
ketika Selin sudah membereskan semua isi isi tas nya di dalam kamar, ia pun menuju keluar bersama dengan Jonatan
"Adinda, kapan kau akan pulang?." tanya Selin
"aku tidak tahu, Satria yang akan memutuskan kapan kami akan kembali ke rumah, ya sudah makan dulu yuk." Adinda mengajak suaminya untuk duduk di kursi sebelah nya, ia juga mengambilkan suami nya sepiring nasi dan lauk
"kamu mau pakai apa?." tanya Adinda
"ayam bakar saja." sahut Satria
"Adinda, aku makan ya makanan nya." ucap Selin
"oh iya silahkan, jangan sungkan, ini kan villa mu juga hehehe." kata Adinda tertawa kecil
"siapa bilang? ini villa ku, aku sengaja membelinya untuk mu, bukan untuk nya." jawab Satria mendesis kesal
"hei sudah lah jangan buat kekacauan." bisik Adinda seraya mencubit perut suaminya
"ya ya baik lah." Satria pun perlahan menyantap makanan nya, begitu juga dengan yg lain
****
di kediaman Anggara, tepat nya diluar halaman seperti terlihat seseorang yg sedang memperhatikan keadaan rumah besar itu
di dalam rumah,, pelayan yg bernama Desi sedang sibuk menjaga Arkan, dan pelayan lain nya sedang sibuk menyiapkan makanan, ada juga yang sedang membersihkan pajangan, salah satu pelayan terlihat ingin mengeluari pintu dengan penyiram tanaman ditangan nya, Tania yg melihat itu dengan cepat menghampiri pelayan tersebut
"tunggu." ucap Tania
"ada apa nyonya?." kata pelayan
"oh maaf kalau aku mengejutkan mu, tapi aku ingin sekali menyiram tanaman ku, sudah sangat lama aku menyerahkan nya kepada kalian, sehingga aku tak pernah lagi memperhatikan nya." ucap Tania
"tidak apa nyonya, saya tidak merasa di kejutkan, tapi nyonya saya..."
"kau tak usah khawatir, tuan Tio tidak akan memarahi mu, dia adalah orang baik, kau mengerti?." kata Tania
"baik nyonya kalau begitu ini.." pelayan itu menyodorkan penyiram tanaman yg tadi sempat ia genggam, kemudian dia pergi menuju taman belakang karena ada kerjaan yg harus di selesaikan
"uh, rindu sekali rasanya bisa menyiram tanaman ku lagi seperti ini." gumam Tania senang
tanpa ia sadari, seseorang yg sedang memperhatikan dirinya tersenyum dengan sangat licik
saat Tania fokus menyirami tanaman itu, seseorang mencurigakan mulai mendekati tempat Tania berdiri, ia mengambil kesempatan untuk membius Tania dengan sapu tangan nya karena keadaan yg sepi
tak lama Tania pun mendadak pingsan akibat obat bius yg ada di sapu tangan tersebut, lalu dengan cepat seseorang itu membawa Tania pergi menjauh
...
beberapa jam kemudian,, Tio Anggara mencari cari keberadaan istrinya, ia menanyakan ke beberapa pelayan namun mereka menjawab tidak melihatnya, Tio pun segera mengumpulkan seluruh pelayan di rumah itu dan menanyakan nya satu per satu
"apa ada yang melihat istriku? jika iya maka beritahu aku karena aku ada urusan mendadak yang mengharuskan untuk pulang ke Singapura." jelas Tio
"tidak tuan." jawab beberapa pelayan, karena memang benar saat Tania sedang ingin menyirami tanaman semua pelayan sibuk mengerjakan pekerjaan nya masing masing
tiba tiba salah satu pelayan muncul dari arah dapur dan menunduk hormat ke arah Tio
"maaf tuan saya terlambat, tadi habis menyelesaikan masakan di dapur tuan." kata pelayan itu
__ADS_1
"oh tidak masalah, apa kau melihat istri ku??." tanya Tio
"beberapa jam yg lalu saat saya ingin menyirami tanaman beliau sempat menghentikan saya tuan, nyonya meminta agar dia yg menyirami tanaman tersebut, saya sudah coba melarang namun nyonya tetap ingin melakukan nya tuan." jelas pelayan menunduk
"menyiram tanaman?? tidak biasanya istriku menyiram tanaman selama ini, bahkan aku dan para pelayan belum ada yg sempat melihat dia." kata Tio
"saya akan bantu tuan mencari nyonya." ucap pelayan
"tidak usah, ya sudah kalian semua kembali bekerja, saya akan coba tanya kan pada scurity di depan." ucap Tio
seluruh pelayan pun membungkuk hormat dan kembali bekerja lagi seperti biasa, sedang kan Tio kini menuju halaman rumah karena ingin menemui scurity yg bertugas menjaga pintu gerbang.
"ekhmmm, maaf mengganggu, apakah kalian melihat istri ku??." kata Tio mengejutkan kedua scurity itu yg sedang bersantai seraya meminum kopi
"tidak tuan." jawab scurity
"oh ya ampun dimana istri ku? ponsel nya tidak aktif." kata Tio
"mungkin nyonya sedang ke supermarket tuan." kata scurity
"memang nya kalian lihat kalau istri ku pergi ke supermarket??." tanya Tio
"tidak tuan, tadi saya sedang ke toilet." ucap scurity
"baik lah, kalau kau?? apa pekerjaan mu tadi?." kata Tio menanyakan kepada scurity yang satu nya lagi
"saya habis membeli kopi tuan di warung depan." jawabnya
"ya sudah lah, kalau istri saya sudah kembali, beritahu dia kalau saya mencarinya." kata Tio
⭐⭐⭐⭐
disisi lain, seorang wanita tersenyum licik di depan kaca mobil milik teman nya.
"kita lihat saja, bagaimana reaksi mereka semua ketika melihat wanita tua ini ada bersama kita." ucap wanita itu
"hahaha, kau licik sekali Shei, sudah diberi pelajaran pun kau masih semangat untuk mendapat kan laki laki bodoh itu." ucap teman nya
"jangan meremehkan ku kawan, aku tidak akan menyerah sampai dia kembali ke tangan ku, dan wanita itu??? dia harus aku singkirkan secepatnya." ucap Sheira mengepalkan tangan
"jangan lupa, kau tidak boleh menyakiti wanita itu dengan tangan mu! aku telah menyukai nya sejak lama." balas teman Sheira
"menyakiti wanita itu dengan tangan ku?? oh ya ampun, jika dengan tangan mu apa boleh?? hahaha." kata Sheira
"tentu saja, hahaha."
"perhatikan wanita tua dibelakang itu, jangan sampai dia terbangun dan lolos dari sini." ucap Sheira
"tenang saja Shei, aku akan memperhatikan nya." balas laki laki itu
laki laki itu adalah Reno, lagi lagi ia bekerja sama dengan Sheira untuk memisahkan Adinda dari suaminya, ia juga ingin sekali membalas dendam karena ulah Satria pada waktu itu, padahal mereka sering kali gagal dalam rencana nya, namun kebodohan mereka adalah mengulangi kegagalan itu.
⭐⭐⭐
ditempat Adinda
"Satria boleh kah aku mengajak istri mu untuk berjalan jalan sekitar pantai? aku ingin sekali melihat lihat pemandangan di luar." ucap Selin
__ADS_1
"kenapa kau tidak ajak saja calon suami mu itu?." balas Satria sebal
"ayo lah Satria, izinkan aku mengajak Adinda sebentar saja, sebelum hari mulai sore." mohon Selin
"kau tanya saja pada istri ku, apa dia mau menemani mu ke sana???." kata Satria
"tentu saja mau, ya sudah aku akan menanyakan nya pada dia." Selin berlalu pergi mencari Adinda, saat sudah bertemu Selin mengulangi perkataan nya yg tadi
"Adinda?." kata Selin
"ada apa??." balas Adinda
"kau mau kan temani aku berjalan jalan ke luar melihat pemandangan sekitar pantai???." ucap Selin penuh permohonan
"oh ya tentu saja mau, tapi apa Satria..."
"tenang, Satria mengizinkan mu." kata Selin menarik Adinda berlari keluar
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
**Halo pembaca setia ku!!😍😍😍
jangan bosen bosen untuk dukung cerita ini😊🥰
semoga kalian selalu suka dengan ceritanya😘😘😘
⭐⭐⭐⭐⭐
jangan lupa selalu tinggalkan jejak ya🥰Like👍🏼komen💬dan vote😍beri tip juga jika kalian suka😍
dukungan kalian sangat berarti bagi author🤩🤩🤩🤩
SEHAT SELALU PARA READERS!!!!😍😍😍😍**
__ADS_1