
Adinda menggerakkan jemarinya.
"sayanggg?? kau bangun?." tanya Satria menatap wajah istrinya
Adinda membuka mata, dan melihat Satria berada disisi nya.
"sayang? maafkan aku." Satria menciumi punggung tangan istrinya
"kau tidak perlu meminta maaf." kata Adinda lirih
"aku bisa menjelaskan semuanya sayang."
"tolong, tinggalkan aku sendiri dulu, aku butuh waktu untuk mencerna semua ini." ucap Adinda pada suaminya
"kau tidak ingin membiarkan ku disini dengan mu?." jawab Satria dengan rasa sedihnya
"tinggalkan aku sendiri."
Satria meninggalkan Adinda sendiri dikamar nya, ia sangat menyesal dengan apa yang dia lakukan tadi
"bodoh!!! aku sungguh bodoh!!!!." gumam Satria seraya melemparkan tinjuan nya ke dinding
buggg..buggg
"menyesal?." suara Selin mengejutkan Satria
"kau benar, aku ini bodoh!!! aku tega melukai istri ku hanya karena Sheira, wanita yang jelas jelas sudah meninggalkan ku beberapa tahun lalu tanpa alasan."
"lupakan Sheira, fokus pada istrimu Sat, ini adalah masa dimana Adinda benar benar butuh perhatian dan kasih sayang mu, kehamilan nya akan membuat dia menjadi sangat sensitif, jadi tolong jaga sikapmu.
jika papa mu mengetahui hal ini, aku sangat yakin bahwa dia akan marah besar atas apa yang udah kamu lakukan terhadap Adinda." Selin menjelaskan pada Satria
"aku tidak tau kenapa aku bisa sebodoh ini, saat aku melihat wajah Sheira rasanya aku seperti menemukan sesuatu yang sudah lama hilang dari hidup ku, aku sangat merindukan nya."
"berpikir lah dengan cerdas, jika kau tetap ingin mempertahankan perasaan mu pada Sheira, siap siap saja karena kau akan kehilangan Adinda."
dikamar Adinda sedang menangis, mengingat saat suaminya memeluk orang lain.
"kenapa sesakit ini? apakah aku salah mencintai seseorang? lalu bagaimana dengan kehamilan ku? aku tidak mungkin pergi dari Satria karena kelak anak ini akan membutuhkan sosok ayah nya." gumam Adinda disela sela tangisnya
__ADS_1
Satria masuk kedalam kamar lalu memeluk Adinda erat
"sayang tolong maaf kan aku." ucapnya seraya mengusap airmata yang menjatuhi pipi cantik istrinya
"tidak apa, tidak perlu meminta maaf, aku mengerti." balas Adinda
"ku mohon sudahi tangisan mu, aku sangat menyesal."
Adinda tersenyum dan memegang wajah Satria dengan kedua tangan nya
"aku tidak apa." katanya
kamu begitu baik, aku menyesal sudah menyakiti mu. batin Satria
..
kini hari sudah larut malam
Satria tidur memeluk tubuh istrinya,
lalu Adinda menatap wajah suaminya yang sudah memejamkan mata itu
š¦
besoknya..
Satria bangun lebih dulu, ia mandi untuk pergi ke kantor, sebelum itu dia berniat membuatkan makanan untuk sang istri
ia pergi ke dapur dan memasak nasi goreng, tak lupa dibuatkan nya segelas susu
Satria menaruh makanan itu diatas meja kamar, dia juga meninggalkan selembar kertas bertuliskan :
"tolong maafkan sikapkuā¤."
kemudian Satria mencium kening istrinya lalu pergi.
beberapa jam kemudian Adinda terbangun, meraba tempat dimana suaminya tidur tapi ternyata tidak ada
"Satria rupanya sudah berangkat." gumam Adinda
__ADS_1
sewaktu Adinda berdiri dari kasur ia melihat makanan di atas meja
kemudian Adinda mendekati meja tersebut, dan mata nya tertuju pada sebuah kertas, ia tersenyum saat membaca nya.
Adinda menyantap makanan buatan Satria, setelah itu meminum segelas susu disebelahnya.
di kantor, Satria khawatir jika istrinya masih marah akibat kesalahan yang sudah dia buat, sampai sampai seluruh pekerjaan tidak bisa ditangani seperti biasanya.
"tuan, mengapa sepertinya anda begitu gelisah?." ucap Farel asisten Satria
"aku telah membuat kesalahan besar terhadap istriku." jawab nya
"bisakah kau membantu ku untuk mengetahui apakah istriku sudah memaafkan ku atau belum?." pinta Satria
"tentu saja tuan." Farel segera mencari tahu hal tersebut
selang beberapa jam kemudian, Farel memberitahu kalau Adinda sudah menerima permintaan maaf dari tuan nya, dan...
seorang wanita tiba tiba saja datang memasuki ruangan Satria, Farel segera pergi meninggalkan ruangan tersebut.
"Sheira?.." sebut Satria
"siang Satria, aku tidak lagi menganggu mu kan?." kata Sheira mendekati Satria dan mengelus pundaknya
"Sheira, jangan lagi sentuh aku, aku telah memiliki istri." jawab Satria membuat Sheira mendadak kaget
"jadi wanita itu...?."
"dia istriku, tolong jauhi aku, akibat mengejarmu kemarin membuat hati istriku terluka."
"tapi Sat, kau harusnya memberi aku kesempatan untuk memulai semuanya dari awal, kita bisa bersama lagi seperti dulu." ucap Sheira
"tidak, aku rasa tidak perlu lagi mengingat hal dulu, semuanya sudah berlalu Sheira."
"tidak!!!! aku jauh jauh kembali kesini untuk menemui mu tapi kau seperti ini? aku kecewa pada mu Satria!."
"anggap saja kita memang tidak berjodoh." sahut Satria
Sheira sangat terluka saat mendengar perkataan Satria, dia segera pergi dari ruangan itu dan berniat untuk datang menemui Adinda.
__ADS_1