Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
flashback


__ADS_3

"oh ya ampun, istriku sekarang menyeramkan." ucap Satria mengelus pucuk kepala Adinda


"aku tidak tahan lagi dengan sikapnya yg sungguh konyol itu, dia mempermainkan ku seenak nya cuma karena aku terlihat lemah." ucap Adinda mendecak kesal


"sudah nak, sekarang kita pergi dari sini, papa kalian pasti menunggu di rumah." ucap Tania yg kini sudah terbebas dari tali yg diikat oleh Sheira


"ya sudah ma, ayo kita keluar." Adinda menggenggam tangan Tania dan menuntun nya berjalan perlahan lahan


"awas hati hati." kata Satria memperingatkan


mereka semua segera menuju mobil dan mengarahkan nya ke kediaman Anggara, ketika tiba di sana, Tania masuk ke dalam rumah lalu disambut oleh senyuman hangat dari Tio suami nya.


"syukur lah kau selamat, terimakasih ya tuhan." ucap Tio memeluk Tania


"ini berkat Adinda dan Satria pa, mereka yg menolong mama." kata Tania


"terimakasih banyak ya sayang." ucap Tio kepada Adinda


"jangan sungkan pa, aku adalah menantu sekaligus anak mu, aku dan Satria pasti akan menyelamat kan mama jika sesuatu terjadi padanya." balas Adinda tersenyum


"hm, mama istirahat ya nak, badan mama sakit sekali, selama di sana mama tidak bisa tidur dengan nyenyak." kata Tania


"apa perlu aku memijat badan mama yg pegal?." tanya Adinda


"tidak usah sayang, kau juga pasti lelah, beristirahat lah dengan suami mu, mama akan baik baik saja." ucap Tania berlalu pergi menuju kamar tidur nya


"kau lapar tidak?." tanya Satria pada istrinya

__ADS_1


"seperti nya tidak, ayo kita ke kamar." ajak Adinda


"baiklah." Satria merangkul Adinda untuk menuju kamar nya, mereka saat ini terlihat begitu mesra, betapa bahagia nya Satria saat istri tercinta nya telah pulih dan mama nya telah kembali.


"aku bahagia sekali." ucap Satria


"berbahagialah, tapi kau harus ingat bahwa kehidupan tidak akan pernah bahagia selama nya, kita akan selalu mendapat cobaan, jadi kau harus siap menghadapi semua itu." ucap Adinda


"pintar ya istri ku yg mungil ini." kata Satria mencubit hidung nya


di kamar...


Adinda bergegas menuju kamar mandi untuk berendam air hangat sebentar, ia ingin badan nya terasa lebih fresh dan rasa lelah nya hilang.


"aku tidak akan membiarkan wanita manapun yg berusaha menghancurkan ku menyentuh Satria, dia adalah suami ku, suami tercinta ku, tidak akan aku maafkan kalian yg berani mengganggu kehidupan nya." gumam Adinda seraya berendam di dalam bathtub


20menit kemudian Adinda selesai dan keluar dari kamar mandi, ia menuju ke ruang ganti dan terakhir menuju ranjang tidur nya


"hahaha gombal." ucap Adinda


"hei aku tidak gombal, aku benar benar merindukan sosok istriku." balas Satria memegangi tangan Adinda dan menciumi punggung tangan istrinya, seketika Adinda memeluk suami nya itu dan berkata bahwa dia sangat mencintai Satria


"bolehkah aku menghentikan waktu? sebentar saja agar aku tetap bisa seperti ini." ucap Satria


"tidak perlu menghentikan waktu, aku bersedia jika kau ingin memeluk ku terus seperti sekarang." kata istrinya


"kau boleh tidur sekarang, aku akan menemani mu." ucap Satria

__ADS_1


"aku belum mau tidur, kau ingin teh? biar aku buatkan." balas Adinda


"tidak usah." Satria mengajak istrinya untuk menuju balkon kamar


"di sini udara nya segar." ucap Satria lagi


"iya tapi angin malam ini sedikit membuatku kedinginan." kata Adinda tertawa kecil


"pakailah ini." Satria memberikan jas nya dan memakaikan ke tubuh istrinya


"aku jadi teringat masa masa dulu sewaktu aku belum menikah dengan mu, kau selalu saja bersikap romantis sehingga aku tak kuasa menahan nya, padahal aku tau, kau begitu karena kau merasa kasihan dengan apa yang aku alami." ucap Adinda menatap langit langit malam


"oh sayang, jangan berkata begitu, aku bersikap manis pada mu bukan karena aku merasa kasihan, melainkan aku diam diam juga menyukai dirimu." ucap Satria memeluk Adinda dari belakang


"sungguh? aku tidak percaya jika kau bilang saat itu kau menyukai ku." sahut Adinda


"benar, aku tidak bohong, aku pernah diam diam mengambil foto mu saat kau sedang melamun di taman, dan aku menyimpan foto itu di kamar ku, kau tau? setiap malam aku selalu melihat nya dan berharap suatu saat kau bisa menjadi pasangan hidup ku, nyatanya kini harapan ku terwujud, kau wanita paling indah yang pernah aku miliki, selain paras mu yang cantik, kau juga memiliki hati yg baik." jelas Satria


"menurut mu lebih cantik aku atau Sheira?." tanya Adinda penasaran


"astaga mengapa kau bertanya seperti itu." ucap Satria


"ku mohon jawab pertanyaan ku." kata Adinda memohon


"tentu saja kau lebih cantik dari nya, dia tidak ada apa apanya dibandingkan kamu sayang." kata Satria mengecup kening istrinya


"awas ya kalau kamu bohong, aku akan kasih kamu pelajaran." balas Adinda menyeringai

__ADS_1


"hei pelajaran apa yg ingin kamu kasih dengan ku? aku ini sudah cukup pintar sehingga tak perlu diberi pelajaran lagi." sahut Satria meledek


"aku akan mengikat mu di atas ranjang ketika kita bermain nanti." ucap Adinda berlalu pergi menuju kamarnya kembali


__ADS_2