
setelah beberapa jam, Satria pun sampai di tempat yang ia tuju.
Desi keluar dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam villa tersebut, sedangkan Satria sibuk membangunkan istri nya yang terlelap.
"sayang, bangun, kita lanjut lagi di dalam tidur nya." ucap Satria
"Adinda, bangun sayang." kata nya lagi
"hmmm, sudah sampai mas?." kata istri nya
"sudah, ayo turun, atau mau aku gendong?." tanya Satria
"enggak mas, ya sudah ayo turun." Adinda pun membuka pintu mobil dan segera merangkul pinggang suami nya dengan mata yang masih sangat lelah.
sementara Satria merangkul pundak sang istri dan membantu nya berjalan memasuki villa.
"hati hati, nanti kau tersandung." kata Satria, saat mereka memasuki ruang pertama, para pelayan yang sudah tersedia di sana menyambut mereka dengan sopan dan hormat.
"selamat datang tuan dan nyonya, silahkan memasuki kamar karena kami sudah merapihkan nya, semoga anda nyaman." kata pelayan itu
"terimakasih." jawab Satria singkat
di kamar, Satria melepas rangkulan nya dan membantu Adinda untuk berbaring di tempat tidur.
"selamat tidur sayang." ucap Satria mengecup kening istrinya, saat Satria ingin beranjak pergi namun tiba tiba tangan Adinda menahan nya
"mas? mau kemana?." tanya Adinda
"mas mau ganti pakaian dulu, cuma sebentar." sahut Satria
"ya udah jangan lama, kamu tidur juga ya mas, pasti lelah kan menyetir berjam jam, aku tunggu kamu disini." ujar Adinda
"iya nanti mas langsung tidur setelah ganti pakaian, tunggu ya." Satria pergi ke ruang ganti dan segera kembali, lalu ia tidur memeluk istrinya
KEESOKAN NYA...
Adinda bangun lebih dulu, ia melihat suami tercinta nya masih tidur lelap.
"kamu tidur aja tampan mas, apalagi dalam keadaan sadar, cinta banget aku tuh sama kamu." ucap Adinda mengusap kepala suami nya
"ya udah tidur yang nyenyak, bangun nya nanti aja kalau aku udah siapin sarapan buat kamu." kata Adinda lagi kemudian ia pergi mandi dan ke dapur
"lho?! ternyata sudah ada makanan disini?." kata Adinda
"selamat pagi nyonya, kami sudah menyiapkan semua makanan kesukaan anda dan tuan." kata pelayan
"oh begitu ya, padahal baru saja aku ingin masak untuk suami ku." balas Adinda
__ADS_1
"tuan Satria meminta kami untuk mengerjakan semua urusan selama anda dan tuan berada di sini." kata pelayan lagi
"hadeuh mas Satria nih ada ada aja, ya sudah terimakasih ya." ucap Adinda
"sama sama nyonya."
Adinda menuju kamar Arkan untuk melihat putra nya, dan ternyata putra kecil nya itu masih tertidur nyenyak di temani oleh Desi.
"Des, Arkan belum bangun dari tadi?." kata Adinda
"belum nona, ia tidur pulas sekali, mungkin karena semalam tidak nyaman tidur di pangkuan saya, pasti badan nya pegal pegal." kata Desi
"nanti kalau dia sudah bangun tolong di mandikan air hangat saja ya, nanti makanan nya biar aku yang siapkan." ucap Adinda
"baik nona." balas Desi, kemudian Adinda kembali ke kamar suami nya di lantai atas, ia segera membuka tirai jendela kamar, dan berdiam diri di balkon
Satria yang merasa terganggu oleh sinar matahari yang masuk dari jendela tersebut pum terbangun.
"hoaaaaam." ketika mengucak mata, dia melihat istri nya sedang berdiri di dekat balkon, segera saja ia hampiri Adinda dan memeluknya dari belakang.
"morning sayang." ucap Satria
"morning to mas." balas Adinda berbalik badan dan mengecup pipi suaminya
"sedang apa di sini?." tanya Satria
"aku hanya melihat pemandangan, rasanya indah sekali setiap aku melihat pohon pohon hijau yang berbaris seperti ini." kata Adinda
"aku nunggu kamu mas, mandi gih, kita sarapan sama sama." pinta Adinda yang langsung dijalankan oleh suami nya
20menit kemudian.
Satria kembali dengan badan yang sudah dibalut pakaian yang rapih, dan mengajak istri nya makan bersama di lantai bawah.
"ayo makan." ajak Satria
mereka berdua makan bersama di meja makan, tak lupa Adinda meminta Desi untuk ikut makan bersama mereka tetapi Desi menolak dengan alasan yang masih sama.
"ya sudah nanti kalau mau makan kamu ambil saja yang banyak ya Des, jangan sungkan." ucap Adinda
"baik nona." kata Desi
"sayang, aku mau tunjukkan sesuatu ke kamu." kata Satria
"apa mas?." tanya Adinda
"habiskan dulu makan nya, nanti kita pergi keluar." kata Satria
__ADS_1
"ah kamu, selalu saja buat aku penasaran." ucap istri nya
akhirnya setelah makan selesai, Satria meminta Adinda untuk menutup kedua matanya, dengan dibantu berjalan oleh sang suami, Adinda pun menuruti semua permintaan Satria.
"nanti kalau mas bilang buka, kamu buka ya." kata Satria
"b-buka?! maksud mas?!." jawab Adinda yang entah mengartikan ucapan suami nya seperti apa
"maksud mas buka mata sayang, masa mas minta kamu buka baju di luar sih." kata Satria membuat pipi Adinda merah merona
"hmm maaf mas, aku kira apa." sahut Adinda, tak jauh dari pintu keluar, hanya tinggal belok ke kiri saja mereka sudah sampai.
Satria mengambil sesuatu dari saku nya, dan meminta Adinda membuka kedua mata nya.
"sekarang kamu boleh buka mata kamu." ucap Satria, lalu Adinda dengan cepat menuruti kata katanya
"m-mas?! ini untuk aku?!!!." kata Adinda
"yes, this is for you dear." ujar Satria, seketika Adinda memeluk suami nya dengan sangat erat
"thankyouuuuuuu, i am very happy." balas Adinda
"sama sama sayang, ohya, masih ada satu lagi." kata Satria
"apa lagi mas?." tanya Adinda penasaran, Satria segera mengambil sebuah kotak dari saku yang satu nya lagi dan segera menunjukkan pada istri nya
"ya ampun mas, bagus banget kalung nya, ini untuk aku juga?." tanya Adinda lagi
"iya Adinda, semua ini untuk kamu." sahut Satria
"mas makasih yaaaa, aku bahagia banget." kata Adinda memeluk suami nya lagi
"mas senang lihat kamu begini." kata Satria
"tapi mas, pasti itu semua harga nya mahal ya?." tanya Adinda dengan wajah resah
"sayang, di dunia ini gak ada yang mahal kalau buat kamu, semua nya pasti mas kasih asal kamu seneng." ucap Satria mengelus wajah istri nya
"tapi mas udah buang uang sebanyak ini untuk aku." sahut Adinda
"ssssttt." Satria menempelkan telunjuk nya ke bibir sang istri
__ADS_1
"dengerin mas, ga ada istilah nya buang buang uang untuk kebahagiaan istri, selama mas sanggup semua nya akan mas kasih buat kamu, sebagai seorang suami, mas juga berhak membahagiakan istri mas, dan ini cara aku membahagiakan kamu, dimulai dari yang kecil sampai menuju yang besar, ini belum seberapa sayang, masih ada banyak lagi kebahagiaan yang akan kamu temui setelah ini, mas sayang sama kamu Dinda." ucap Satria mengecup bibir istri nya, hingga Adinda tak bisa berkata kata lagi, ia benar benar bahagia karena Satria selalu memperlakukan diri nya sebagai seorang ratu.
"makasih mas udah hadir di kehidupan aku, kalau aja mama masih ada dia pasti senang melihat kamu sesayang ini sama aku." gumam Adinda dalam hati