
Selin sudah menemukan apa yang dia cari, kemudian ia segera kembali ke rumah bersama Adinda
diperjalanan Selin tidak sengaja menyerempet mobil seseorang
"hu pelan pelan kak." kata Adinda sedikit takut
"sial, kenapa harus menabrak sih?!." gumam Selin
mobil Selin yang mengerem secara mendadak membuat ponsel Adinda terjatuh, jadi ia harus menunduk dan mencarinya
orang didalam mobil yg sudah Selin tabrak keluar dengan rasa kesal, dia adalah Jonatan.
Jonatan sedang terburu buru karena ada rapat, lalu Selin turun dari mobilnya.
saat pintu mobil dibuka, Jonatan melihat kaki seorang wanita dengan memakai high heels berwarna hitam berkilap, tidak lama muncul wajah Selin, Jonatan melihatnya seakan tidak bisa berkedip karena Selin begitu cantik
"duh maaf ya, saya tidak sengaja menabrak nya." ucap Selin
"oh ya tidak apa, hanya baret sedikit." jawab Jonatan yg tiba tiba kehilangan rasa kesalnya
"apa perlu saya ganti?." tanya Selin
"tidak perlu, kau ingin meminta maaf?." kata Jonatan
"iya aku ingin meminta maaf."
"berikan kartu nama mu, maka aku akan memaafkan mu." jawab Jonatan
dia ini ingin modus, atau memang ingin meminta uang untuk mengganti mobilnya yang sudah baret?. tanya Selin dalam hati
lalu Selin memberikan kartu namanya dan segera memasuki mobil.
"Din, kamu cari apa?."
"kak ponsel ku terjatuh saat kau berhenti mendadak tadi." balas Adinda masih menunduk mencari cari ponsel nya
tidak lama kemudian ponselnya ketemu.
__ADS_1
setibanya di rumah mereka berdua beristirahat.
Adinda baru saja membaringkan tubuhnya di kasur merasa ponsel nya berbunyi
tringg..tringg..
terlihat nama Husband⤠disana
"hallo sayang?." kata Dinda
"hallo manis, kau sudah makan?." tanya suaminya
"tentu saja sudah, kau sendiri sudah belum?."
"aku belum, pekerjaan ku masih sedikit lagi jadi aku harus menyelesaikan nya." jelas Satria
"Satria, kau harus ingat sebanyak apapun pekerjaan mu jangan lupakan makan, apa perlu aku mengantar nya untuk mu?." ucap Adinda
"tidak perlu sayang, kau tenang saja aku tidak akan melupakan makan, ya sudah aku tutup dulu panggilan nya."
"tentu saja, muach."
panggilan itupun terputus. Adinda kembali memejamkan matanya dan tertidur.
Selin mendapati pesan dari nomor tidak dikenal
Temui aku nanti malam di cafe bintang jika kau ingin aku maafkan.
- Jonatan
"apa dia laki laki yang mobilnya sempat aku tabrak?." gumam Selin
kini hari sudah malam.
Satria pulang dan mencari istrinya, ia mencium kening istrinya. Adinda segera membuka kan dasi dan juga kancing Satria
"sayang, malam ini aku ingin bersenang senang dengan mu." ucap Satria seraya tersenyum
__ADS_1
"baiklah, sebagai istri yang baik aku akan menuruti mu hahaha." balas Adinda
Selin sudah rapih dan pergi menemui Jonatan, ia tidak pamit dengan Satria karena takut akan ada banyak pertanyaan.
Jonatan sudah menunggu Selin di cafe, saat Selin sampai Jonatan langsung melambaikan tangan kepada Selin
"kau ingin inikan?." Selin menyerahkan sejumlah uang didalam amplop kepada Jonatan
"duduklah, aku tidak meminta uang mu." pinta Jonatan
"lalu? kau ingin apa?." tanya Selin
"aku ingin makan bersama saja dengan mu, apa itu tidak boleh?."
"oh jadi kau ingin coba menggoda ku? maaf sekali sayangnya aku tidak menyukai laki laki seperti itu." ucap Selin
"sudah, pesan dulu makanan nya." Kata Jonatan
"aku tidak punya banyak waktu untuk makan bersama mu, aku masih memiliki urusan lain yang jauh lebih penting." jawab Selin
"begitu ya, jadi kau menolak ajakan ku? baik. aku akan melaporkan mu pada polisi bahwa kau sudah menabrak mobil ku." kata Jonatan
"maksud mu apa sih? aku mengganti nya saja kau tidak mau." balas Selin
"ya karena aku hanya ingin makan bersama mu, jadi gimana kau pilih masuk jeruji besi atau makan bersama ku?." tanya Jonatan
"baiklah aku makan disini, pesan kan aku makanan dan minuman." pinta Selin
kemudian Jonatan memanggil pelayan dan memesankan makanan untuknya dan Selin. ketika makanan datang mereka melahapnya secara perlahan.
tiba tiba Jonatan mengusap bibir Selin, karena tersisa sedikit makanan disana.
Selin mendadak terpaku, saat laki laki tampan didepan nya bersikap seperti itu. jantung nya pun tak beraturan
mengapa aku menjadi gugup seperti ini sih, jangan bodoh kamu Selin. ucapnya dalam hati
"cukup, aku akan segera pulang." kata Selin menepis tangan Jonatan
__ADS_1