Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kebodohan Satria


__ADS_3

dikediaman anggara..


terdengar suara ketukan pintu yang sangat keras, Desi yang mendengarnya segera membuka kan pintu tersebut


"dimana istri tuan kamu?." tanya Sheira


"ada perlu apa dengan nona Adinda?."


"saya ada urusan penting dengan nya, jadi cepat panggilkan dia untuk menemui saya disini." kata Sheira


"baik nona." Desi menuju kamar Adinda dan memberitahu bahwa ada seorang wanita yang menunggu nya di ruang tamu.


Adinda keluar dari kamarnya dan menemui wanita itu.


wanita ini?? bukan kah dia yang menghampiri suamiku di restoran kemarin?. pikir Adinda


"kamu Adinda kan?." tanya Sheira


"ya betul, ada perlu apa?."


"kau tau aku ini siapa?."


"aku tau, kau wanita yang kemarin menghampiri kami saat makan." ucap Adinda


"benar, dan aku ingin memberi tahu kamu bahwa sebelum kamu menjadi istri Satria, aku lah wanita pujaan nya."


"aku tidak perduli, bagiku saat ini kau hanyalah masa lalu nya." balas Adinda acuh tak acuh


"sombong sekali, apa kau tau saat kemarin suami mu mengejar ku dia mencium lembut bibir ku?." kata Sheira sengaja membuat Adinda terbakar oleh api cemburu


apa benar Satria mencium nya?. batin Adinda


"mana mungkin suamiku melakukan nya."


"dia tak akan mencium ku seperti itu jika dia sudah melupakan ku, hal itu mengartikan bahwa rasa cintanya pada ku masih tetap tumbuh." jawab Sheira


"tidak! tidak mungkin suamiku masih mencintai mu! dia hanya mencintai ku, pergi kamu dari sini, PERGI!!!!!!!." Adinda berteriak, membuat Selin dan Desi keluar melihatnya

__ADS_1


"nona, anda tidak apa apa?." tanya Desi


"Sheira?" panggil Selin


"hai Selin, sudah lama kita tidak berjumpa."


"untuk apa kau kemari? jangan pernah coba menganggu istri sepupuku!."


"aku tidak mengganggu nya, aku hanya memberitahu dia kalau kemarin suami nya mencumbu ku dengan mesra, kau taukan? Satria tidak akan melakukan hal itu jika dia sudah tidak mencintai ku." kata Selin penuh percaya diri


plakkkk


tamparan Selin kini melayang pada wajah Sheira.


"sekian lama kau pergi meninggalkan Satria, lalu sekarang saat dia sudah memiliki pengganti yang jauh lebih baik dari mu tapi kau berusaha menghancurkan nya." kata Selin


"kau menamparku?! awas saja kau Selin." Sheira berlalu pergi meninggalkan rumah itu dengan rasa malu karena sebuah tamparan yang Selin berikan


"Adinda, jangan dengarkan dia, aku yakin Satria tidak mungkin seperti itu." kata Selin membantu Adinda untuk beristirahat dikamar


"benar apa yang dikatakan wanita itu, jika suami ku tidak mencintainya lagi maka dia tak akan mencium nya dengan lembut, tapi apa benar suami ku melakukan hal tersebut kepadanya?." gumam Adinda


baru saja aku mencoba memaafkan mu, tapi justru aku tersakiti lagi.


Adinda memasuki kamar mandi, dan membasuh wajahnya, air mata nya terus menderai, lalu ia mengisi bathtub dengan air hangat dan berendam didalam nya, Adinda menenggelamkan kepalanya didalam air


tidak lama Satria kembali ke rumah, karena ingin menemani istrinya


ia menanyakan Adinda pada Desi, dan Desi menjawab bahwa Adinda sedang berada dikamar nya.


saat Satria membuka pintu kamar, tidak terlihat keberadaan istrinya disana, tapi ketika pintu kamar mandi dibuka, ia melihat Adinda berada didalam air


"Adinda!!." teriak Satria


Satria mengangkat kepala Adinda, dan mengguncang guncang kan tubuhnya.


"kau ini apa apaan?!!." ucap suaminya dipenuhi rasa khawatir dan linangan air mata

__ADS_1


"tolong jangan hancurkan hidupku." balas Adinda lemah tak berdaya


Satria menggendong istrinya keluar dari kamar mandi dan membaringkan nya diatas kasur


"Selin!!!!!." panggil Satria keras


"ada apa Satria?." jawab Selin yang berlari menemui sepupunya


"apa yang terjadi dengan istriku?! mengapa bisa dia ingin membunuh dirinya sendiri didalam air?!!!!!."


"apa?! aku bahkan tidak tahu jika Adinda berbuat nekat seperti itu."


"ini karena kamu lalai menjaga nya!!!!." jawab Satria


"jaga mulut mu! kau tidak seharusnya menyalahkan aku disini, kau yang salah!!!! kau yang buat istri mu seperti ini!!!!." sahut Selin


"apa yang salah dari ku?! katakan!!."


"apa yang kamu lakukan pada Sheira?!."


perkataan Selin sontak membuat Satria berfikir mundur, dimana waktu dia mencium lembut bibir Sheira


"Satria!! jawab pertanyaan ku, apa yang kamu lakukan terhadap wanita itu?!!!."


"aku khilaf, aku terlalu merindukan sosoknya." jawab Satria memukul mukul kepalanya


"kau tau? Sheira datang kesini, dan mengatakan hal tersebut pada Adinda!! wanita itu mencoba menghancurkan istri mu Sat!!!."


"jadi Sheira datang dan mengatakan semuanya????!!! mungkin itu alasan kenapa istriku mencoba menenggelamkan dirinya didalam bathtub."


"Satria, aku mohon.. tolong jangan biarkan istrimu hancur, kau sudah hampir kehilangan dia, Adinda sudah banyak mendapatkan masalah dalam hidupnya, jadi kau harus berusaha membahagiakan nya Satria." Selin memohon


"aku akan pindah ke apartemen ku membawa Adinda, kau tetap disini dan memastikan bahwa Sheira tidak tahu kemana aku pergi."


"bukan hanya membawa Adinda pergi, tapi kau juga harus melupakan masalalu mu pada Sheira, kau sungguh laki laki yang sangat bodoh jika membiarkan istrimu terluka demi wanita yang dulu pernah singgah di hidupmu tanpa memberi suatu kebahagiaan."


Satria tidak menghiraukan perkataan Selin, dia hanya kembali mendekap Adinda dan membelai rambut nya dengan sangat lembut.

__ADS_1


__ADS_2