
WARNING!! CERITA INI KHUSUS 18++
Selain itu silahkan di skip, mohon kerja sama nya😊
.
.
.
.
.
.
di dalam kamar, Reno membaringkan tubuh mungil Adinda ke atas ranjang, ia melihat Adinda dengan penuh gairah, tatapan nya seperti siap ingin menerkam mangsa
tak sabar, Reno pun membuka satu per satu dress yang Adinda gunakan, ia juga menarik CD Adinda dan memasukan mr.P nya kedalam rumah tersebut
"aaah." lenguh Adinda pelan membuat gairah Reno semakin memuncak
lagi dan lagi Reno memainkan aksi tersebut, sesekali ia meremas kuat dada wanita dihadapan nya, hingga ia mempercepat ritme permainan itu
"aaaghhh..ahh." desahan desahan kecil pun selalu muncul dari bibir kecil Adinda, dengan kekuatan luar biasa itu Reno melumut habis bibir wanita yg ia bawa
💧
ke esokan hari, Reno bangun dan melihat sekeliling nya
__ADS_1
"dimana ini?." tanya Reno
semalam kalau tidak salah aku membawa Adinda ke pesta teman ku, lalu apa yang terjadi?. batin Reno
Reno melihat ke samping dan mendapati Adinda yg tidak memakai sehelai benang pun di tubuh nya, ia juga melihat noda noda merah yang terukir jelas di seluruh tubuh sexy Adinda
"apaa?!." gumam Reno
"apakah semalam aku melakukan nya?! lalu apa aku terlihat sangat ganas sampai sampai noda ini sangat banyak dan membekas jelas di tubuh nya?." gumam nya lagi
selang beberapa menit Adinda pun ikut terbangun, ia merasakan sakit di area V nya karena memang benar semalam Reno memasukkan nya dengan kasar.
"aagh." lenguh Adinda lagi ketika menggerakkan kaki nya
saat mengangkat selimut, ia tersadar bahwa diri nya tidak memakai sehelai benang sedikitpun
"aaaaaaaaaaaaa!!!!!!." teriak Adinda
"diam, jangan berteriak." ucap Reno
"ka-kauuu..hiiiksss..hikksss." Adinda mulai menangis
"sudah aku bilang diam! jangan coba coba kau menangis." kata Reno membentak
"kau jahat!!! hikss hikssss." kepala Adinda mulai tertunduk, air mata nya membanjiri seluruh wajah cantik nya
Reno memeluk Adinda dengan erat, dan mengatakan maaf
"maafkan aku." kata Reno seraya mengelus elus rambut Adinda
__ADS_1
"hikkkssss..hikss."
"sudah jangan menangis, aku minta maaf karena sudah lancang melakukan nya, kau harus tau kalau aku sangat mencintai mu Din." jelas Reno
Adinda melepaskan pelukan itu dan menatap Reno dengan tajam
"apakah mencintai seseorang harus seperti ini?!!! hikss." kata Adinda
"aku tidak sengaja, ini semua di luar kesadaran ku." sahut Reno
plakkkkk!
sebuah tamparan melayang tepat pada sasaran
"keterlaluan! sahabat kata mu?! tidak ada seorang sahabat yang tega menodai sahabat nya sendiri! hikss." Adinda bangun karena ingin segera pergi ke toilet dan keluar dari kamar itu, namun Reno menahan nya dengan memeluk tubuh Adinda dari belakang
"Din aku minta maaf, aku tau aku salah." kata Reno
"lepaskan, aku tidak seharusnya percaya kalau kamu adalah sahabat ku! kalian semua berbohongggg!." Adinda mengelap air mata nya dan pergi ke kamar mandi tanpa memperdulikan Reno
di kamar mandi Adinda terus menangis seraya mengingat ingat kejadian itu, tiba tiba kepalanya merasa sangat sakit karena hal yang sama seperti pernah terjadi namun dengan orang yang berbeda.
"aaaaarggggghhh." pekik Adinda memegangi kepala nya
pandangan Adinda mulai kabur, sekeliling nya sudah mulai gelap, daaaannn....
brukkkk
Adinda terjatuh pingsan di dalam kamar mandi tersebut, Reno yg mendengar suara itu pun segera memasuki ruang kamar mandi dan melihat Adinda tergeletak tanpa busana di lantai
__ADS_1
"Dindaaa?!!!." Reno menghampiri nya dan menggendong Adinda ke atas kasur