
Satria menaiki mobilnya menuju restoran untuk makan siang, di perjalanan ia segera menghubungi istrinya..
"halo sayang?." sapa Satria
"ada apa suamiku??." tanya Adinda memanjakan
"apa kau sudah makan? menu apa saja yg tersedia hari ini di rumah?." tanya Satria
"hmm, aku sudah makan, pelayan membuatkan banyak sekali makanan, ada sup, ayam panggang, ikan bakar, kentang, dan masih banyak lagi, ada apa? kau lapar ya? aku akan mengantarkan makanan mu sekarang juga." ucap Adinda
"hei hei... tidak usah, kau tidak perlu repot membawakan nya, aku sedang diperjalanan menuju restoran terdekat untuk makan siang, aku menghubungi mu hanya untuk memastikan bahwa kau sudah makan di sana." kata Satria
"ya ampun kau manis sekali ya, menelfon ku hanya untuk menanyakan hal tersebut." ucap Adinda
"oh ya, kau jangan lupa memakan buah yg sudah aku siapkan, karena buah yg disiapkan oleh Desi rasanya tak bagus untuk mu, lebih bagus yg aku belikan." kata Satria
"iya sayang, aku sudah memakan nya barusan, kau tak usah khawatir, ya sudah hati hati dijalan ya, aku sangat mencintai mu." ucap istrinya
"aku juga sangat mencintai mu, jaga diri baik baik ya sayang." balas Satria
tut.. panggilan tersebut segera berakhir
"tidak ku sangka, aku merasa sangat bahagia memiliki nya, andai saja ayah dan ibuku tau bahwa menantu nya kini sangat sangat mencintai dan menjaga ku, walaupun saat itu ia melakukan kesalahan, tapi ya sudah lah, aku sudah memaafkan nya, jujur aku pun tak bisa jika harus berjauhan berlama lama dengan Satria, Satria dan Arkan adalah segala nya untuk ku." gumam Adinda yg tidak sengaja menjatuhkan butiran air mata nya
...
ketika sudah sore, Satria bergegas untuk pulang lebih cepat seperti biasanya.
"Farel? aku akan pulang sekarang, kabari aku jika ada sesuatu yg penting." ucap Satria
"baik tuan." balas Farel menunduk hormat
dilantai bawah, Wina melihat Satria yg sedang berjalan ke arah keluar
"tuan? anda sudah ingin pulang ya?." tanya Wina melembutkan suara nya
"ya." Satria menjawab tanpa menoleh sedikitpun
"tuan sapu tangan mu terjatuh." Wina sedang berfikir cara untuk menahan bos nya agar tidak bisa menghindari dirinya itu kemudian dia melihat sapu tangan milik Satria terjatuh dilantai
Satria segera menghentikan langkah nya dan menunggu Wina menghampiri nya
__ADS_1
"ini tuan sapu tangan anda." ucap Wina tersenyum manis
"terimakasih." balas Satria dingin, ketika Wina tau bahwa bos nya tak akan mau meladeni kekonyolan sikap nya itu, ia berusaha mencari perhatian nya untuk berpura pura sakit
"aaggh." kata Wina kesakitan seraya memegang perut nya, hal itu membuat Satria menoleh
"mengapa diri mu?." tanya Satria, para karyawan lain nya mulai panik karena melihat Wina saat ini sedang kesakitan
"tu-tuan, perut saya." gumam Wina memegangi lengan tangan bos nya
"ada apa dengan perut mu?." ucap Satria bingung
"perut ku sakit sekali." ucap Wina
"bagaimana ini?." kata para karyawan yang mulai gelisah
"sabar, akan saya panggilka..." belum sempat melanjutkan kata kata, Wina menjerit kesakitan lagi
"aaagh aku sudah tidak tahan tuan." ucap Wina, melihat wajah Wina yg kini terlihat memerah akibat menahan sakit Satria segera menggendong tubuhnya ke ruang khusus
semua karyawan wanita yg melihat hal itu hanya tercengang dan menelan saliva nya masing masing
"benarkah tuan menggendong Wina???." tanya karyawan 1
"ah paling Wina hanya cari cari perhatian." kata karyawan 3
"kalau benar dia berbohong, berani sekali ya? dia tidak tahu siapa tuan Satria, jika dirinya merasa ditipu maka dia akan sangat marah besar." kata karyawan 4
di ruangan tempat Satria membawa Wina,,
"kau tidak apa apa?." tanya Satria setelah meletakkan tubuh Wina
"sa-saya tidak apa apa tuan, hanya saja perut saya sakit sekali." balas Wina dengan wajah dibuat buat
"apa kau makan sesuatu saat makan siang tadi?." kata Satria menatap Wina
"tidak tuan, saya bahkan belum makan apapun ketika jam istirahat." jawab Wina
"mengapa tidak makan? bisa saja perut mu sakit karena belum ada makanan yang masuk." ucap Satria mengerutkan alis nya
"hmm."
__ADS_1
"kau tunggu disini biar saya panggilkan dokter." kata Satria, Wina segera menahan tangan Satria agar tidak menghubungi dokter, ia takut kebohongan nya terbongkar
"jangan tuan, saya tidak memiliki uang yg cukup untuk membayar nya." kata Wina
"kantor yg akan membayar nya." ucap Satria
"biarkan saya beristirahat saja tuan." ucap Wina
"apa kau yakin?." tanya Satria memastikan, Wina segera menganggu kan kepala nya
tiba tiba ponsel Satria berdering..
terpampang jelas dilayar itu bahwa sang istrinya menelfon
Satria segera menjauh sedikit dari Wina kemudian mengangkat panggilan istrinya
"halo sayang?." kata Satria
"sudah sore, apa kau akan pulang malam Sat?." tanya Adinda
"aku akan pulang sebentar lagi, kau tidak apa kan??." tanya Satria khawatir
"aku tidak apa apa, ya sudah aku tunggu di rumah ya, nanti kau hati hati dijalan, aku akan siapkan makan sore serta air hangat untuk mu berendam." ucap istrinya
"terimakasih ya sayang, aku akan segera pulang menemui mu." balas Satria
tut.. panggilan terputus
"Wina? saya harus pulang sekarang, jika kau tidak ingin sendirian disini, saya akan menyuruh asisten saya menemani kamu disini." ucap Satria
"tuan?." Wina memegang tangan bos nya itu, dengan cepat Satria melepas tangan nya dari tangan Wina
"apa tuan tidak bisa menemani saya disini? saya rasa tuan cukup ahli untuk membuat seseorang nyaman." kata Wina
"apa maksud mu?." tanya Satria
"e-bukan apa apa kok, maksud saya tuan sangat ahli membuat seseorang nyaman apalagi saya sedang sakit, jadi akan lebih baik kalau tuan bisa temani saya disini." ucap Wina
"maaf Wina, saya punya urusan yg jauh lebih penting dengan istri saya dari pada kamu, saya akan pulang sekarang juga karena saya tidak mau membuat ia menunggu lebih lama lagi." kata Satria berlalu pergi
"aaaaaaarghhh!!!." Wina menjerit dan mengacak rambutnya sendiri, ia sangat kesal karena dengan susah payah mengambil perhatian bos tampan nya lalu di ganggu oleh Adinda
__ADS_1
"aku tidak akan menyerah untuk mendapat kan perhatian mu, jika dulu aku bisa menaklukan tuan Jonatan mengapa sekarang aku tidak bisa meluluhkan tuan Satria?." gumam Wina percaya diri disertai senyum licik nya