
setelah dokter berkata bahwa Adinda sudah membaik dan di perbolehkan pulang, Satria pun membawa istrinya kembali ke rumah
di rumah,
"Desi? saya minta maaf atas apa yang saya lakukan tadi di rumah sakit." ucap Satria dingin, ia terpaksa meminta maaf kepada bawahan nya atas perintah sang istri, Adinda pun tersenyum puas melihat Satria mengatakan hal tersebut
"tidak apa apa tuan, justru saya yang meminta maaf karena gagal menjaga nona." balas Desi menunduk, Satria pun segera meninggalkan Desi seraya menggandeng tangan istri nya
"mas, terimakasih ya sudah menuruti permintaan ku." ucap Adinda
"jika kamu tidak meminta nya, mas tidak akan pernah melakukan hal itu sampai kapan pun." balas Satria dengan wajah masam
"hmm aaaaawh perut ku mas." keluh Adinda tiba tiba kesakitan
"sayang?! kamu baik baik saja?! perut mu sakit lagi? kita ke dokter ya." ucap Satria yang panik saat itu juga, Adinda segera menutup mulutnya dan tertawa terbahak bahak
"hahahaha, aku tidak mengerti lagi dengan diri mu mas, kenapa kau sangat khawatir sekali." kata Adinda menertawakan suami nya
"dasar istri nakal." ucap Satria menyentil kening sang istri
"aaagh sakit tau mas!." ucap Adinda seraya memegangi kening nya
"itu akibat nya kalau istri bohong pada suami." balas Satria meninggalkan Adinda yang duduk di kasur, lalu Satria berpura pura untuk menabrak pintu kamar secara tak sengaja dihadapan Adinda, kemudian Satria terhenti dan meringis kesakitan
"mas!!!!." Adinda segera lompat dari tempat tidur menghampiri suami nya, ia segera mengelus kepala suami nya itu dengan tangan lembut nya
__ADS_1
"duh kamu sih jalan nya tidak hati hati." kata Adinda masih mengusap kepala Satria
"hahaha, aku hanya berpura pura, apa kau tidak menyadari nya?." kata Satria
"ih!! menyesal aku membantu mu!." balas Adinda kemudian berbalik badan menuju ranjang lagi
"hei hei! sayang, jangan marah, hahaha lucu kamu tuh, kalau kamu yang bercanda aku tidak diperbolehkan marah, tapi saat aku yang melakukan candaan itu kau justru marah pada mu, dasar wanita." ucap Satria tertawa kecil
"mas?!!! aku marah lho ya sama kata kata kamu barusan! cepat tarik kata kata itu sebelum aku kesal dan ingin memberi mu pelajaran." kata Adinda
"apa sayang? apa yang ingin kamu berikan pada ku?." sahut Satria menantang, kemudian Adinda berlari ke arah Satria dan menggigit bahu Satria hingga suami nya berteriak sangat keras
"ARGHHHHH!!!!!!!!." teriakan Satria membuat para pelayan berdatangan karena khawatir sesuatu terjadi dengan tuan rumah nya.
"Adinda?! kau ini!!!." Satria langsung menggendong istri nya dan ia membaringkan Adinda di ranjang, kini mereka saling bertatapan sebelum akhirnya Satria menghisap bagian bagian tengkuk leher istrinya sampai banyak sekali bekas kemerahan
Adinda sempat berontak namun Satria tidak memperdulikan hal itu, ia hanya fokus menyerang Adinda yang tadi tega menggigit bahu nya sangat keras.
"mas!!!!." teriak Adinda seraya memukul mukul pelan bahu Satria
"ini balasan nya karena kamu sangat menyebalkan." ucap Satria yang belum puas dengan apa uang dia lakukan
"berhenti mas! aku bisa bisa malu karena banyak bekas kemerahan di sini." kata Adinda membuat suami nya gemas
"ya sudah, aku buat di tempat lain saja." Satria mulai membuka baju yang dikenakan oleh Adinda, lalu ia hampir menciumi seluruh bagian bagian tubuh istri nya dan juga membuat banyak sekali tanda kepemilikan di tubuh itu, sampai akhirnya ia melepas kaitan bra yang dipakai Adinda
__ADS_1
"mas kamu mau apa?!." ucap Adinda pada Satria
"jangan bertanya, aku akan memberi mu suatu hal yang menyenangkan." ucap Satria yang tangan kiri nya kini mulai memainkan bola kecil yang menonjol indah di sana, dan tangan kanan nya mulai memasuki bagian inti dengan satu jari, lalu Satria segera memainkan jari itu perlahan lahan di dalam sana
"Aaaahh...ssshhh." Adinda hanya mampu melenguh, sesekali dia menggigit kecil bibir bawah nya.
"Sa-triaa..aahh."
Leup!! satu jari lagi berhasil menggoyakkan bagian inti istri nya, Adinda tak kuasa menahan seluruh kenikmatan itu, mulut nya terus mendesah seraya menarik manja rambut rambut yang ada di kepala suami nya
"aaaahh...mmmphhh."
"bagaimana sayang?." ucap Satria menghentikan aksi nya, sesaat kemudian ia beralih untuk menghisap bola kecil itu hingga Adinda terus mengeluarkan desahan desahan kecil dari bibir nya, lalu Satria kembali memasukkan 2 jarinya ke bagian inti sang istri dan menambahkan ritme kecepatan permainan itu.
dengan cara bersamaan Satria menghisap dan memainkan jemari jemarinya, Adinda pun mendadak mengeluarkan desahan panjang
Aaahhhhh....aahhh...aaaahh
kini Adinda terkulai lemas, mata nya terpejam dan nafas nya pun sangat tersengal.
ia benar benar tak kuasa menahan nya, dengan 2jari saja Satria sudah berhasil membuat istri nya tak berdaya.
ia yang melakukan hanya tersenyum bangga karena melihat Adinda ternyata sangat menikmati perbuatan itu, kemudian Satria segera menyudahi permainan tersebut dan mengecup bibir istrinya berulang ulang, dari dulu bibir itu sudah menjadi candu bagi diri nya.
"aku mencintai mu sayang." kata Satria memeluk Adinda yang tergeletak lemas di atas ranjang, kemudian tak lama Adinda pun membalas pelukan itu dengan nafas yang masih belum teratur.
__ADS_1