
pagi pagi sekali Satria berangkat ke kantor tanpa membangunkan Adinda yang masih terlelap
ia hanya mencium kening istrinya kemudian pergi.
selang beberapa jam Adinda terbangun
"Satria..." panggilnya
dia meraba bagian bagian kasur tapi tidak mendapati suaminya
mungkin udah berangkat. pikir nya
di kantor Satria
Farel masuk membawa Sheira ke ruangan Satria
"jadi?." tanya Satria
"nona Sheira adalah dalang dari kecelakaan tersebut tuan, ia dendam karena nona Adinda merebut hati tuan." Farel menjelaskan
"Satriaaa, maafin aku." ucap Sheira menunduk
Satria mengangkat dagu Sheira dan melihat wajahnya
"pipi kamu kenapa?." tanya Satria
"aku ditampar ayah kemarin."
"sudah diobati?."
"belum." Sheira mulai menggenggam tangan Satria
"Satria, aku cinta sama kamu."
__ADS_1
"Sheira? aku sudah bilang berkali kali sama kamu, aku memiliki istri, dan aku sangat mencintai nya, tolong berhenti bersikap bodoh, Adinda bukan merebut hati ku, tapi aku memang sudah terlanjur mencintai nya, dengan kepergian mu 3tahun lama nya, membuat aku terbiasa tanpa dirimu."
"Satria, lupakan dia, kembalilah bersama ku."
"tidak bisa, kau yang harus lupakan semuanya, kau tau kenapa kamu ada disini?."
Sheira menggelengkan kepalanya
"kamu membuat kesalahan besar Sheira, kamu hampir membunuh istriku, kau juga menabrak seorang wanita yang mencoba menyelamatkan Adinda."
"aku minta maaf Satria, aku tidak bermaksud.."
"Sheira?! hal seperti ini tidak bisa di toleransi, ini tentang nyawa seseorang, karena kau juga seorang wanita maka kau harus bertanggung jawab."
"bertanggung jawab?! maksud mu apa?!."
Satria memberikan kode kepada Farel agar membawa lagi Sheira
"Satriaaaa!! maafkan aku."
Sheira berteriak dengan rasa marah.
"sebetulnya aku tidak tega bersikap seperti ini pada mu Sheira, tapi kau benar benar membuat ku marah, maafkan aku." gumam Satria
Hari ini Satria memilih pulang lebih cepat karena ingin memberitahu istrinya tentang siapa dalang dibalik kecelakaan tersebut
"sore tuan Satria." ucap Desi membukakan pintu
Satria berjalan menuju kamar..
"Satria? kau sudah pulang? ada apa? apa ada masalah?." tanya Adinda seraya melepaskan dasi suaminya
"aku telah mengetahui siapa yang ingin mencoba mencelakai mu." jawab Satria
__ADS_1
"siapa?."
"Sheira, dia lah yang ada dibalik semua ini." kata Satria penuh kekecewaan
"tapi kenapa dia begitu nekat sampai harus seperti ini?." tanya Adinda lagi
"entah lah, dia hanya memikirkan perasaan nya, dia berkata kau merebut hatiku, maka dari itu ia benci dengan mu dan mencoba mencelakai mu."
ya tuhan, terlihat sekali wajah suamiku kini berubah, seperti kecewa karena tidak menyangka. batin Adinda
"lalu kamu bawa dia kemana? jangan bilang...?."
"ya, aku menyuruh Farel menangani masalah ini."
"apa harus begitu Satria?."
"ini bukan soal harus atau tidak, yang ingin dia lukai adalah kamu, dan aku tidak akan membiarkan siapapun menyentuhmu."
"ya sudah lah, aku ikut saja dengan keputusan mu, kau lapar? akan aku buat kan makanan."
Adinda beranjak dari ranjang dan turun ke dapur menyiapkan makanan untuk suaminya
setelah itu dia kembali lagi membawa semangkuk sup daging buatan nya.
"nih aku udah masakin sup daging untuk kamu."
Satria hanya diam saja tidak mendengarkan ucapan Adinda
"sayang? kau dengan aku kan?." Adinda mendekati wajah suaminya lalu diusap lembut
"e-iya aku mendengar mu."
"aku tahu kamu kecewa dengan sikap wanita itu sekarang, saran aku jika kau merasa berat dengan tindakan mu maka jangan dilanjutkan, kau menyayangi nya kan?."
__ADS_1
Satria kaget dengan perkataan istrinya, ia sadar bahwa tidak seharusnya dia memikirkan wanita yang bukan siapa siapa nya.
"ah tidak, ya sudah aku makan sup nya."