
"mengalami apa?!." kata Satria menatap sang dokter, sementara Adinda menoleh ke arah suami nya karena takut hal serius terjadi
"jawab saya! apa yang istri saya alami?!." kata Satria mengeras
"istri anda hamil tuan, selamat ya." kata dokter tersenyum senang
"i-istri saya hamil?!." kata Satria terkejut, hatinya begitu senang mendengar kata kata dokter
"mas, aku beneran hamil?." tanya Adinda
"iya nona, anda benar benar hamil, kandungan anda baru saja menginjak 2minggu, maka dari itu saya sarankan untuk berhati hati, jangan terlalu capek." ucap dokter lagi
"sayang kau hamil, aku senang sekali." kata Satria memeluk istri nya dihadapan dokter
"aku juga senang mas." balas Adinda, kemudian mereka berdua pamit dengan dokter dan menuju rumah
di dalam mobil,
"Adinda, pokonya kau harus berhati hati, ini adalah calon anak kedua kita." kata Satria mengelus perut istri nya
"iya mas, aku akan berhati hati, kau tenang saja." balas istri nya
"Arkan sebentar lagi akan punya adik." gumam Satria senang
rasanya lega melihat suami ku tersenyum seperti ini, ya tuhan terimakasih sudah memberikan ku banyak sekali kebahagiaan. gumam Adinda dalam hati nya
sesampai nya di rumah, Satria langsung menemui putra nya, ia menggendong gendong pria kecil itu dan mencium nya
"sayang? apa kau senang kalau kau mempunyai adik?." kata Satria pada Arkan sementara Arkan hanya tertawa gembira
"pasti kau senang ya, sama, ayah juga senang, semoga nanti adik kamu perempuan ya supaya kalian sepasang, tapi kalau laki laki juga tidak apa apa, ayah jadi punya dua jagoan." kata Satria
"mas, asik banget ngobrol nya, aku ke kamar duluan ya." kata Adinda
__ADS_1
"ah sebentar, aku akan mengantar mu." kata Satria kemudian menggendong putra nya seraya menggenggam tangan Adinda untuk naik ke kamar atas
"pelan pelan, takut lantai nya licin." ucap Satria
"tidak, tidak licin ko, jangan khawatir." balas istri nya
"aku tidak mau calon anak kedua kita kenapa napa." kata Satria, setelah di kamar Adinda pun duduk di ranjang kemudian memangku putra kecil nya
"lihat nak, ayah mu begitu khawatir pada bunda, dia pasti sangat senang kalau kamu memiliki adik." kata Adinda
"nda, yayah nang." kata Arkan
"iya sayang ayah senang." balas Adinda, Satria hanya tersenyum bahagia melihat keluarga kecilnya sedang berkumpul
"janji pada ku untuk terus menjaga kandungan ini." kata Satria
"aku janji mas." kata Adinda
"mama dan papa pasti sangat senang kalau mendengar kabar baik ini." ucap Satria
"tentu, mereka pasti bahagia." kata Satria langsung menghubungi Tania Anggara
tut..tut...tut
"halo ma?." ucap Satria
"ada apa nak? kau tidak bertengkar dengan istri mu kan sampai sampai menghubungi mama?." kata Tania
"tidak ma, aku punya berita bagus untuk mama dan papa." kata Satria
"apa itu?." tanya Tania
"jadi...Adinda hamil ma." ucap Satria mengejutkan Tania Anggara
__ADS_1
"benarkah?! ya ampun, senang sekali mendengar nya, akan mama beritahu pada papa, paaaaah!!!!." teriak Tania senang di sebrang telepon
"ya ma, tunggu sebentar." sahut Tio dari kejauhan
"paaaah!! cepat!!." kata Tania lagi
"senang sekali ya ma dengan kabar ini?." kata Satria
"tentu saja mama senang, sebentar lagi mama akan punya dua cucu, tolong ya Satria kamu jaga istri kamu baik baik, jangan buat dia sedih seperti dulu, ingat lah kalau kalian saling mencintai." kata Tania
"iya ma, aku janji akan menjaga istri ku dengan baik, ya sudah, kita lanjut lagi nanti ya ma, aku ingin menjaga putra ku." kata Satria
"iya nak, selamat ya untuk kebahagiaan kalian, salam untuk Adinda, mama rindu sekali dengan nya." ucap Tania
"baik ma." Satria pun segera menutup panggilan nya dan beralih ke sang istri
"bagaimana? apa jawaban mama?." tanya Adinda
"dia terdengar sangat senang sekali, terimakasih ya sayang sudah memberi keluarga ku kebahagiaan yang tak terhingga." ucap Satria
"jangan berlebihan mas." kata Adinda pada suami nya
"aku tidak berlebihan sayang, memang benar kan kalau kau sudah memberikan kebahagiaan yang sangat banyak." ucap Satria
"sudah jangan dibahas, oh ya kamu tidak kembali ke kantor mas? tadi kan kamu masih a..."
"tugas ku sudah selesai, aku ke sana hanya untuk menanyakan kabar kantor ku, kau ingin makan?." tanya Satria
"belum lapar, kau mau makan? biar aku buatkan makanan." ucap Adinda
"tidak, kamu tidak boleh masak, bagaimana kalau kau mendadak kelelahan?." balas Satria
"hei, kau ini, kalau aku tidak masak lalu kau mau makan apa?." tanya Adinda
__ADS_1
"sayang, kan ada pelayan lain, dia bisa masak untuk ku dan untuk mu, aku mohon dengarkan ucapan ku kali ini saja." kata Satria dengan wajah lesu nya
"huh ya ampun, suami ku sangat posesif sekali saat ini, baik lah, aku akan turuti apa mau mu." ucap Adinda kemudian mengelus pipi Satria