Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kediaman Bryan


__ADS_3

Satria juga segera menuju ruang dokter seraya memaki dokter tersebut, dan dokter pun mengarahkan nya ke dalam ruang cctv untuk tahu siapa yang mencoba membawa Adinda pergi.


namun sayang sekali, ternyata cctv di tempat sekitar ruangan Adinda sedang mati, jadi Satria tak bisa melihat siapa yang menculik istri nya.


"sial!! bagaimana bisa rumah sakit ini begitu buruk?! aku sudah memesan ruangan yang paling mahal untuk istri ku! tapi cctv saja tidak bisa digunakan! bodoh! aku bisa ratakan seluruh rumah sakit ini jika kau tidak becus mengelola nya!." kata Satria emosi


"maafkan saya tuan, tapi saya hanya bertugas di sini, jadi saya tidak bisa anda salahkan." kata dokter itu


"cepat katakan pada pemilik rumah sakit ini! aku akan meratakan semua nya sampai habis!." ucap Satria berlalu pergi


"astaga, kadang kadang tuan Satria emosi nya sangat meledak ledak, mengerikan sekali." gumam dokter


di kediaman Bryan,


"Bryan? sebenarnya siapa yang kamu bawa?." kata sepupu Bryan yang kebetulan sedang menginap di sana


"Tar, dia wanita yang pernah aku tolong juga sebelum ini, lebih tepat nya nyonya muda dari keluarga Anggara." kata Bryan


"keluarga Anggara? yang pembisnis nomor satu itu kah?." kata Tari


"benar, aku menemukan nya pingsan dalam keadaan seperti ini, ada seseorang yang mencoba untuk mencelakai nya padahal di dalam rumah sakit, jadi aku bawa dia pulang untuk memastikan keadaan nya aman." kata Bryan

__ADS_1


"hanya itu tujuan mu? aku rasa tidak, kau pasti punya maksud lain kan? buktinya kau tak pernah seperhatian ini dengan wanita mana pun, baru wanita ini lah yang berhasil mengambil perhatian mu." kata Tari


"bicara apa sih kau ini." jawab Bryan


"oh ayolah Bryan, jangan berbohong lagi, kalau dia nyonya muda Anggara berarti kau bisa kan untuk mendekati nya, atau bahkan menikah?." ucap Tari senang


"Tari! dia ini istri Satria Anggara, bukan adik atau pun kakak dari tuan muda itu! mana mungkin aku menikahi nya!." ujar Bryan kesal


"apa?! istri?! jadi dia sudah menjadi istri tuan muda itu?! kalau begitu kenapa kau malah membawa nya kemari? sangat berbahaya Bryan!!!." jawab Tari


"aku ingin merawat nya sebentar saja, jika dia sudah sadar, aku janji akan mengantar nya pulang." sahut Bryan


"sudah! tinggalkan aku berdua disini!." ucap Bryan meminta Tari keluar dari kamar nya


"huh, baiklah." jawab Tari berlalu pergi


"Adinda, semoga kau segera sadar ya, tapi kalau tidak pun tak apa apa, justru aku bersyukur karena bisa bersama dengan mu dalam waktu yang lama." ucap Bryan memegangi tangan Adinda


"kalau saja kamu belum memiliki suami, aku pasti akan berusaha untuk membahagiakan mu dan melindungi mu, entah kenapa rasanya nyaman sekali, kau tidak seperti wanita lain yang mudah di dapat kan, kau juga tak memandang laki laki hanya dari materi, andai aku bisa memiliki mu." gumam Bryan lagi


"dasar pria tidak waras!! mencintai istri orang adalah dosa!." ujar Tari yang mengintipi sepupu nya dari balik pintu

__ADS_1


"semoga saja kamu tidak berbuat macam macam ya Bryan, karena wanita itu bukan lah hak mu, melainkan hak orang lain." kata Tari lagi


DI SISI LAIN,


Satria sibuk mengecek cctv yang menyala pada rumah sakit itu, tapi benar benar tidak menemukan keberadaan istri nya.


"bodoh! rumah sakit ini benar benar buruk! aku menyesal membawa istri ku kemari!!." kata Satria


"aku akan mencari istri ku kemana pun! dan kali ini, aku tidak akan meminta bantuan Farel, kasihan dia selalu disibukkan oleh ku." kata Satria lagi kemudian pergi menuju loby dan menaiki mobil nya.


ia pergi ke sana dan kemari tetapi belum juga menemukan Adinda, ia bahkan kembali menginjakkan kakinya ke rumah tempat dimana Adinda di culik pada awal awal.


"apa mungkin istri ku ada di rumah itu?!." kata Satria


saat setiba nya di sana, semuanya kosong, para penjahat itu dan atasan candra pun pergi entah kemana.


"sial! mereka semua pasti sudah kabur! apa mereka membawa istriku pergi juga?! tidak bisa dibiarkan!!! mereka benar benar mempermainkan aku!!." ujar Satria, ia kembali lagi ke luar dan memasuki mobil mewah nya


"Adinda?! kamu dimana sayang." gumam Satria cemas, ia terus terusan meninju setiran mobil karena merasa sangat frustasi


"tunggu mas ya Din, mas pasti dateng selametin kamu, semoga kamu baik baik aja." ucap Satria lagi

__ADS_1


__ADS_2