Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
pergi


__ADS_3

secepat mungkin Adinda pergi dari ruangan itu dengan mata memerah berkaca kaca, Farel yang melihatnya hanya khawatir.


kasihan sekali nona Adinda harus melihat wanita lain disisi suaminya. batin Farel


sesampai nya Adinda di apartemen, ia membereskan beberapa baju nya lalu menuliskan surat kemudian pergi.


**


siang siang skali Sheira sudah bangun, ia memeluk Satria dan berkata "jangan pergi."


tapi ponsel Satria bergetar, tanda bahwa ada sebuah pesan masuk, saat dilihatnya..


nampak nama Farel disana


"tuan maaf kalau saya lancang, beberapa jam yang lalu istri tuan datang kesini dan masuk ke ruangan tuan, ia keluar dengan mata merah dan berkaca kaca seperti nya nona melihat tuan sedang bersama Sheira."


jadi tadi istriku datang? ya tuhan, apa dia melihat saat aku sedang menunggu Sheira didalam?. pikir Satria


"maaf aku harus pergi." kata Satria berlalu meninggalkan Selin


dia menuju apartemen nya secepat mungkin dengan mobil. tapi sayang, saat sampai Adinda sudah tidak ada di sana.


"Sayaaang." panggil Satria berkali kali


ia melihat kertas diatas kasur dan segera membacanya.

__ADS_1


Untuk suamiku


maaf, selama ini mungkin aku tidak mengerti perasaan mu, aku begitu egois karena tidak ingin berpisah dari mu.


jujur aku kecewa karena kamu tidak menceritakan kisah cinta mu pada wanita itu dari awal, jika aku tahu mungkin aku tak akan menerima perjodohan ini. Maafkan aku sudah menyiksa perasaan mu, aku tidak akan menghalangi lagi perasaan kalian, bersatu lah dan hidup dengan damai, aku ingin mengucapkan terimakasih untuk mu, terutama mama dan papa karena sudah begitu baik merawat ku dari kecil sampai sekarang, aku tidak tahu bagaimana membalasnya, mungkin dengan begini aku bisa membalas kebaikan mu Satria, kau lebih pantas bersatu pada Sheira bukan aku.


aku pergi, jangan lupa jaga kesehatan, aku akan mengurus surat perceraian kita.


Iloveyou Satria..


Dari Adinda.


rasa khawatir, takut, emosi bahkan semuanya kini menjadi satu dalam diri Satria.


ia membanting seluruh barang yang ada di apartemen tersebut, ia juga memukul dinding dengan keras sampai tangan nya terluka.


"cari istriku sekarang juga!!!!!!." perintah Satria di balik ponsel


berjam jam Farel mencari keberadaan Adinda tapi belum juga menemukan tanda tanda, akhirnya Farel mendapat kan info bahwa Adinda berhasil menjual cincin berlian yang diberikan oleh Satria sewaktu menikah.


Adinda bergerak cepat untuk melakukan nya karena dia tahu bahwa suaminya tak akan tinggal diam jika mengetahui dirinya pergi.


saat ini juga dia terbang ke luar negri untuk menghilangkan jejak.


di apartemen, Farel kembali lalu memberitahu apa yang dia temukan

__ADS_1


"tuan, maaf dengan berat hati saya mengatakan nya."


"katakan!."


"nona Adinda telah menjual berlian yang tuan berikan saat menikah, lalu saya tidak bisa melacak nya lagi."


"bodoh!!!! dimana istriku!!!!!." teriak Satria


mereka kebingungan karena ponsel Adinda pun sudah tidak lagi aktif.


dikediaman Anggara


Selin sangat terkejut mendapatkan kabar bahwa Adinda pergi meninggalkan Satria.


kenapa bisa Adinda pergi begitu saja? pikir Selin


Selin langsung mendatangi Satria untuk melihat keadaan nya, disana terlihat Satria seperti sangat sedih akibat kepergian istrinya, Satria juga bertekad mencari istrinya sampai dapat.


"ini tidak mungkin!!!!."


"katakan pada ku bahwa ini cuma mimpi Selin!!!!!." Satria meninggikan suaranya


"aku akan membantu mu mencari Adinda, kau harus tenang, berapa kali aku peringatkan pada mu lupakan cintamu untuk Sheira, lihat sekarang? kau menyesal kan."


Satria terus memukul mukuli dinding, Selin melihat tangan Satria mulai membiru dan berdarah darah

__ADS_1


"sini, biar aku obati." Selin menarik Satria dan Satria menurutinya


__ADS_2