
"sudah jangan menangis lagi, sekarang kita kembali ke ruangan istriku, dia pasti menunggu kedatangan mu." ucap Satria
Selin hanya mengangguk
sampai nya di ruangan Adinda, Tio Anggara orang paling pertama yang menyambut Selin
"halo Selin bagaimana kabar mu?." tanya Tio
"iya nak bagaimana kabar mu?." Tania ikut membuka suara
"aku baik ko yah, kalian gimana?." jawab Selin diiringi senyum paksa
"kita baik."
"kak Selin, aku dari tadi menunggu mu."
"ah iya maaf ya aku terlambat, aku tadi.." Selin terlihat gugup menjelaskan nya lalu Satria membantu Selin
"dia pasti tata rias dulu, biasa dia kan lama kalau soal seperti itu."
"hehehe." Selin hanya tertawa kecil
"aku sudah tidak sabar deh ingin segera pulang." kata Adinda bersemangat
"iya sayang tidak lama lagi kau akan pulang." sahut Satria mendekati istrinya
"mama juga tidak sabar ingin cucu mama cepat besar, hahaha."
ucapan Tania membuat seisi ruangan ikut tertawa
"ah mama, aku aja baru melahirkan nya, masa mau langsung besar aja." jawab Adinda diiringi canda
"papa tinggal tunggu cucu perempuan nih.."
__ADS_1
"iya pa, nanti aku buatkan lagi cucu perempuan untuk papa." kata Satria dengan rasa percaya dirinya
sontak ucapan Satria membuat Adinda menjadi malu dan menepuk bahu suaminya.
"apa sih sayang??." ucap Satria meledek
"Satria, jangan gitu aku malu tau." balas Adinda mengecilkan volume suaranya
"tidak usah malu mereka pasti mengerti."
"hahaha." tawa mereka semua bersamaan
***
ditempat Jonatan, ia sedang kebingungan bagaimana caranya menjelaskan kepada Selin
dia terus mencoba menghubungi Selin tapi tidak diangkat angkat, pesan nya pun tak dibalas balas.
"Selin, seandainya kamu tau bahwa aku benar benar jatuh hati pada mu." gumam nya didalam mobil
Jonatan mengirim pesan terus menerus ke Selin
Selin, aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyakiti mu, kau harus tau kalau aku benar benar sayang pada mu.
- Jonatan
3menit kemudian masih tidak ada balasan juga
Selin tolong baca pesan ku, kita harus bertemu, maka aku akan jelaskan semuanya, aku mohon Selin.
- Jonatan
sampai malam tiba pun pesan Jonatan tidak dibalas sama sekali
__ADS_1
💢
aku tidak tahu harus percaya atau tidak, yang jelas pembicaraan mu dengan Satria tadi siang membuat ku cukup sakit Jonatan. batin Selin
ia membaca seluruh pesan pesan yang dikirim oleh Jonatan
mata Selin memerah dan menangis lagi, ia tidak sanggup, bahkan berkata apapun saja dia tak bisa, hanya ada kecewa yg tumbuh dalam hatinya
2hari kemudian...
Adinda beserta bayi nya sudah dibolehkan pulang oleh dokter, hatinya sangat senang apalagi dengan ada nya Arkan sekarang
"kau bahagia sayang?." tanya Satria
"bahagia sekali." sahutnya
"ya sudah ayo kita pulang sekarang, kamu sama istri kamu, mama dan papa sama Selin." ucap Tania Anggara
"ya sudah ma, hati hati ya."
"kalian juga hati hati, jaga istrimu dan anakmu."
"tenang saja ma, jangan khawatir, aku selalu menjaga nya."
mereka menuju loby dan menaiki mobilnya masing masing
sesampai nya di kediaman Anggara, Desi dan Romi menyambut kedatangan mereka
"selamat datang tuan, nona, tuan besar dan juga nyonya." kata Romi dan Desi bersamaan
"saya sudah siapkan makanan untuk tuan tuan, dan nyonya." ucap Desi
"terimakasih." balas Adinda
__ADS_1
mereka semua masuk ke dalam rumah dan beristirahat di kamar masing masing