Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
pecat Wina


__ADS_3

ketika makan malam telah usai, Satria menggenggam tangan istri nya seraya menuju kamar.


setiba nya di kamar mereka berdua pun membaringkan tubuh nya secara saling berhadapan


"selamat tidur sayang." ucap Satria mengecup kening Adinda dan memeluk nya


"selamat tidur juga Sat." balas Adinda tersenyum kemudian menenggelamkan mata nya


esok hari,,


pukul 06.45


"Satria, bangun sudah pagi." ucap Adinda


"hmm."


"kamu harus ke kantor, tidak lupa dengan permintaan ku kan????." tanya Adinda membuat Satria membuka kedua mata nya dan bergegas mandi


setelah beberapa menit kemudian Satria sudah rapih dan bersiap untuk berangkat, namun tiba tiba ia mengajak istri nya untuk ikut pergi ke kantor


"sayang? mau kah kamu ikut dengan ku?." tanya Satria


"maksud mu ke kantor?." tanya Adinda


"iya sayang ke kantor, mau ya?? kau kan minta aku untuk memecat Wina, pasti akan lebih baik kalau kau melihat nya secara langsung." ucap Satria membuat Adinda berfikir sejenak...


"hmm okey, aku ganti baju dulu sebentar."


.


.


.


.


di kantor,


"ya ampun Sat, meja kamu tuh selalu aja berantakan." ucap Adinda


"maka dari itu biarkan saja, jangan kamu kotori tangan mu untuk membersihkan meja kerja ku." jawab Satria


"ya tidak bisa begitu dong, istri mana yang lepas tangan begitu saja melihat meja kerja suami nya seberantakan ini?." kata Adinda


"ssst sudah, jangan berisik ya aku ingin menelfon." kata Satria dibalas anggukan oleh istri nya


tut..tut..


"halo? tolong panggilkan Wina ke ruangan saya sekarang." ucap Satria dengan nada dingin


ya tuhan, bagaimana aku tidak jatuh cinta dengan nya?? wajah dan cara berbicara nya benar benar membuat ku gila. gumam Adinda dalam hati


5menit kemudian,


"selamat pagi tuan, ada ap.. nona? mengapa anda disini?." tanya Wina melenceng kemana mana


"jangan tanya aku, tanya pada suami ku." sahut Adinda


"ada apa tuan memanggil saya?." kata Wina


"Wina, tanpa perlu basa basi lagi langsung saja saya bicara kan inti nya." kata Satria

__ADS_1


"iya tuan, silahkan." sahut Wina


"maaf sekali Wina, mulai detik ini kamu tidak bisa lagi bekerja di kantor saya." ucap Satria tegas


"salah saya ap..."


"kamu memang tidak punya salah, tapi ini permintaan istriku, karena dia merasa terganggu oleh keberadaan mu yang mungkin akan mengancam posisi nya, saya tau kamu berusaha mengambil hati saya kan? maaf sekali, sampai kapan pun saya tidak akan menggantikan posisi permaisuri saya yang sekarang dengan diri anda." kata Satria membuat Wina mengepalkan tangan nya erat erat


"tuan! kamu tidak bisa memecat ku begitu saja!!!! dan kamu Adinda?! istri macam apa kamu ini?! menganggu masalah kantor suami mu!!!!! wanita tidak berguna!!!!." ucap Wina


PLAKKK!!!


"hati hati dengan bicara mu! aku tidak akan segan segan menjebloskan mu ke penjara karena kelakuan dan sikap konyol mu itu! satu lagi, jangan coba coba untuk menggoda suami ku! karena mau sampai kau berlutut di kaki nya pun dia tak akan sudi memiliki wanita rendahan macam kamu!!!!." ucap Adinda pedas, saat ini rasanya hati Wina ditusuk benda yang begitu tajam.


"aku tidak akan membiarkan ini semua terjadi!!!!!!! tuan!!! kau harus tanggung jawab! kau buat aku jatuh cinta pada mu!!!!." kata Wina memajukan langkah nya dan memukul mukul bahu Satria


"hei! selain tidak tahu malu, kau juga tidak sopan." ucap Satria


"halo? ke ruangan Satria sekarang! lalu usir wanita yang mencoba mengganggu ketenangan ku disini!." ucap Adinda menghubungi asisten Satria


"Adinda!!!! wanita kurang ajar!!!! kau harus mati!!!!." kata Wina menghampiri Adinda dan mencekik leher nya dengan keras


"Wina lepas!! kau gila! uhhuuukkk uhuuuk." Adinda sulit bernafas


"jangan lakukan itu bodoh!!!!!." kata Satria mendorong Wina hingga tersungkur di lantai


tak lama asisten Satria pun datang, dan segera menarik paksa Wina


"sayang kamu gapapa? aku ambilkan minum, sebentar." ucap Satria mengambil segelas aur putih di sudut ruangan nya


gleekkk..glekkkk


"uhhukk.."


"aku gapapa, jangan meminta maaf ya, aku mengerti ko." sahut Adinda tersenyum


"aku mencintai mu." ucap Satria memeluk Adinda dan mencium nya lembut


"ya sudah, aku pulang ya.." ucap Adinda


"iya, kamu hati hati dijalan ya sayang, kabari aku jika terjadi apapun." pinta Satria


"kau tenang saja, bye." kata Adinda yang segera mencium bibir suami nya kemudian pergi keluar untuk mencari taksi


di depan masih terlihat Wina yang sedang berdiri menunggu Adinda hingga keluar


ketika Adinda sudah berjalan lumayan jauh dari kantor suami nya untuk menunggu taksi, Wina pun menarik Adinda dan memaki maki Adinda dipinggir jalan


"wanita bodoh!!!! kenapa kau meminta suami mu untuk memecat ku?!!!!." kata Wina mencengkram kuat tangan Adinda


"lepas! jangan kau berani sentuh aku." ucap Adinda


"haha, kau takut jika suami mu tergoda? kau takut kalah cantik dari ku? makanya kau suruh Satria untuk memecat ku?! iya?!!!!!." ucap Wina


"jaga mulut mu! aku tidak punya banyak waktu untuk melayani orang yang jiwa nya terganggu seperti mu!." kata Adinda mulai melangkah kan kaki nya namun Wina kesal dan menariknya kembali, lalu...


PLAKK!!!!


"awh."


"wanita sialan!." ucap Wina, daru kejauhan seseorang melihat kejadian tersebut lalu menghentikan mobil mewah nya tepat dihadapan Adinda dan Wina, saat Wina mencoba untuk menyakiti Adinda lagi seorang laki laki pun keluar dari dalam mobil nya.

__ADS_1


"hentikan!." ucap laki laki tersebut


"kamu?." sebut Adinda


"jangan coba coba untuk sentuh wanita ini! atau aku akan menghancurkan kehidupan mu!." ucap laki laki itu dingin


"kali ini kau lolos Adinda, tapi lihat saja nanti!." ucap Wina menatap Adinda sinis kemudian pergi


"kamu gapapa?." tanya laki laki tersebut


"a-aku gapapa, kamu kan yang wak..."


"iya, aku Bryan, yang pernah nolong kamu waktu pingsan di perusahaan ku." ucap Bryan


"kenapa kamu bisa disini?." tanya Adinda


"pipi mu? kita harus ke rumah sakit sekarang." Bryan menarik tangan Adinda namun Adinda menolak


"enggak, nggak usah ke rumah sakit, aku gapapa." ucap Adinda


"apa nya yang gapapa? pipi kamu merah gini." ucap Bryan


"cuma merah ko, makasih ya udah nolongin aku, permisi." Adinda ingin pergi tapi Bryan menahan nya


"ikut mobil ku." ucap Bryan menarik Adinda masuk ke dalam mobil nya


di dalam mobil,


"kenapa kamu bawa aku ke mobil sih? ga ada niat macem macem kan?!." ucap Adinda dengan mata tajam


"hei, tenang, aku bukan laki laki bodoh yang ingin macam macam dengan wanita, aku hanya ingin pastikan kamu selamat sampai rumah." ucap Bryan


"tidak perlu repot, aku bisa sendiri." kata Adinda mendecak sebal


"aku obati pipi mu." Bryan mengambil kotak obat dan mengompres pipi Adinda perlahan


"aawwh."


"sakit?." tanya Bryan


"hanya perih sedikit, maaf kalau aku merepotkan." kata Adinda


"tidak masalah, aku suka direpotkan oleh mu." sahut Bryan dengan senyum manis nya, tiba tiba mobil yang dikendarai oleh supir Bryan menerobos tanggulan yang hampir sama dengan jalan


tanggulan tersebut membuat mobil Bryan sedikit guncang dan mengakibat kan Bryan mencium kening Adinda secara tidak sengaja


degg..degg


"ma-maaf, itu ulah supir ku bukan aku." ucap Bryan


"ihhh!!!! kau ini modus ya! hei supir kau bisa tidak lebih hati hati sedikit?! bos mu ini sangat genit tau!." oceh Adinda pada sang supir, supir pun hanya tersenyum diam diam karena merasa senang melihat bos nya bahagia berhadapan dengan Adinda


aku tidak pernah melihat wajah tuan Bryan sesenang ini. gumam supir


"kau cerewet ya?." tanya Bryan membuat Adinda kesal


"apa kata mu?!!! kau itu menyebalkan!." kata Adinda memukul bahu Bryan dengan keras


supir yang melihat candaan bos nya dengan Adinda tersebut sengaja untuk membuat mobil Bryan seperti terguncang lagi akibat tanggulan dijalan


duggg.

__ADS_1


"aaawh." kata Adinda memegangi kepala nya


"tuh kan kepala mu terbentur, tidak diam sih." ucap Bryan mendekat kan tubuh Adinda ke dekapan nya dan mengelus elus lembut kepala Adinda


__ADS_2