Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
hilang ingatan


__ADS_3

Selin menangis tanpa henti ketika melihat sepupu nya terlihat sangat marah di hadapan nya.


"AYO KATAKAN!!! KENAPA KALIAN DIAM SAJA?!! KAU BISU?!!!!!." ucap Satria kepada Jonatan


"dokter bilang, akibat benturan yg sangat keras di kepala istri mu, menyebabkan Adinda akan hilang ingatan sepenuh nya." jawab Jonatan gemetar


"APA KATA MU?!!!!!! BOHONGG!!!! KAU INI PENIPU!!!! AKU AKAN MEMASTIKAN NYA SENDIRI!!!!!!." Satria ingin memasuki ruangan Adinda namun dicegah oleh Jonatan, Jonatan memeluk Satria dengan keras agar tidak terlepas, karena kali ini emosi nya benar benar di luar kendali.


"Satria? tolong, jangan seperti ini, istri mu belum bisa ditemui, dokter menyarankan agar tidak mengganggunya dulu." ucap Jonatan


"iya Satria, jika kau memaksa maka semuanya akan semakin parah." kata Selin masih menangis


seketika air mata Satria mengalir, badan nya melemah, hingga ia terduduk di lantai dengan wajah sedikit pucat.


"tidak mungkin, istri ku tidak mungkin kehilangan ingatan nya. dokter itu berbohong!." gumam Satria lemah


Selin memeluk Satria dan menguatkan nya.


"Selin? kau tau dimana putra ku? apa dia baik baik saja?." tanya Satria tak bertenaga


Selin dan Jonatan hanya salin tatap, karena bingung apa yang harus dijelaskan kepada Satria


"Selin? kau mendengar ku kan?." kata nya lagi

__ADS_1


"aku tidak tahu dimana Arkan, saat aku menemui Adinda di trotoar, Arkan sudah tidak ada dimana mana." jawab Selin penuh penyesalan


Satria kembali menjatuhi air matanya.


"kenapa?! kenapa kebahagiaan ku harus diambil seperti ini?!!!." teriak Satria


Selin terus mengelus elus bahu Satria dan juga menguatkan nya


"tenang Satria, kita akan urus semuanya setelah ini." ucap Selin menghapus air mata nya yg tak berhenti menetes


1jam kemudian...


dokter datang, dan mempersilahkan mereka masuk untuk menemui Adinda karena Adinda sudah sadar.


"tapi Adinda akan sembuh kan?." tanya Selin


"tentu saja, tapi itu tidak membutuhkan waktu yang sebentar, prosesnya mungkin akan lama tapi pelan pelan ia akan mengingat semuanya ketika tuan dan nona nanti nya membantu dia sedikit demi sedikit." balas Dokter


"terimakasih dokter." sahut Jonatan


"kalo gitu saya permisi dulu." dokter itupun pergi


didalam

__ADS_1


Satria menghampiri Adinda yg menatap sekeliling nya dengan datar


"sayang? aku datang.." ucap Satria kembali menjatuhkan butiran air mata nya, Selin pun ikut menangis melihat kejadian itu


Adinda hanya menoleh ke arah nya tanpa berkata apa pun.


"sayang? kau ingat aku? perkenalkan, aku adalah suami mu, suami tercinta mu." ucap Satria lagi yg masih menjatuhkan air mata nya


"siapa kamu?." tanya Adinda dengan tatapan bingung


"aku suami mu sayang, aku suami mu." jawab Satria


"suami? tidak mungkin, dimana orang tua ku?." Adinda memegangi kepala nya karena sakit


"Satria, aku mohon mengertilah, istri mu akan baik baik saja, kita hanya perlu mengikuti saran dokter." ucap Selin


"aku tidak sanggup melihat nya seperti ini, aku tidak kuat tanpa diri nya Selin." jawab Satria menangis


"aku paham keadaan hati mu, tapi tolong dengarkan kata dokter agar semua nya mudah di proses." kata Selin


Satria memundurkan diri nya dan keluar ruangan.


"TIDAK AKAN AKU AMPUNI SIAPAPUN ORANG YANG SUDAH BERBUAT SEPERTI INI TERHADAP ISTRI DAN ANAK KU!!!!!!!!!! LIHAT SAJA DALAM WAKTU 2HARI, AKU PASTIKAN KALIAN MATI!!!." gumam Satria didepan pintu ruangan sang istri seraya mengepal tangan kiri nya dengan kuat

__ADS_1


__ADS_2