
"hei heii... sudah lah sayang jangan mengajak ku berlari lari." ucap Satria
"stop disana, jangan mendekat." kata Adinda menyetop laki laki dihadapan nya
"kita akan pergi jadi kamu jangan bercanda." kata Satria
"cih, siapa yang mengajak mu bercanda? percaya diri sekali." balas Adinda menggibas pelan rambut nya
"ayo berangkat." Satria menggandeng tangan istrinya dan menuju mobil
"tidak perlu seperti ini, aku bukan anak kecil." kata Adinda sinis
"diam, jangan banyak bicara."
mereka berdua kini sudah di dalam mobil, Satria pun segera melajukan mobil tersebut dan mengarahi nya pada sebuah mall besar
selang 30menit kemudian
"kita sampai." ucap Satria menghadap Adinda
Adinda hanya diam tidak menjawab ucapan laki laki disebelah nya.
"sayang? kita sampai." ucap Satria lagi, namun Adinda tetap masih diam
"kau kenapa sih? malah diam saja." kata Satria
"dasar laki laki gila, kau yg suruh aku diam tadi, sekarang giliran aku diam kau justru marah marah dan meminta ku untuk berbicara." balas Adinda disertai tangan nya yg kini menyilang didepan dada
"oh hahahaha, maaf aku tidak bermaksud begitu, ya sudah ayo kita keluar."
di dalam..
"apa kau sering mengajak istrimu kemari???." tanya Adinda
__ADS_1
"lumayan, tapi tidak terlalu, kamu itu tidak doyan belanja seperti wanita wanita biasanya, aku mencintai mu karena kamu sangat berbeda dari mereka, banyak wanita yg mendekati ku hanya karena ingin kekayaan ku saja, namun kau tidak." jelas Satria
"seperti itu ya? lalu kenapa kau ajak aku kesini padahal istrimu tidak doyan belanja?." balas Adinda menatap Satria
"ya karna aku ingin, aku memang selalu membelikan sesuatu untuk istriku walaupun dia tidak meminta nya, itu lah yg dinamakan suami pengertian, jutaan wanita mungkin ingin sekali berada di posisi mu karena kamu memiliki suami yg tampan dan juga perhatian." jawab Satria percaya diri
"kau tidak malu ya berkata begitu di depan ku? rasanya aku ingin muntah saja mendengar nya." kata Adinda
"kenapa ingin muntah? bukan kah ucapan ku benar?." balas Satria
"tidak sama sekali, kau tidak perhatian, kau tidak mengerti, bahkan kau ini sangat sangat menjengkelkan." ucap Adinda
tak lama mereka berdua sedang asik mengobrol seraya berjalan, seorang laki laki datang menghampiri
"wah wah wah... ada yang sudah akrab rupa nya." ucap laki laki itu, dengan cepat Satria melirik wajah nya dan langsung saja emosi nya tersulut
"mau apa kau??!!!." kata Satria menarik kerah baju laki laki itu, Adinda yg melihat nya hanya gemetar karena takut dengan apa yg dia lihat
"sabar dulu, jangan buru buru." ucap nya
"hei sayang, kau kenapa?." ucap Satria memegangi wajah istrinya
"bisa kah kita pergi dari sini??? aku sangat tidak nyaman." sahut istrinya
"tapi kau kenapa sayang? mengapa diri mu terlihat sangat takut?? apa yg terjadi?." tanya Satria
"seperti nya kamu masih ingat ya dengan ku." ucap laki laki tersebut dengan senyum liciknya
"apa yg kau lakukan pada istriku hingga dia ketakutan seperti ini?!!!!!!." kata Satria kembali mencengkram kerah laki laki itu
"oh kau belum tau ya? jika kau ingin tau kau tanyakan pada dirinya, apakah aku hebat saat melakukan aksi ku bersama nya pada malam itu?." kata laki laki tersebut
"tidak!! kau sangat menjijikannnnn!!." ucap Adinda dengan mata berlinang dan teriak
__ADS_1
"jangan macam macam!!! ucapan mu bisa membuat ku murka!!!." Satria meninju Reno
"cukup!!!!." Adinda berlari keluar mall meninggalkan kedua laki laki yg sedang bertengkar
"Adinda?!!!." panggil Satria lalu mengejarnya
kau akan hancur ketika mendengar penjelasan nya nanti. pikir Reno licik
"Adinda tunggu?!!!!." Satria terus mengejar Adinda sampai tertangkap didalam pelukan nya
"ada apa sayang? tolong jangan lari dari ku, aku sangat khawatir." kata Satria lagi
"hiiiksss...hiksss."
"ceritakan, ku mohon.." pinta Satria lembut
Adinda menangis tanpa menjelaskan apapun pada suaminya, lalu Satria memutuskan untuk membawa Adinda ke sebuah tempat yang tenang agar bisa menjelaskan apa yg sudah dia sembunyikan
di taman, dimana tempat Adinda dan Satria sering melihat lihat pemandangan sewaktu dulu.
"sekarang ceritakan pada ku, kau kenapa??." tanya Satria lagi
Adinda hanya diam, menatap pohon pohon yg bergerak tertiup angin
"kau dengar aku kan?." kata Satria lagi
"aku tidak bisa menceritakan nya." jawab Adinda datar
"kenapa?? aku ini suami mu, aku berhak mengetahui nya, aku ingin tahu kenapa istriku ketakutan seperti ini." ucap Satria
"apa jika kau mengetahui semuanya kau akan tetap mengakui ku sebagai istrimu? atau malah kau buang aku layaknya sampah??." tanya Adinda serius
"aku tidak akan membuang mu, kau ini istriku, istri kesayangan ku." jawab Satria
__ADS_1
"Reno.." sahut Adinda gugup