
saat siang tiba, Satria segera menghubungi Jonatan untuk janjian di loby
"sayang, kita jalan sekarang yuk?." ucap Satria
"apa kak Selin sudah siap?." tanya Adinda pada Satria
"sudah, tadi aku baru saja menghubungi Jonatan dan kata nya mereka sudah siap, kita ketemuan di loby." kata Satria menggandeng tangan Adinda
"baiklah, ayo." Adinda tersenyum senang dan meraih tangan suami nya
di loby,
"jadi? apakah kita akan bersenang senang?." tanya Selin
"tentu saja." sahut Satria
"ayo naik." ajak Jonatan masuk ke dalam mobil
mereka menaiki mobil itu untuk menuju ke sebuah tempat hiburan, yaitu Lotte World tepat nya terletak di pusat kota Seoul, Lotte World juga tempat yang sangat cocok untuk di nikmati bersama keluarga atau teman teman.
di dalam sana terdapat dua bagian, dan mereka memilih bagian Outdoor ( magisc island )
sebelum nya Satria dan Jonatan sudah memesan tiket untuk bisa masuk ke Lotte World
"kenapa kamu diam saja?." tanya Satria pada istri nya
"ah tidak, aku cuma bingung kalau kita masuk ke dalam dan bermain dengan wahana wahana tersebut siapa yg akan menjaga Arkan? tidak mungkin kan kalau kita ajak dia untuk menaiki mainan menyeramkan itu." ucap Adinda
"hahaha, lucu sekali kamu Din, padahal ya kita itu bisa naik secara bergantian, waktu kamu menaiki wahana, aku pasti akan menjaga Arkan." sahut Selin
"lagi pula kenapa tadi kamu tidak ajak Desi sih?." kata Adinda
"kalau Desi kita ajak kemari, siapa yang akan mengurus rumah nanti? pelayan lain tidak akan mengerti jika Desi tidak ada." kata Satria seraya mengelus elus kepala istri nya
"hu baiklah."
ketika mereka sudah berada di dalam, Selin sudah lebih dulu menginginkan keseruan saat sedang menaiki wahana
"sayang, aku mau naik itu." kata Selin
"astaga, yang benar saja? kamu kan sedang hamil." sahut suaminya si Jonatan
"ah ayolah ku mohon, kita naik ya?." ucap Selin memohon dengan wajah cemberut nya
"tapi Selin..."
"apa kau mau anak mu ini ileran?." kata Selin
"tidak, tentu saja tidak mau, baiklah kita naik itu sekarang." ucap Jonatan
"hati hati ya kak, nanti kamu muntah lagi hahaha." ucap Adinda
"tenang saja." kata Selin berjalan ke arah loket wahana yang dia inginkan
Gyro drop, wahana yang dapat menaik turun kan seseorang dengan ketinggian yang bisa membuat jantung orang tersebut berdebar debar.
jadi kalau yang punya penyakit jantung sangat tidak disarankan ya😅
"aaaaaghhhhh." teriak Selin saat menaiki Gyro drop
"woaaaah." teriak Jonatan
"whuuuuuuuuuaaaaaa." teriak Selin lagi
dibawah,
__ADS_1
"sayang kita juga harus menaiki itu, oke?." kata Satria
"tapi Sat, aku takut." ucap Adinda
"jangan takut, masa naik itu saja takut sih." kata Satria lagi
setelah beberapa menit, Selin pun turun dan bergantian dengan Adinda
"titip anak ku ya kak." kata Adinda
"oke, tenang saja." ucap Selin menggendong Arkan
"haduh aku jadi mual." keluh Jonatan
"awas ya kalau kamu muntah, aku tidak mau membantu mu." ucap Selin
"hmm, baiklah tidak akan." kata Jonatan
diatas..
"waaaaaaaaa." teriak Adinda
"woaaaaaaah." teriak Satria
"lihat? wajah mereka lucu saat seperti itu." kata Jonatan menunjuk ke arah Satria
"hei! apa kau tidak sadar bagaimana wajah mu tadi?." kata Selin
"astaga kau ini benar benar ya." sahut Jonatan memelas
"hoaaaaaaaaa." teriak Adinda lagi
"whuuuuuuuuu." teriak Satria
selang beberapa menit waktu mereka menaiki Gyro drop pun berakhir.
"kau pikir kau tidak takut?!." ucap Satria
"tidak sama sekali, kau lihat kan tadi wajah ku biasa saja?." kata Jonatan sombong
"lihat ini! wajah siapa ya? hahaha." Satria mengeluarkan ponsel nya dan menunjukan sebuah foto yaitu wajah Jonatan yang sedang di zoom dengan ekspresi ketakutan
"hahahaha." tawa Adinda dan Selin bersamaan
ditempat lain, Satria melihat sebuah wahana yaitu Gyro swing
"sayang ayo ikut aku." gumam Satria menarik Adinda menuju Gyro swing
"hei! mau kemana?." kata Selin
"kita naik ini sekarang, aku sangat tertarik melihat nya." ucap Satria
"Sat? apa kamu tidak salah? mengajak ku untuk menaiki wahana ini?." kata Adinda bingung
"tidak, memang kenapa?." tanya Satria
"bagaimana kalau sesudah itu aku pingsan?." ucap Adinda
"tidak akan, ayo." Satria kekeh menarik Adinda untuk naik Gyro swing
seram, permainan Gyro swing memang sangat menegangkan, membuat semua orang yang menaiki nya dilempar ke sana kemari.
"woaaaaaah aaaaaaaa." teriak Adinda sekeras mungkin
"whoaaaa." teriak Satria juga
__ADS_1
beberapa jam kemudian saat hari mulai gelap, Satria mengajak Adinda, Selin dan Jonatan ke bagian Indoor ( Adventure )
"apa kita harus kesini?." tanya Selin
"kenapa? kau takut?." tanya Satria
"bu-bukan takut sih, tapi..."
"iya, harusnya kita tidak perlu kemari Satria." ucap Adinda melirik suaminya
"aku tahu ko sayang kalau kamu takut, tapi tenang saja ya, selama kamu tidak melepas tangan ku, kau akan baik baik saja." ucap Satria mengelus pipi Adinda
kini Satria mengajak istri nya masuk ke dalam rumah hantu
"Sat? aku takut sekali." gumam Adinda berbisik
"tenangkan diri mu, kita harus memasuki seisi ruangan ini." kata Satria
tiba tiba di depan mereka muncul sesosok hantu dengan pakaian putih yang terpakai lekat ditubuh nya, banyak tanah tanah yang sudah menempel disana
"aaaaaaaaa." teriak Adinda memeluk Satria kencang
"sayang tenang, itu hanya bohongan." kata Satria
"tidak, aku mohon cepat keluar dari sini." kata Adinda mulai menangis
"ssssst, sebentar lagi ya." Satria memajukan jalan nya seraya menggandeng tangan Adinda, daaan duaaaar...
beberapa hantu muncul kembali di hadapan mereka.
"aaaaaaaa." teriak Adinda sebelum akhirnya ia terjatuh pingsan
"astaga sayang?? kamu kenapaa?? bangun." ucap Satria menepuk nepuk pelan pipi Adinda kemudian ia menggendong Adinda keluar
diluar,
"lho?! Adinda kenapa?!!." tanya Selin khawatir
"nanti ku ceritakan, lebih baik kita kembali ke hotel." ucap Satria membawa Adinda ke parkiran Lotte World
"lagi sih, sudah tau istri mu takut tapi malah meminta nya masuk ke dalam rumah hantu." gumam Jonatan
"diam kau." kata Satria memangku kepala istri nya di kursi belakang
sesampai nya di hotel Satria menggendong Adinda segera menuju kamar nya dan sempat berpapasan dengan sang pemilik hotel tersebut yang ternyata masih teman Satria
"bu-in-ege museun munjega issseubnikka?."
( ada apa dengan istri mu? ) kata pemilik hotel
"oh maaf, maksud ku istri mu kenapa?." tanya nya lagi
"tidak apa apa." kata Satria kemudian cepat cepat menuju kamar
di kamar,
"sayang, bangun lah." kata Satria
"ya sudah, kamu urus istri mu dulu saja ya, biar Arkan aku bawa ke kamar ku." ucap Selin pada Satria
"baiklah terimakasih banyak ya." kata Satria
"tenang saja." sahut Selin keluar kamar
"setakut itu kah kau dengan hantu sayang?." tanya Satria dengan istri nya yg masih memejamkan mata
__ADS_1
"mungkin kalau hantu sungguhan datang ke hadapan mu, kau akan lebih parah dari ini." ucap Satria lagi