
setelah asik makan, mereka pun kembali ke rumah dan bergegas untuk pulang ke kediaman Anggara
"sudah puas main disini?." tanya Satria pada putra kecil nya
"was." sahut Arkan
"hahaha dia menjawab perkataan mu Sat." kata Adinda
"lucu ya anak ku." ucap Satria
"bukan anak mu, tapi anak kita." sahut Adinda membuat Satria tertawa kecil
"ya ya anak kita." kata Satria
....
1hari berlalu, Adinda dan Satria kini sudah berada di rumah, Tania dan Tio Anggara sedang asik bermain dengan cucu mereka
"sayang, mau ikut aku ke kantor?." tanya Satria
"hmm boleh sih, aku rapih rapih dulu ya." kata Adinda
saat mereka sudah siap, Satria pun segera menggandeng tangan istri nya menuju mobil di parkiran, dan melajukan mobil tersebut ke perusahaan nya
setiba nya di perusahaan, Adinda keluar dari dalam mobil dan menunggu suami nya.
"ayo sayang." ucap Satria
__ADS_1
"Sat, sekitar jam 2 aku pulang ya, maaf banget aku gak bisa temani kamu sampai pulang." ucap Adinda
"lho?memang nya kenapa?." kata Satria
"aku lupa, ada teman ku ingin ke rumah menemui Arkan, katanya kangen, tidak apa apa kan?." ucap Adinda
"teman mu wanita kan?." tanya Satria sinis
"lucu deh kamu kalau sinis begitu, tenang aja, teman aku wanita ko, namanya Sinta, dia baru pulang dari luar negri dan mau langsung ke rumah kita." kata Adinda
"ya sudah kalau gitu, masih nanti kan pulang nya? jadi temani aku dulu disini." ucap Satria melingkarkan tangan nya di pinggang Adinda
tiba tiba sekretaris Satria mendadak telepon,
"halo?." ucap Satria
"aku akan segera ke sana." ucap Satria menutup panggilan tersebut
"siapa Sat?." tanya Adinda
"ada tamu di bawah, entah siapa dia yang jelas kita harus ke sana." Satria menggandeng Adinda menuju lantai bawah
tap..tap..tap
"selamat siang tuan Satri..." laki laki itu mendadak diam ketika melihat wajah Adinda, begitu juga sebalik nya
"kamu?." ucap laki laki tersebut
__ADS_1
"kamu kan yang nyebelin itu kan?!." ucap Adinda dengan mata sinis, laki laki itu adalah Bryan
"sayang? kau mengenali nya?." tanya Satria
"apa?! sayang?!." ucap Bryan kaget
"apa maksud mu? dia adalah istri ku, nyonya muda dari keluarga Anggara." ucap Satria membuat Bryan tambah terkejut
"tidak mungkin, dia pasti bukan istri mu." ucap Bryan
"hei, dia adalah istri ku, memang nya kenapa? apa kau naksir pada nya?." tanya Satria bingung
"bukan begitu tapi.. sudah lah lupa kan." ucap Bryan
"sekarang jelaskan apa tujuan mu kemari?." tanya Satria
"tidak jadi, aku harus segera pulang." ucap Bryan
"hei! kau bahkan belum sempat berbicara tentang apapun yang berhubungan dengan kantor ini." ucap Satria berteriak tapi Bryan tetap berjalan tanpa menoleh ke belakang sedikit pun
"sayang? jelaskan dia itu siapa?." ucap Satria penasaran
"dia pernah menolong ku ketika aku jatuh pingsan saat mengantar teman ku, aku lupa sekali kalau kondisi ku sedang tidak baik." ucap Adinda
"jadi? dia yang menolong mu? kau dibawa kemana saat itu?." ucap Satria
"aku tidak di bawa kemana mana, aku pulang nya sebentar lagi saja ya." kata Adinda yg segera di anggukan oleh suami nya
__ADS_1
"jangan terlalu fokus pada pekerjaan, isi perut mu terlebih dahulu ya." kata Adinda tersenyum