
Adinda membaringkan tubuh nya di atas kasur dan mulai memejamkan mata, Satria yg melihat istrinya pun ikut membaringkan tubuh serta memeluk Adinda
"selamat tidur ya sayang." ucap Satria mengecup kening, pipi, dan juga bibir manis sang istri
"hmm ya." jawab Adinda
.
.
.
keesokan hari...
pagi pagi sekali Adinda terbangun, ia membersihkan wajah nya kemudian turun ke bawah untuk membuat kan sarapan suaminya
"sudah bangun nak?." tanya Tania
"eh mama, ko udah di sini aja??." kata Adinda
"iya, kan mama setiap pagi memang suka cek dapur bahkan memasak jika ingin." sahut Tania
"tapi kan mama pasti masih lelah, karena ditempat itu mama ga nyaman kan?? maafin aku ya ma, aku ga bisa menyelamatkan mama dalam waktu dekat." kata Adinda memeluk ibu mertua nya itu
"sayang? kau tidak usah meminta maaf begini, mama sangat mengerti posisi mu, ini juga kesalahan mama karena mama kurang berhati hati." jawab Tania Anggara
"enggak, ini bukan salah mama, tapi ini salah para penjaga keamanan karena lalai ngelakuin tugas nya, lain kali Dinda akan buat perhitungan pada mereka, Dinda ga mau mama kenapa napa." ucap Adinda
"iya nak, terimakasih sudah memperhatikan mama, sekarang kau mau apa?." kata Tania
"aku ingin buatkan sarapan untuk suami ku."
"oh baiklah, kau buat disini ya, mama akan ke kamar." ucap nya
"iya ma." Adinda segera mengambil posisi ternyaman dan membuatkan sarapan pagi tersebut
__ADS_1
setelah makanan itu matang, Adinda bergegas membangunkan Satria di kamar nya.
"Sat? Satriaaa.." panggil Adinda
"hmmm."
"Satria bangun, aku sudah siapkan makanan untuk mu." ucap istrinya
"hmm ya sebentar lagi." jawab Satria
"ayo lah bangun, sudah jam 6, apa kau tidak ke kantor???." tanya Adinda, Satria segera membuka mata dan menatap istrinya
"kau masak apa?." kata Satria
"aku cuma masak nasi goreng, tadinya aku ingin buat sup kesukaan mu, tapi takut jika kelamaan membuat nya." ucap Adinda
"ya sudah, aku ke toilet sebentar lalu aku segera ke meja makan." kata Satria mencubit pelan pipi sang istri
"baiklah, aku tunggu."
"kau mandi sana, jangan sampai telat." ucap Adinda
"iya iya aku mandi." Satria menuju kamar dan memasuki toilet
⭐⭐⭐⭐
1jam kemudian.
Satria telah tiba di kantor nya, seperti biasa para karyawan menyambut hangat kedatangan nya
"selamat pagi tuan." ucap para karyawan
"pagi tuan Satria." kata Wina, salah satu karyawan baru yg baru saja diterima kerja oleh Satria
Satria hanya berjalan lurus tanpa menoleh ke arah manapun, ia terbiasa seperti itu kepada semua orang termasuk di kantor nya sendiri
__ADS_1
apakah dia tidak melihat ku?. batin Wina
"hei, apa tuan Satria selalu bersikap begitu kepada seluruh karyawan?." tanya Wina pada karyawan lain nya
"memang, kau kaget? kalau aku sih tidak, sikap nya yg seperti itu justru membuat ku kagum, karena dia sangat memperdulikan hati istrinya." jawab karyawan 1 pelan
"iya benar, aku pun kagum, dari banyak nya perempuan yg tergila gila oleh ketampanan nya, tuan Satria tetap memilih istri nya." sahut karyawan 2
"menurut ku wajar aja sih dia memilih nona Adinda, secara dia itu sangat cantik, dan juga baik, banyak pula laki laki yg mengejar nya namun dia tetap setia pada suami nya itu, serasi sekali bukan?." sahut karyawan 3
"tuan Satria orang nya sangat dingin, tapi dia bisa hangat untuk istrinya." sahut karyawan 1
"oh, jadi tuan Satria sudah memiliki istri?." tanya Wina
"iya benar."
"siapa yg menyuruh kalian merumpi?!." ucap Farel sontak membuat para karyawan menunduk takut
"ma-maaf tuan." kata para karyawan
"kembali ke meja kalian masing masing!." kata Farel
ketika hari sudah mulai siang, jam istirahat kantor pun tiba, semua karyawan di izinkan untuk makan dan lain lain sesuai pada waktu yg ditentukan, Wina melihat Satria yg baru saja keluar dari lift
"siang tuan." ucap Wina yg tidak dibalas sama sekali oleh bos nya
"tuan? apakah anda sudah makan?." tanya Wina yg berjalan cepat mengejar Satria
"belum." sahut Satria yg terus berjalan
"jika tuan ingin makan di luar saya siap untuk menemani." kata Wina
"tidak perlu." Satria terus menuju keluar sampai tiba di depan mobilnya
huh, ternyata benar, dia adalah laki laki yang dingin. pikir Wina
__ADS_1