari ke depan ya? hmm ya, aku rasa aku bisa datang ke sana, lagi pula hal itu bisa membuat ku melupakan sedikit tentang Adinda." gumam Bryan


pukul 19.00 dikediaman Anggara


"Adinda? kamu dimana sayang?." panggil Satria mencari cari keberadaan istri nya

__ADS_1


"Adinda?!." panggil Satria lagi, Satria segera keluar kamar dan terus memanggil nama istri nya


"Satria? kenapa kamu memanggil manggil nama ku begitu?." ucap Adinda secara tiba tiba


"ya ampun, kamu dari mana aja? badan mu masih sakit lho, jangan banyak bergerak." kata Satria mengkhawatir kan keadaan istri nya


"Satria, aku gak apa apa ko, badan ku udah gak sakit, lagi pula kalau tiduran terus di kasur ga baik." kata Adinda


"iya tapi kan kau belum pulih betul." ucap Satria


"aku gapapa Satria." ucap Adinda lagi


"terus kamu disini sedang apa?? aku cari kamu ke mana mana." kata Satria


"aku sedang membuat makanan untuk mu, ini kan sudah malam, jadi kau harus makan." ucap Adinda


"kan ada Desi sayang yang bisa membuat makanan itu, kau istirahat saja ya?." ucap Satria


"istri kamu itu aku, bukan Desi, apa kamu mau terus menerus di layani oleh dia?." sahut Adinda mulai cemberut


"bu-bukan begitu, ya sudah gapapa kamu siapin aku makan, tapi aku temani kamu." ucap Satria


"iya iya kau temani aku." ucap Adinda


setelah siap semuanya mereka makan bersama sama di ruang makan.


"ada apa pa? ko kelihatan serius sekali?." ucap Adinda, sementara Satria hanya melirik papa dan mama nya dengan tatapan bingung


"besok pagi, mama dan papa akan kembali ke Singapura." ucap Tio


"ada apa pa? kenapa tiba tiba seperti ini?." ucap Satria


"tidak ada apa apa nak, pekerjaan papa sudah menumpuk dan itu harus segera di selesaikan, papa harap kalian berdua bisa saling menjaga satu sama lain, terutama kamu Satria, papa mohon jangan pernah lakukan kesalahan lagi pada istri mu, dia adalah wanita yang baik, dan lebih pantas di bahagiakan dari pada di sakit kan." ucap Tio


"iya pa, Satria akan menjaga istri Satria dengan baik, besok aku akan mengantar papa dan mama sampai bandara." ucap Satria


"tidak perlu nak, mama dan papa sudah sepakat untuk berangkat tanpa diantar oleh kamu, jaga saja Adinda, kasihan dia di rumah jika kamu tinggal." ucap Tania


"ma, gapapa ko Satria mengantar kalian sampai bandara, aku kan ada Arkan dan Desi." ucap Adinda kepada mama mertua nya


"tidak perlu sayang, sekarang kita lanjutkan makan nya ya." ucap Tania, kemudian mereka semua menyantap makanan nya masing masing


ketika semua nya selesai, mereka mulai masuk ke kamar nya masing masing


"Satria, lebih baik besok kamu bantu mama dan papa ya untuk ke bandara, aku gak mau mereka berangkat sendiri." ucap Adinda


"sayang, mama benar, kalau aku mengantar nya lalu kamu di rumah sama siapa? aku tidak ingin meninggalkan istri ku sendiri, aku takut kamu kenapa napa." ucap Satria


"tapi Sat..."

__ADS_1


"sssstttt, sudah, jangan bicarakan itu lagi ya, kau harus dengarkan apa kata suami mu, kau istri ku kan?." ucap Satria seraya menaruh jari telunjuk nya di bibir Adinda


"hmm iya, baiklah." kata Adinda menurut


.


.


.


.


keesokan nya,


mama dan papa sudah pergi ke bandara, sementara Adinda masih tertidur di kamar


"rasanya tenang sekali memandangi wajah mu saat lagi tertidur seperti ini." gumam Satria mengelus pipi Adinda pelan


"maafkan aku ya sayang, aku belum bisa menjadi laki laki yang baik di hidup mu, aku selalu membuat mu susah dan sengsara, jujur, aku sangat malu ketika mengingat semua hal yang pernah menyakiti dirimu." gumam nya lagi


"hmmm." gumam Adinda yang masih memejamkan mata


"sayang? kamu sudah bangun kah?." tanya Satria


"Sa-Satria?." gumam Adinda membuka mata nya perlahan


"mama sudah berangkat ya?." kata Adinda segera duduk menatap suaminya


"sudah dari tadi pagi, kau tidur pulas sekali, mereka tidak tega membangunkan mu." ucap Satria, wajah Adinda mendadak sedih mendengar mama dan papa nya sudah pergi


"kamu kenapa sayang?." tanya Satria


"kira kira mama kapan kembali lagi kemari Sat?." tanya Adinda serius


"entah lah, kau sedih ya mama dan papa pulang?." ucap Satria


"hmm, mereka tidak membangunkan ku tadi, padahal aku ingin sekali meluk mama." ucap Adinda


"peluk aku saja hahaha." sahut Satria membuat Adinda mendadak senyum malu


"nanti kita ke butik langganan ya, kita akan membeli sesuatu di sana." ucap Satria


"untuk apa?." tanya Adinda


"hadiah pernikahan putri rekan bisnis ku." ucap Satria


"kapan acara nya Sat?." ucap Adinda


"besok sayang, kau akan pergi dan menjadi pasangan ku." ucap Satria tersenyum pada istri nya

__ADS_1


__ADS_2