Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
kejutan romantis


__ADS_3

kemudian Adinda tersenyum dan menatap Satria


"sudah ya, jangan bersedih, lebih baik kita masuk ke dalam, pasti kau sangat lelah kan, biar nanti aku meminta pelayan untuk menyiapkan air hangat agar kau bisa berendam." ucap Satria


"ya sudah." Adinda melangkah kan kakinya ke dalam villa tersebut


para pelayan pun berdatangan menyambut kehadiran mereka


"selamat datang tuan dan nyonya." ucap mereka membungkuk hormat


"tolong buatkan air hangat untuk istriku berendam." pinta Satria


"baik tuan." salah satu pelayan itupun bergegas pergi menjalankan perintah tuan nya


"sayang, lebih baik kau ke kamar sekarang, pelayan sudah menyiapkan air hangat mu, nikmati waktu mu ya." ucap Satria seraya mencium kening istrinya


"terimakasih." Adinda pun bergegas pergi menuju kamar dan mengganti baju nya dengan handuk


...


Satria meminta salah satu pelayan untuk mengajak Adinda pergi berjalan jalan sekitar sini, karena Satria ingin membuat sesuatu yang akan membahagiakan istrinya.


"setelah istri saya selesai, kau temani dia berjalan jalan sekitar sini, tapi pastikan kalau dia tidak masuk ke dalam rumah dengan waktu cepat." pinta Satria


"baik tuan." balas pelayan itu


Satria segera menyiapkan seluruh perlengkapan yang ia butuhkan.


disisi lain, Adinda sudah selesai mandi dan berpakaian, lalu disambut oleh pelayan untuk berjalan jalan keluar mengelilingi halaman serta tempat tempat yg indah dipandang

__ADS_1


"memang nya aku gapapa kalo keluar?." tanya Adinda pada pelayan itu


"tidak masalah nyonya." balas pelayan


"ya sudah, kalau begitu kita jalan sekarang." Adinda pun keluar ditemani oleh pelayan dengan rasa senang, ia merasa hari ini akan sangat menyenangkan jika memandangi pemandangan pantai yg sangat indah


"kamu sudah lama bekerja disini?." tanya Adinda lagi


"belum nyonya, tuan baru saja membeli apartemen tersebut beberapa bulan lalu." kata pelayan


"apa kamu tau bagaimana sikap tuan mu itu?." ucap Adinda yg ternyata penasaran


"tuan orang yang baik, ia tidak menuntut para pelayan untuk membuat hal yg tidak disanggupi, ia juga selalu memberikan gaji kepada kami dengan jumlah besar, tapi jika kita tidak mampu menghormati serta bersikap seenaknya kepada tuan Satria, ia tidak akan segan segan untuk memecat kami nyonya." jelas pelayan


"oh seperti itu ya." Adinda dan pelayan tersebut sangat asik berbincang bincang seraya memandangi langit langit dan pohon kelapa yg terhembus angin


ditempat Satria,


2jam berlalu...


pelayan mengajak Adinda masuk ke dalam villa karena hari menjelang malam, takut jika nyonya nya kedinginan, lagi pula hanya 2 jam waktu yg tuan Satria berikan untuk pelayan membawa Adinda berjalan jalan


"nyonya, lebih baik kita ke villa sekarang, karena hari menjelang malam." ucap pelayan


"ya sudah, yu kita kembali." Adinda pun berjalan menuju villa diikuti oleh pelayan dibelakang nya


saat memasuki villa tersebut lampu nya mati, hal tersebut membuat sekeliling nya terlihat sangat gelap, Adinda memanggil manggil nama Satria namun tidak ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tombol cahaya lampu tersebut.


seketika saat ia menekan tombol itu, kedua matanya menatap kaget, ia memukul pipi nya untuk memastikan apakah dirinya bermimpi atau tidak, tapi saat merasakan sakit dirinya tersadar bahwa dia tidak lagi bermimpi.

__ADS_1



Adinda berjalan mengikuti arah kelopak mawar yg tertata rapih itu, sampai tiba disebuah kamar yg tak lain adalah kamar nya yang tadi sempat di singgahi nya untuk mandi dan berpakaian.


tadi kamar ini hanyalah kamar biasa, namun sekarang?? semuanya sangat indah. batin Adinda



dari pintu kamar sudah terlihat Satria yg sedang berdiri tegap dengan wajah tampan nya untuk menyambut sang istri.


"Satria?." ucap Adinda mengembangkan senyumnya


"bagaimana? kau suka?." kata Satria


"aku suka banget, kamu yg buat semua ini?." tanya Adinda


"iya dong suami mu yg buat, kalau bukan memang nya siapa lagi." balas Satria percaya diri


"ih narsis deh, jadi tadi pelayan itu????." ucap Adinda


"iya, aku yg suruh pelayan itu ngajak kamu keluar, biar aku ada waktu buat menata semua ini." jawab Satria


"wah hebat ya, cuma dalam waktu 2jam kau bisa menata semuanya sebagus ini." kata Adinda


"hmm, jadi kau tidak mau peluk suami mu dan mengatakan terimakasih?." kata Satria


"ahahaha, ya ya baik lah." Adinda mendekatkan dirinya kepada Satria dan memeluk suami tampan nya itu


"terimakasih ya sayang sudah membuatkan semua ini untuk ku, ini bonus nya." Adinda mengecup pipi Satria dan segera mungkin menatap ke arah dinding

__ADS_1


"hei kenapa menatap nya ke dinding?." kata Satria yang sudah tau bahwa istrinya sedang tersipu malu


"diam, aku malu tau." kata Adinda


__ADS_2