
3 Tahun berlalu,
kini Arkan mulai tumbuh menjadi pria kecil yang tampan dan lucu, setiap hari dia selalu ingin berada di samping bunda dan ayahnya.
"bunda, ayah dimana?." tanya Arkan seraya memakan coklat
"ayah masih tidur sayang, kamu mau apa nak?." tanya Adinda yang sibuk dengan pekerjaan dapur nya
"nda, aku ke kamar ayah ya." pinta Arkan, saat ini usia nya baru saja ingin memasuki 5tahun, Arkan sudah sangat pandai berbicara, bahkan dia juga sering kali diajarkan membaca dan juga lain nya.
"tunggu nak, kamu ke kamar ayah ditemani Mba Desi ya." sahut Adinda meminta Desi menemani putra nya
di kamar Satria,
"ayah bangun yah.." kata Arkan berusaha menepuk tubuh sang ayah
"ayah, nda lagi masak untuk ayah." ucap Arkan lagi
"oh ya ampun putra ayah, baik sekali kamu membangunkan ku." kata Satria menggendong Arkan ke dalam dekapan nya
__ADS_1
"bunda lagi masak untuk kita mamam yah." ucap Arkan dengan polos
"ayah akan segera mandi, kamu turun ke bawah sama mba ya nak." pinta Satria, lalu Arkan dibawa kembali oleh Desi untuk turun menuju ruang makan
setelah beberapa menit, Satria pun selesai dan langsung menemui istri nya di dapur. di sana terlihat jelas Adinda sedang menyiapkan beberapa makanan untuk diletakkan ke atas meja.
"sayang, kamu masak apa?." tanya Satria memegang bahu Adinda
"mas, sudah bangun? aku masak rendang kesukaanmu." sahut Adinda
"Din, sini aku usap dulu keringatmu." kata Satria mengusap kening istrinya dengan handuk kecil karena banyak sekali keringat yang mengalir di sana
Satria yang melihat hal tersebut segera memeluk istrinya untuk memastikan Adinda baik-baik saja.
"sayang?! ada apa denganmu?! wajahmu berubah menjadi pucat, sudah, jangan lanjutkan lagi, biar pelayan lain yang membawakan nya ke meja, kamu duduk dulu dan makan bersamaku." pinta Satria
"iya mas." Adinda pun segera duduk dan memegangi kepalanya
"mas sudah sering katakan, jangan pernah kerjakan hal hal berat Dinda, mas tidak mau kamu kenapa-kenapa." ucap Satria mengelus kepala istrinya
__ADS_1
"tapi mas aku juga tidak terlalu sering memasakkan makanan untukmu." sahut Adinda menatap mata suaminya
"iya sayang mas ngerti posisi kamu, ya sudah kamu makan dulu, pasti kamu kelelahan karena perut kamu kosong dari tadi belum makan." ucap Satria
"bunda gapapa?." tanya Arkan yang sedang disuapi oleh Desi
"bunda baik-baik saja sayang, kamu lanjutkan makan mu ya, anak pintar itu makan nya harus banyak." ucap Adinda mencubit lembut wajah putra nya, sementara Satria sibuk menyuapi sang istri dan juga dirinya sendiri.
"nyonya dan tuan begitu romantis." kata Desi tersenyum-senyum sendiri dihadapan keduanya
"ah kamu Des bisa saja." sahut Adinda melirik Desi
ketika makan selesai, Satria mengantar Adinda kembali ke kamar.
"sayang, kamu istirahat ya, jangan pikirkan urusan dapur lagi, kau hanya tinggal duduk manis dan menyantap makanan itu." kata Satria di anggukkan oleh istrinya
"beberapa hari ke depan sepertinya aku akan sibuk ke kantor, maaf ya aku tidak bisa menemanimu di rumah." ucap Satria lagi
"iya mas, gapapa kok, lagi pula kamu sudah terlalu sering menemani aku di rumah, jadi tidak masalah kalau kamu mau datang ke kantor untuk membereskan pekerjaanmu di sana." kata Adinda seraya tersenyum
__ADS_1