
hari berganti hari..
sampai akhirnya tiba ulang tahun Satria
"sayang selamat ulang tahun ya, aku selalu mencintai mu." ucap Adinda
"terimakasih ya sayang, aku juga selalu mencintai dirimu." jawab Satria senang
Selin hanya berdiam diri didepan pintu kamar Satria, air mata nya menetes terus menerus melihat keadaan Satria yang semakin lama semakin tidak baik.
Satria? apa kau begitu mencintai Adinda sampai sampai berkhayal seperti ini? dulu saat Sheira pergi kau tidak begini. batin Selin
waktu berputar dengan cepat, saat ini hari memasuki sore
Adinda, Tio Anggara dan juga istrinya dengan cepat terbang ke indonesia, mereka berniat untuk bertemu dengan Satria.
tidak begitu lama mereka sampai di kediaman Anggara, lalu Desi dan juga Romi menyambut kedatangan nya dengan senang hati
"selamat datang tuan, nyonya, dan juga nona Adinda, saya senang sekali akhirnya nona kembali." ucap Desi
"terimakasih Desi."
"nak, bagaimana kalau mama dan papa masuk lebih dulu dan kamu tunggu disini untuk memberikan Satria kejutan." pinta Tania
"oh ya, boleh ma kalau begitu aku tunggu disini bersama Desi."
Tania dan suaminya masuk ke dalam dan mencari Selin juga Satria
"Selin?." panggil Tio
__ADS_1
"ayaah, ayah datang? kenapa tidak kabari aku?." ucap Selin memeluk Tio dan Tania sekaligus
"sayang kamu apa kabar? Satria dimana?." tanya Tania
"kabar aku baik, tapi Satria ma." Selin mulai meneteskan airmata nya lagi
"ada apa nak?."
"ayo ma ikut aku ke kamar Satria." Selin menarik tangan Tio dan Tania untuk memasuki kamar
Tania membuka pintu kamar putra nya dan melihat Satria sedang tersenyum senyum di sofa.
"Satria?." panggil Tania ikut meneteskan airmata melihat putra nya seperti ini
"mama? mama baru sampai?." balas Satria menghampiri orang tuanya
kemudian Adinda masuk dan membuka pintu kamar suaminya
"Adinda?." sebut Selin tak percaya
"Dinda?!!!." ucap Satria berlari memeluk istrinya
"halo sayang, bagaimana kabar mu?." kata Adinda membalas pelukan suaminya
"aku merindukan mu, jangan pergi." Satria menciumi pipi istrinya
"tidak, aku tidak pergi, maaf ya aku meninggalkan mu terlalu lama." balas Adinda memegang wajah Satria dengan kedua tangan nya
"happy brithday sayang." ucap nya lagi seraya mencium bibir suaminya dihadapan keluarga Anggara
__ADS_1
Tio, Tania dan Selin merasa sangat bahagia saat Adinda bersatu lagi dengan Satria
"jangan tinggalkan aku lagi, ku mohon." Satria memeluk istrinya lagi
"iya sayang, aku bawa kue untuk mu." ucap Adinda memberikan kue tersebut pada Satria
"mama dan papa keluar dulu ya, silahkan kalian nikmati kebersamaan ini." ucap Tania
"iya aku juga permisi dulu." kata Selin
Adinda tersenyum mengangguk pada semuanya
"kau senang aku kembali?." tanya Adinda
"sangat sangat senang." ucap Satria mengelus lembut wajah istrinya
"bagaimana dengan wanita itu?."
"Adinda, aku sudah tidak ada perasaan apapun untuk nya, kau harus percaya, aku hanya merindukan dia saat itu, maafkan aku." kata Satria
"aku percaya sama kamu, lihat? kandungan ku sudah masuk 4bulan." ucap Adinda senang
"aku tahu walaupun kau tidak memberitahu nya."
Satria mengelus perut istrinya dan berbicara
"anak papa, baik baik ya di sana, jangan nakal, bunda sama papa menunggu kamu di sini."
Adinda hanya tertawa melihat suaminya berkata seperti itu, mereka terus bercanda canda dan saling menyuapi kue yang Adinda bawa tadi
__ADS_1