Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
2 orang berpakaian hitam


__ADS_3

berjam jam Adinda menghabiskan waktu di rumah Selin, saat hari sudah sore ia berpamitan untuk pulang


"kak? aku pulang ya, sudah sore, takut suami ku khawatir." ucap Adinda


"yah baru jam segini Din." jawab Selin


"iya kak aku takut Satria marah jika aku berlama lama." sahut Adinda


"ya sudah kamu pulang saja, mau di antar sama Natan?." kata Selin


"ah tidak usah, masih banyak taksi diluar, kalau begitu aku permisi." Adinda keluar melewati pintu rumah Selin


diluar Adinda menunggu taksi yang tak kunjung lewat sampai tiba tiba datang dua orang memakai pakaian hitam, kacamata hitam, dan buff hitam, mereka menghampiri Adinda dan mencoba merebut Arkan


"urusan kita belum selesai!." ucap orang itu dengan tegas seraya menarik narik Arkan agar lepas dari pelukan Adinda


"lepasin!!! jangan macam macam!!!." balas Adinda


"diam! atau aku akan menyakiti anak ini!!!." kata orang itu


"tolong?!!!!!! tolonggggggggggg!!!!!." teriak Adinda sekeras keras nya, sontak teriakan itu membuat kedua orang jahat tersebut mendorong Adinda dengan kencang hingga jatuh dan terbentur keras mengenai tiang yang berada di dekat nya.


"Arghh." kata Adinda sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri


Arkan sudah berhasil dibawa oleh dua orang tersebut, kini penjaga rumah Selin yg mendengar suara teriakan kencang itu


scurity itu berlari mencari sumber suara yg telah berakhir, dan menemukan Adinda tergeletak di atas trotoar.


"nona Adinda?!!." ucap scurity itu seraya mengambil ponsel untuk menghubungi Selin


tut..tut..tut


"halo pak? ada apa?." tanya Selin


"nona Adinda.." ucapnya ragu


"ada apa dengan Adinda?!." kata Selin


"nona Adinda tergeletak pingsan, dan kening nya keluar darah." jawab scurity itu panik


"apa?!!! saya segera kesana!." Selin menutup telpon tersebut dan mengajak Jonatan menemui Adinda

__ADS_1


"ada apa sayang?." tanya nya


"cepat ikut aku, Adinda kecelakaan." jawab Selin


ditempat kejadian...


"Adindaaa?!!! bangun Din!!!!." Selin menangis, ia meminta Jonatan untuk segera membawa Adinda ke rumah sakit


"Natan tolong bawa dia ke rumah sakit sekarang!!!." pinta Selin dipenuhi derai air mata


"iya aku akan membawa nya." Jonatan menggendong Adinda untuk masuk kedalam mobil miliknya, diikuti dengan Selin


diperjalanan Selin memangku Adinda dan terus berdoa agar Adinda tidak kenapa napa.


"Din, bersabar ya, kamu harus kuat, aku bawa kamu ke rumah sakit." gumam Selin disela sela tangis nya


di kediaman Anggara


saat Satria sedang sibuk mengurus pekerjaan di ruangan nya, tiba tiba saja foto pernikahan mereka terjatuh ke lantai dan pecah.


PRAKKKK.


"ada apa ini? kenapa perasaan ku sangat tidak enak tentang Adinda?!." Satria mulai gelisah dengan perasaan nya, ia mencoba menghubungi sang istri namun nomornya tidak aktif


ia mencoba menghubungi Selin, tapi Selin tidak juga menjawab


"bodoh!!! kenapa semua nya tidak menjawab panggilan ku!!!! aku hanya ingin mengetahui kabar istriku!!." gumam Satria marah dan berdiri menuju mobil, ia ingin menjemput istrinya di rumah Selin detik itu juga


ketika di perjalanan Satria mendapati telpon dari seseorang yang tak lain adalah Selin, sepupu nya.


"halo? dimana istriku?!." tanpa basa basi Satria segera menanyakan hal tersebut karena perasaan nya saat ini benar benar tidak nyaman


"hiiikss..hikksss." terdengar suara tangisan Selin dari sebrang telepon


"kenapa kau menangis?! jawab aku!! dimana Adinda?!!!!!." kata Satria meninggikan suaranya


"Adinda...hiksss hikksss, Adinda..." Selin masih menangis, dengan cepat Jonatan merebut ponsel itu dan menjelaskan kepada Satria


"Adinda kecelakaan, saat ini berada di rumah sakit, dokter sedang memeriksa nya dan belum keluar hingga sekarang." jelas Jonatan


"apaaaa?!!!! dimana rumah sakit nya?!! beri tahu aku sekarang juga!." tak lama kemudian Jonatan memberi tau dimana lokasi rumah sakit tersebut, dengan kecepatan tinggi Satria menyusuri jalan ke rumah sakit itu

__ADS_1


"ya tuhan, tolong jaga istri ku, jangan biarkan dia kenapa napa." ucap Satria dalam hati nya


sesampai nya di rumah sakit, Satria segera menuju meja resepsionis dan menanyakan istrinya


saat tepat didepan pintu ruangan Adinda, Selin menghampiri Satria lalu berlutut dengan tangisnya yang semakin menjadi jadi.


"maafkan aku!!!." ucap Selin menangis kencang


"ap-apa yang terjadi?!!! katakan!!!." Satria mulai lemah melihat Selin berlutut seperti itu


"i-istri mu.." ucap Jonatan takut


"KATAKAN!!!! ATAU AKU AKAN MEMBUNUH MU!!!!!!!!." jawab Satria


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Duh guys🤒kira kira Adinda kenapa ya??? ada yang tau????


.


.


yuk, kalo mau tau kelanjutan cerita nya jangan lupa bantu vote dan juga like serta komen, biar author makin semangat up nya!!!!😁💪🏼❤

__ADS_1


__ADS_2