Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
Memohon dengan syarat


__ADS_3

"Jika itu benar, aku akan pastikan keluargaku membebaskan Greg." Balas Agatha.


"Aku beri waktu dua hari, jika dalam waktu itu kau tidak bisa mengeluarkan Kakakku dari penjara, maka keluargamu harus membayar mahal semua ini." Leonard pergi setelah mengancam Agatha sampai gemetar.


"Greg ? kau sungguh dipenjara ?." Tak sadar dirinya menangis.


"Agatha ! aku mencarimu kemana-mana." Jeremy datang dan melihat Agatha menangis.


"Ada apa ? kenapa menangis ? apa seseorang menyakitimu ?." Jeremy sangat khawatir, dia menemukan Agatha karena ponsel yang diberikan pada anak itu sudah disambungkan lokasi secara otomatis dengan ponsel Jeremy.


"Apa yang kau tahu soal Greg ?." Pertanyaan Agatha membuat Jeremy diam.


"Jawab aku, jangan diam !." Agatha menjerit.


"Hei, aku benar-benar tidak tahu apa yang kau bicarakan. Ayo sekarang tenangkan dirimu, kita duduk dan bicara." Pinta Jeremy hendak memegang tangan Agatha.


"Jangan sentuh aku ! aku yakin kau tahu soal ini ! kenapa kau bohong ?." Agatha menangis.


"Agatha, dengarkan aku baik-baik.."


"Hentikan Jeremy ! aku sangat marah padamu." Ia melangkahkan kaki untuk pergi dari pria dihadapannya, namun Jeremy menahan.


"Aku minta maaf, tolong jangan marah padaku seperti ini." Kata Jeremy.


"Jadi aku benar ? kau tahu segalanya ?!." Agatha tertawa sambil mengeluarkan air mata.


"Aku hanya..."


"Hanya apa ?! hanya ingin aku terlihat bodoh ?!!!." Jeremy menggeleng, kemudian mencium bibir Agatha.


Agatha sama sekali tidak kepikiran kalau Jeremy akan menciumnya.


"Mungkin hari ini akan menjadi kesempatan terakhir untuk bisa bersamamu, jadi tolong biarkan kali ini saja aku menunjukkan bagaimana perasaanku." Agatha mengerti maksud dari ucapan Jeremy barusan.


"K-kau ?."


"Aku jatuh cinta padamu Agatha, dan aku salah besar." Jeremy tak kuasa menahan segala emosi.


"Aku salah karena membiarkan perasaanku berjalan dengan sendirinya." Agatha melihat ketulusan dimata Jeremy.


"Sejak kapan kau mencintaiku ?." Tanya Agatha.


"Sejak hari ini aku baru menyadarinya, aku sangat takut kehilanganmu." Kata Jeremy.


"Kau bercanda ? kenapa bisa mencintaiku ?." Agatha bingung.


"Kau lihat rumahku ? aku tidak mungkin membelinya jika hanya hidup sendiri, dulu ada ibuku. Dia satu-satunya wanita yang paling aku cintai, lebih dari apapun. Tapi saat dia meninggal, hidupku hancur, tak ada lagi kebahagiaan murni yang aku rasakan. Melihatmu, memelukmu, mencium aroma wangimu, semuanya mengingatkan aku tentang ibu. Kau mirip dengannya. Lalu kebahagiaan sesungguhnya datang saat kau hadir di duniaku." Jeremy menunduk lemah.


"Jeremy, aku tidak tahu apa yang kau rasakan jika kau tak bicara soal ini padaku." Agatha tidak tega jika meninggalkan Jeremy pergi.


"Kau pasti sangat hancur karena kehilangannya." Agatha memeluk Jeremy lagi.


Mengusap bahunya, menenangkan pria itu dengan segala cara.


"Maafkan aku." Jeremy mencium Agatha lagi, dan membiarkannya larut dalam cinta yang dalam.


Setelah keduanya sama-sama tenang, mereka kembali ketempat pakaian dan membayar semua pakaian itu.

__ADS_1


"Jeremy, aku harus pulang." Mendengar itu Jeremy menoleh dan menghela nafas panjang seolah sudah mempersiapkan hatinya untuk mengikhlaskan Agatha pergi.


"Aku antar kamu sampai rumah." Kata Jeremy.


"Makasih untuk hari ini, kau melakukannya dengan baik." Agatha memegang tangan Jeremy untuk memastikan pria itu kuat.


Setibanya dikediaman Anggara, Jeremy mengantarkan Agatha masuk kedalam rumah. Semua orang tersenyum melihat kehadirannya.


"Kau kembali dengan cepat." Kata Arkan.


"Tidak usah banyak basa-basi, aku datang kesini menurunkan harga diriku untuk memohon dengan sangat, khususnya padamu Tuan Arkan." Semua orang tak percaya kalau Agatha bicara seperti itu.


"Kau ini bicara apa ?!." Arkan menatap Adiknya.


"Bebaskan Greg ! lepaskan dia, Greg sama sekali tidak bersalah dalam hal ini. Aku yang tahu ! aku yang lihat, dan aku yang merasakan kecelakaan itu." Kata Agatha menekankan.


"Berhenti menyalahkan Kakakmu, karena yang memenjarakan Greg adalah Ayah." Ucap Satria, Agatha menoleh tak percaya.


"Ayah ? kau sampai berbuat sejauh ini hanya karena terhasut pada ucapan gila putramu ?." Satria menampar Agatha.


PLAKKKKK !


"Mas !!!." Adinda berteriak.


"Ayah benci anak yang tidak sopan !." Jeremy terkejut melihat Satria menampar wajah Agatha sampai anak itu terdiam.


"Maaf sebelumnya, aku rasa tidak perlu memakai kekerasan seperti ini apa lagi Agatha adalah wanita." Kata Jeremy.


"Iya Ayah ! kau tidak seharusnya menampar Agatha." Arkan berusaha memperhatikan wajah Adiknya yang merah.


"Sudah Nek jangan mendengarkan apa yang Agatha bilang tadi, kita masuk saja kedalam kamar ya." Selina mengajak Tania masuk ke kamarnya.


"Mas, sebaiknya kita bebaskan Greg sebelum Agatha semakin jauh dari kita." Adinda memohon.


"Tidak, kalau kita membebaskan Greg, anak ini akan semakin kacau ! bahkan bisa berulang kali celaka !." Kata Satria.


"Haha, apa tidak ada lagi orang yang mendengarkan aku disini ?." Agatha kesal.


"Ayah akan mengeluarkan Greg dari penjara dengan satu syarat." Kata Satria.


"Apa syaratnya ?." Tanya Agatha.


"Kau harus menikah dengan pria disebelahmu." Lagi-lagi semua orang tercengang.


"Kau tidak perlu melakukan itu Agatha, Ayahmu hanya..." Adinda sangat khawatir.


"Diam ! ini permintaanku, jika kau ingin Greg bebas maka menikahlah." Agatha diam.


'Aku hanya punya waktu dua hari, jika Greg tidak segera bebas maka Adiknya akan membuat perhitungan besar pada keluargaku.'


"Kenapa harus dengan syarat seperti itu ??!! Ayah tau berapa umurku ?!!!." Kata Agatha.


"Tidak mungkin seorang Ayah lupa pada umur putrinya, pikirkan saja baik-baik karena pilihan ada di tanganmu." Satria berbalik hendak menuju kamarnya.


Agatha memejamkan mata seraya berpikir, lalu mengeluarkan air mata sambil meyakinkan diri.


"Baik ! aku akan menikah dengan Jeremy. Tapi bebaskan Greg sekarang !." Jawaban Agatha membuat langkah kaki Satria terhenti.

__ADS_1


"Ayah ! kau harus pikirkan masa depan Agatha." Arkan khawatir pada Adiknya.


"Agatha masih mempunyai masa depan walaupun dia menikah nanti." Ucap Satria.


"Dan Ayah akan mencabut tuntutan pada Greg saat kalian selesai menjalankan pernikahan." Kata Satria.


"Aku akan menikah hari ini, tidak perlu pesta yang megah." Jeremy tak percaya.


"Agatha, kau tidak boleh mengambil keputusan sembarangan begini." Ucap Jeremy.


"Kau mencintaiku kan ? aku yakin tidak salah mengambil keputusan." Agatha menatap pria disebelahnya.


"Pernikahan bukan main-main." Kata Jeremy.


"Dan aku tidak pernah main-main pada ucapanku." Mendengar keseriusan Agatha, Satria pun sibuk mengurus semua kebutuhan pernikahan putrinya.


Acara akan dilangsungkan sore ini juga.


"Sayang, kamu tahu kan bahwa pernikahan itu bukan permainan ? kau tidak bisa sembarangan menikah pada laki-laki yang tidak mencintaimu." Kata Adinda menasehati.


"Jadi ? kalau aku harus mencari laki-laki yang mencintaiku, apa kalian setuju menikahkan aku dengan Greg ?." Adinda terdiam, tak tahu harus jawab apa.


"Baiklah, Bunda percaya pada keputusanmu. Bunda harap kau tidak akan menyesal."


Sore-sorenya, seluruh keluarga sudah siap untuk menyaksikan pernikahan Agatha.


"Agatha, masih ada kesempatan untuk kita membatalkan pernikahan ini." Jeremy takut Agatha menyesal.


"Aku tidak akan membatalkan pernikahan kita, apapun yang terjadi." Tekad Agatha benar-benar sudah bulat.


Tiga puluh menit kemudian, pernikahan selesai. Hari ini Agatha sudah sah menjadi istri Jeremy.


'Ini seperti mimpi, aku justru menikah dengan Agatha, bukan Marry.'


"Sekarang tepati Janji Ayah untuk membebaskan Greg." Satria langsung menghubungi polisi dan mencabut semua laporannya.


..


"Anda kami bebaskan." Greg terkejut dan bahagia.


"Aku sudah bilang kalau kasus ini tidak ada hubungannya denganku." Katanya bangga.


"Tuan Satria mencabut laporannya, dan anda berhak bebas." Jawab Polisi.


"Mencabut laporan ? apakah Leonard berhasil membantuku ?." Greg segera pulang kerumah dan menanyai hal ini pada Adiknya.


***


"Akhirnya kau pulang." Leonard memeluk Greg.


"Apa semua ini rencanamu ?." Kata Greg.


"Aku bicara empat mata pada wanitamu, dan meminta dia untuk memohon atas kebebasanmu. Mungkin ini hasilnya." Kata Leonard.


"Agatha sudah pulih ? apa artinya hubunganku sekarang sudah direstui ?." Greg tersenyum senang.


"Besok aku akan menemui Agatha."

__ADS_1


__ADS_2