Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
Emily, dia wanita Anderson!


__ADS_3

"ya sudah kalau begitu, aku harap kalian benar-benar datang besok, aku tak akan membiarkan putri ku sedih sepanjang hari." ucap William


"saya akan datang besok, terimakasih untuk waktunya Tuan William." ucap Satria kemudian menutup telepon


Malam hari, Satria tetap berada diruang kerja, ia tak peduli dengan apa yang sedang dilakukan wanita palsu itu sekarang.


Tok..tok..


Satria membuka pintu tersebut kemudian melihat Emily berdiri di sana.


"Adinda..? mau apa kamu kesini?." Satria terkejut menatap Emily, kemudian Emily masuk tanpa menunggu jawaban Satria


"aku tahu, kamu sangat menganggap aku berubah, maafkan aku ya, kehamilanku kemarin memang membuat aku jadi mudah emosi." kata Emily, ia melangkah maju mendekati Satria lalu memeluknya.


seketika pria itu seperti sedang terhipnotis, bukan menolak, malah kembali memeluk nya.


"aku sangat mencintaimu Satria." ucapan itu membuat Satria sadar dan langsung mendorongnya.


"k-kenapa?." wajah Emily panik


"keluar! keluar dari ruangan ini!." Emily berusaha menenangkan nya tetapi Satria bersikeras meminta nya pergi


Akhirnya Emily keluar dan kembali ke kamar, ia bingung apa yang terjadi dengan Satria, tetapi itu tak terlalu membuatnya pusing, ia akan senang karena besok sore mungkin saja Satria segera membalik namakan saham perusahaan itu atas nama Adinda, Emily berpikir bahwa Adinda yang asli sudahlah mati, jadi hanya dia yang akan bisa memegang semua saham itu.


keesokan nya, Emily meminta izin pergi ke mall untuk shopping, dan Satria menyetujuinya, tentu saja jika itu adalah Adinda yang asli Satria tak mungkin membiarkan nya pergi sendirian, bahkan kenyataan nya Adinda tidak suka menghambur-hambur kan uang hanya demi shopping.


sementara Satria membawa Arkan pergi ke tempat dimana bunda aslinya tinggal.


"ayah, kita akan kemana?." tanya Arkan polos


"kau akan bertemu bunda hari ini, apa kau senang sayang??." Satria menatap bocah kecil itu yang girang, lalu mengendalikan mobilnya ke rumah William.

__ADS_1


di kediaman William, Rose sudah meminta pelayan untuk menyiapkan banyak sekali makanan karena hari ini Satria akan datang membawa anak dari putri angkat mereka.


"Mom, apakah anak ku sudah datang?." Adinda bertanya sambil berjalan menghampiri Rose


"belum sayang, mungkin sebentar lagi dia akan datang." balas Rose


"aku tidak sabar melihat anakmu kak, apakah dia lucu?." tanya Angeline, dia ingin sekali bermain dengan Arkan ketika dia tiba nanti


"anak ku sangat lucu, kau pasti sangat menyukainya Angeline." jawab Adinda


saat mereka sedang saling mengobrol tiba-tiba Satria datang menggendong bocah kecil itu di dalam pelukan nya.


"Tuan, Nyonya, ini dia Tuan muda Satria telah datang." kata pelayan


"wah bagus sekali, kemari Satria, silahkan duduk." ucap Rose


"bunda!." teriak Arkan berlari ke arah Adinda, wanita yang dipanggil dengan sebutan bunda itu segera melihat putra nya dengan mata berbinar, kedua tangan nya telah terbuka untuk menangkap pelukan itu.


"sayang! anak bunda!." Adinda memeluk bocah kecil itu erat-erat lalu mencium pipinya seperti biasa, Arkan merasakan air mata hangat ibunya melekat di wajah kecilnya saat ini.


"aku baik-baik saja bunda, tapi aku sangat bingung kenapa bundaku menjadi ada dua." perkataan Arkan membuat semua orang terdiam, lalu Adinda tersenyum kemudian membelai rambutnya


"Arkan, dengarkan ayah, bunda mu hanya satu dan dia ada didepan mu sekarang, orang yang berada di rumah itu bukan bunda mu, jangan pernah kamu dekati dia." kata Satria berlutut dihadapan Arkan, namun Arkan melirik ayah nya


"apakah ayah mempunyai dua istri?." Adinda membelalakkan mata nya, tak percaya dengan apa yang Arkan katakan, namun hatinya sakit, dia menghapus air mata yang tiba-tiba jatuh itu kemudian pergi meninggalkan ruang tamu.


"Adinda?!." Satria mengejar istrinya dengan cemas


mereka berdua saat ini ada di kamar, Adinda enggan menatap Satria tetapi Satria berusaha untuk meyakinkan istrinya lagi dan lagi.


"sayang, aku tahu kau sangat marah, tapi aku sama sek..."

__ADS_1


"sampai kapan kamu mempertahankan wanita itu Mas? aku tidak mau berbagi ranjang dengan nya, tidak mau." ucap Adinda bersedih


"aku sama sekali tidak tidur seranjang dengan nya, kumohon percayalah padaku, kau ikut dengan ku sore ini, kita akan akhiri semuanya bersama." Satria memegang tangan istrinya lalu mencium punggung tangan itu


"apa kau percaya bahwa aku mengenal wanita yang saat ini berpura-pura menjadi diriku?." Satria terkejut, ia sama sekali tidak mengira kalau Adinda mengenalnya


"siapa? katakan padaku siapa wanita itu." pria dihadapan nya bertanya dengan lembut kemudian Adinda menunduk dan menarik nafas dalam-dalam


"Emily." ucap Adinda, Satria tercengang, jika itu benar maka apa maksud dari kejahatan Emily pada istrinya.


lalu Satria teringat akan sesuatu, ia sempat melihat berita tentang Emily kala itu. ya, Emily adalah kekasih Anderson!


"dia wanita Anderson! aku yakin! dasar penjahat!." Satria mengepalkan tinju nya kemudian memeluk istrinya agar merasa tenang


"apa kau mungkin memiliki masalah dengan Anderson? sampai-sampai wanita itu sangat membenciku sehingga terlihat ingin sekali menghancurkan hidup mu." kata Adinda yang mengencangkan pelukan nya


"aku akan meminta Farel mencari tahu nya sore ini, aku senang kamu baik-baik saja, dia pandai sekali karena mengetahui titik kelemahan ku." Satria bergumam sambil mengelus wajah istrinya dengan lembut


"aku minta kamu untuk selalu hati-hati Mas, dia bisa saja melukaimu kapanpun dia mau." ucap Adinda, Satria merasakan kekhawatiran istrinya saat ini, lalu mencium bibir wanita dihadapan nya itu.


"maafkan aku sayang, aku selalu lalai menjagamu." kata Satria, kemudian Adinda kembali menunduk


"kau tidak salah Mas, hanya saja aku yang selalu kurang berhati-hati, aku tahu banyak sekali yang ingin menghancurkan kita, tetapi aku menyepelekan nya." kata Adinda


"apa kau merindukan ku?." tanya Satria tersenyum lembut ke istrinya, Adinda merasa sedikit malu mendengar ucapan itu kemudian wajahnya mendadak merah merona


"bukan aku yang merindukan mu, tapi bayi kita." Adinda mengeles, walaupun Satria tahu Adinda sangat merindukan nya.


"jangan malu-malu begitu, bukan kah aku ini suamimu." kata Satria menggoda istrinya


"suamiku atau suami Emily?." balas Adinda tertawa kecil kemudian Satria mendorong Adinda dan menggelitiki tubuhnya sampai Adinda tak mampu menahan tawa yang pecah itu

__ADS_1


Rose tidak sengaja melihat kemesraan mereka berdua, karena pintu kamar putrinya tidak terkunci, hal itu mengingatkan dia kembali ke masa mudanya dulu saat berpacaran dengan William.


"mereka begitu serasi, beruntung nya Adinda memiliki suami yang tampan dan penuh perhatian." gumam Rose tersenyum kemudian pergi


__ADS_2