
"lepaskan!! lepaskan aku!!!! Satria?!!!! aku hanya mencintaimu!! apa kau tidak mengerti sedikit pun?!!!!." teriak Sheira mulai menjauh
"bukan cinta, tapi terobsesi." gumam Satria datar
"sayang?? kau tak apa kan sayang? apa yg dia berikan untuk mu selama satu minggu ini?? kasian putra ayah." kata Satria berbicara kepada anaknya
Satria segera keluar dari rumah itu dan menuju mobilnya, ia menggendong Arkan dengan gendongan miliknya sekaligus menyetir mobil dengan pelan
"sabar ya sayang, sebentar lagi kau akan bertemu bunda mu." gumam Satria lagi
kemudian selang 1jam mereka sampai di halaman rumah nya, Satria mengeluari mobil dan masuk ke dalam
didalam Tio, Tania, Selin, dan Adinda serta para pelayan sudah menunggu, ketika mereka semua melihat Satria kembali dengan selamat dan membawa Arkan senyuman itu terhias dalam setiap wajah mereka, tapi jika Adinda ia hanya tersenyum mengikuti orang orang disekitarnya saja, karena dia masih sangat bingung
orang pertama yang Satria hampiri adalah Adinda.
"sayang? ini adalah anak kita." kata Satria
__ADS_1
"anak kita?." Adinda segera melihat wajah puta kecil dihadapan nya itu, seketika ia merasa kalau dirinya sangat dekat dengan Arkan
kenapa aku merasa aneh saat dekat dengan anak ini? apakah benar dia anak ku? atau ini cuma bohong? mereka menipu ku sama seperti Reno menipu ku juga. gumam Adinda dalam hati nya
"jangan melamun, ayo coba gendong." pinta Satria
"ah tapi aku takut jika dia jatuh." sahut Adinda
"tidak akan, kau pasti tau bagaimana caranya menggendong seorang bayi." balas Satria
"baiklah, aku akan menggendong nya." Adinda menggendong Arkan untuk pertama kali nya dalam kondisi tanpa ingatan
..
"sudah mama duga, Arkan akan seperti ini jika di gendong oleh bunda nya." kata Tania
"Adinda, kau harus belajar mengenai anak mu dan suami mu, perlahan hal itu akan membuat ingatan mu kembali seperti semula." ucap Tio
__ADS_1
"iya Din, aku support kamu kok, kamu harus bisa ingat semua nya lagi, kita disini selalu doain yang terbaik." sahut Selin
Adinda hanya tersenyum canggung sambil fokus kepada Arkan
"jadi siapa penculiknya Sat?." tanya Selin
"iya, mama penasaran, siapa yang tega menculik cucu mama, bahkan mencelakakan menantu mama juga." ucap Tania disertai anggukan oleh Tio
"Sheira, wanita itu memang benar benar keterlaluan! dia merusak seluruh kebahagiaan ku." kata Satria kembali mengepal tangan nya
"ya tuhan, jadi dia setega ini pada keluarga mu? sudah ku bilang, wanita itu adalah wanita gila, dia tidak mencintai mu dengan tulus kalau cara nya seperti ini, untung saja dulu kau belum sempat menikahi nya, jika saja itu terjadi apa yg akan kamu rasakan nanti?." sahut Selin
"sebenar nya siapa Sheira? kenapa papa tak pernah melihat wajah nya?." tanya Tio
Selin menjelaskan kepada Tio dengan detail sampai akhirnya Tio dan Tania mengerti dengan penjelasan Selin
"jadi begitu cerita nya? dia meninggalkan mu karena perintah dari ayah nya? lalu kembali dan merusak kehidupan mu?." kata Tania
__ADS_1
"iya ma, tapi mama jangan khawatir, aku sudah meminta pada asisten ku untuk membawa nya ke penjara, agar dia tidak main main dalam bertingkah, untung saja dia wanita, kalau laki laki mungkin akan aku habisi nyawa nya sekarang juga." ucap Satria penuh amarah terpendam