Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
luka


__ADS_3

Adinda kembali ke rumah dengan keadaan tidak baik, hati nya berkecamuk ketika melihat suami tercinta mendekap di pelukan wanita lain.


wajah Adinda memucat, kepalanya benar benar terasa sakit saat memikirkan hal yang baru saja terjadi, ia berusaha memegang sesuatu untuk pertahanan dirinya.


"nona, nona tidak apa? wajah nona pucat sekali." ucap Desi saat melihat Adinda begitu lemas, sewaktu Desi ingin membantu Adinda memasuki kamar tiba tiba Adinda terjatuh dan tak sadarkan diri.


"nona, nona bangun nona.."


"Pak Romii??!!!! Paaak?!!!!!." teriak Desi


"ya Des ada apa? lho kok? nona Adinda kenapa Des?." tanya Romi


"saya ga tau pak, tolong bantu ya biar nanti saya langsung hubungin dokter dan tuan Satria." jawab Desi


Pak Romi segera mengangkat Adinda memasuki kamar, Desi telah berhasil menghubungi dokter, tinggal menunggu beberapa menit dokter itu akan datang.


saat Desi mencoba menghubungi tuan Satria ternyata sama sekali tidak ada jawaban.


tuan, mengapa anda tidak menjawab panggilan saya, padahal ini menyangkut istri anda. pikir Desi


kemudian Desi menghubungi nona Selin, syukur nya Selin menjawab panggilan itu


"halo Des, ada apa?." kata Selin yang kini sedang berada di rumah Jonatan


"maaf nona saya mengganggu anda, tapi ini tentang nona Adinda." ucap Desi


"ada apa dengan Adinda?cepat katakan!."


"beberapa menit yang lalu nona Adinda kembali ke rumah dengan keadaan buruk, wajah nya pucat dan sekarang dia tak sadarkan diri nona, saya sudah mencoba menghubungi tuan Satria tapi tidak ada jawaban." Desi memperjelas


"kamu jaga Adinda biar aku segera pulang." Selin menutup panggilan tersebut


"Jonatan, aku harus kembali." ucap Selin


"ada apa? kau baru saja datang?."


"aku ada urusan mendadak dan ini menyangkut keluarga ku, maaf aku pamit."

__ADS_1


"aku akan mengantar mu."


"tidak perlu, aku bisa menaiki taksi." Selin berlalu pergi mencari taksi


sampai di rumah terlihat dokter sedang menangani Adinda


"dok, gimana keadaan Adinda?." kata Selin khawatir


"maaf nona Selin, seperti nya saya harus mengatakan nya kembali bahwa pikiran nona Adinda tidak boleh terlalu terbebani, kandungan nya masih terlalu muda, jika hal ini terjadi terus menerus dia bisa kehilangan janin nya." ucap Dokter


"lalu dia akan segera sadar kan dok?."


"kita lihat saja nanti, ini saya berikan resep obat untuk nona Adinda."


"baik dok, terimakasih." kata Selin


"sama sama, saya permisi dulu nona." dokter itu segera pergi


kemana pergi nya laki laki itu?!! bukan kah dia harusnya menjaga Adinda?!. pikir Selin


**


"Satria, sejujurnya aku masih sangat mencintai mu." kata Sheira memeluk Satria dengan manja


"Sheira, jika saja kau kembali saat itu maka aku akan masih bersama mu sampai sekarang." balas Satria membelai rambut Sheira


"bisa kah kamu memberi ku kesempatan untuk memperbaiki semuanya?." tanya Sheira berlinang airmata


"tidak semudah itu." jawab Satria


"Sat, ku mohon.. dulu kau berjanji untuk selalu menjagaku."


"iya, sebelum akhirnya kau pergi meninggalkan ku tanpa alasan."


"Satria.. aku mohon." kata Sheira mendekati wajah nya pada wajah Satria, ia berusaha untuk mengecup lembut bibir laki laki yang selama ini dia tinggalkan


kini mereka saling berciuman, Sheira mencoba untuk membuka beberapa kancing milik Satria namun Satria tersadar akan semua itu

__ADS_1


"Adinda.." sebut Satria


lalu Satria berdiri hendak meninggalkan Sheira, tapi wanita itu menahan nya, dia memeluk Satria erat


"tolong.. tolong jangan tinggalkan aku Sat." kata Sheira menempelkan kepalanya di dada bidang Satria


Satria melepaskan pelukan itu dan kembali ke restoran tempat dimana dia mengajak istrinya makan, tapi meja tersebut sudah kosong, ia menanyakan kepada para pelayan disana dan pelayan menjawab bahwa wanita yang dimaksud Satria sudah membayar makanan nya lalu pergi


Satria kembali kerumah dengan wajah penuh kecemasan


sampai di rumah


plakkkkk..


sebuah tamparan melayang di pipi Satria


"APA APAAN KAMU?!!." ucap Satria pada Selin


"harus nya kamu yang apa apaan!! dari mana kamu?!." tanya Selin


Satria menunduk lalu berkata..


"Sheira.."


"oh rupanya dia sudah kembali? lalu kau bertemu dengan nya? laki laki bodoh!!!!."


"bodoh nya aku dimana?! aku hanya ingin meminta penjelasan mengapa dia pergi meninggalkan ku." jawab Satria


"aku kecewa sama kamu, ga di sangka ternyata kamu rela temuin wanita itu dan nyiksa istri kamu sendiri!." ucap Selin berlalu pergi


Satria mengejar Selin dan menahan nya


"ada apa dengan istriku?!!!!! katakan Selin, katakan!!!!."


"istrimu kembali dengan wajah sangat pucat dan ambruk dilantai, kau ingat?! dia sedang mengandung anak mu Satria, Anakmu!!!!!!! dokter berkata jika dia terus memikirkan hal berat maka dia bisa kehilangan janin nya, aku peringatkan pada mu?! jika dia benar benar kehilangan janin itu, maka semua ini adalah SALAH MU!!!!!!!!!!!!." ucap Selin geram


"jadi istriku??.." Satria segera berlari ke kamar dan melihat keadaan istrinya, wajahnya sangat pucat

__ADS_1


"Sayang maafkan aku, tolong bangun." kata Satria penuh penyesalan, dia menjatuhkan beberapa airmata nya.


"sayang, ku mohon bangun lah."


__ADS_2