Istri CEO Tampan

Istri CEO Tampan
bantuan Jonatan


__ADS_3

"A-adinda?!." Kata Jonatan yang tak sengaja melihat wanita itu terduduk kesakitan dilantai.


"Jonatan, tolong aku, kaki dan perutku sangat sakit." Suara lirih Adinda membuat Jonatan segera menggendongnya dan meletakkan tubuh mungil tersebut di atas ranjang empuk.


"Bagaimana bisa kamu ada dibawah lantai?." Tanya Jonatan khawatir.


"A-aku...tidak! tidak apa-apa, tadi hanya tak sengaja jatuh." Kata Adinda.


"Suamimu itu bodoh atau gimana sih?! istri jatuh kenapa sampai tak ada untuk menolong?! akan aku habisi dia saat pulang nanti!." Ucap Jonatan kesal.


"Jangan! jangan lakukan itu pada suamiku, dia sudah bilang akan pergi sebentar menemui klien, jadi dia sama sekali tidak bersalah atas kejadian ini, oke?." Adinda berusaha keras menyelamatkan suaminya.


"Aku panggil dokter ya, jangan sampai dengan kamu terjatuh membuat bayimu dalam bahaya." Jawab Jonatan.


"Tidak perlu, aku hanya ingin istirahat sebentar, pergilah, jangan membuat Selin salah paham lagi atas apa yang kamu lakukan, terimakasih ya bantuan nya." Adinda tersenyum ke arah Jonatan, kemudian Jonatan mengangguk dan pergi.


Adinda memejamkan mata sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit, air matanya mengalir perlahan-lahan karena melihat suaminya telah salah paham.


"Aku sama sekali tidak macam-macam dibelakang mu Mas, kau selalu saja salah paham dan tak pernah mendengar penjelasan ku." Gumam nya sedih.


Setelah setengah jam kemudian, Adinda tertidur lelap akibat kelelahan menangis.


Satria kembali ke rumah dan melihat istrinya terbaring di kasur, ia ingin sekali masuk namun hatinya masih terasa kesal, kemudian memilih pergi ke ruang tamu, di sana ia bertemu dengan Jonatan.


"Dari mana kau? Adinda bilang kau sedang menemui klien? asal kau tahu, dia tadi terjatuh dikamar nya, aku tak sengaja melihat Adinda yang sedang menangis kesakitan di bawah lantai tersebut!. Ucap Jonatan membuat Satria menunduk.


"Ya, aku habis menemui klien." Jawab Satria berlalu pergi.


"Dasar bodoh! pasti dia habis kena marah oleh klien besar sehingga membuat wajahnya kusut begitu!." Ucap Jonatan.


Satria memasuki kamar dan mendekati Adinda yang sedang tidur pulas. ia juga menyadari mata istrinya yang masih basah karena menangis tadi.


"Kenapa aku bersikap seperti tak perduli padamu? harusnya aku menjaga kamu dan bayi kita sayang." Satria mengusap wajah lembut itu dengan jari-jarinya.


"Aku bahkan tidak menolong mu disaat kamu terjatuh, maafkan aku, aku telah dibutakan rasa cemburu." Kata nya lagi.

__ADS_1


Satria menaiki ranjang kemudian menarik tubuh Adinda agar mendekap di pelukannya.


"Ini gantinya, aku tidak mau parfum pria lain menempel cuma-cuma ditubuh mungil mu." Satria berbicara sendiri sambil menempelkan wajah Adinda ke depan dadanya.


...


"Aku masih tidak menyangka, Bryan berani senekat itu untuk menemui ku disini." Ucap Selin.


"Tidak masalah kok sayang, mungkin dia merindukan kandungan mu, bagaimana pun juga bayi itu adalah miliknya." Jawab Jonatan.


"Tapi dia seperti tidak punya malu dengan menampakkan wajah itu depan kamu!." Selin mengoceh.


"Aku yakin sebenarnya Bryan pria yang gentle, dia pasti akan bertanggung jawab atas apa yang telah dia perbuat, aku tahu kalau dia sempat memintamu bercerai denganku kan? dia ingin menikahi mu karena kamu hamil anaknya kan?." Kata Jonatan.


"Tapi sayang, aku sama sekali tidak suka dengan nya, bahkan aku menolak dia berulang kali karena aku sangat mencintaimu." Balas Selin.


"Kalau dia memberimu hadiah dengan alasan untuk sang bayi, tidak apa-apa, terima ya? kau harus menghargai pemberian itu, jika kamu menolak pasti hatinya sangat sakit, tak bisa menjaga anaknya dari dekat, dan tak bisa memberinya hadiah satu kali pun hanya karena kamu mempunyai suami." Jonatan menceramahi Selin.


"Iya iya, aku akan lakukan semua itu atas izin suamiku." Jawab Selin.


"Jadi bagaimana? kau masih tidak ingin aku sentuh?." Tanya Jonatan menggoda.


"Aku ingin menyentuhmu sekarang! jangan khawatir, aku tak akan melewati batas." Kata Jonatan mulai membuka kancing baju Selin satu persatu kemudian mendekatinya lembut.


"Sentuhan ini masih sama seperti dulu kamu menyentuh aku pertama kali, kau sangat pandai membuatku mabuk sehingga Selina bisa lahir di dunia ini." Selin tersenyum dan melingkarkan tangan nya dileher Jonatan.


...


Beberapa jam kemudian, Adinda membuka mata perlahan-lahan dan menyadari kalau saat ini dia berada didalam pelukan Satria.


ia memandang wajah tampan suaminya yang sedang terpejam, rasanya senang sekali sampai-sampai Adinda mengeratkan pelukan nya dan kembali menyandarkan kepala itu.


"Aku cinta sama kamu Mas." Kata Adinda.


"Aku juga mencintaimu Din." Balas Satria mengelus kepala wanita mungil tersebut.

__ADS_1


"K-kamu bangun?." Adinda terkejut.


"Aku sengaja menemani kamu disini, aku sama sekali tidak tidur." Kata Satria.


"Mas, a-aku mau minta maaf atas kejadia...." Segera saja Satria membungkam mulut itu dengan tangan nya.


"Aku yang minta maaf karena terlalu cemburu melihat kalian berdua, Mas tau kalau kamu menyembunyikan apa yang terjadi sebenarnya kepada Jonatan kan? kau melindungi Mas, kau tidak mau Mas bertengkar dengan Jonatan, benar?." Tanya Satria.


"Aku tidak akan membiarkan Jonatan memukul suamiku, aku khawatir kalau Mas terluka, Mas baru saja sembuh dari sakit kemarin, dan aku akan menjaga Mas agar tidak sakit lagi." Balas Adinda.


"Kamu benar-benar wanita impian semua orang sayang, Mas sangat beruntung memiliki kamu." Ucap Satria.


Saat sedang sibuk bermesraan, tiba-tiba ponsel Satria berdering.


"Tuan, tolong temui saya di Cafe Bintang, ada yang perlu saya bicarakan." Ucap Farel di sebrang telepon.


"Oke, saya ke sana sekarang!." Satria mematikan telepon dan memeluk Adinda lagi.


"Maaf ya, Mas harus pergi sebentar, nanti Mas langsung pulang, tidak lama kok." Kata Satria.


"Pergilah Mas, hati-hati dijalan ya, jangan lupa hubungi aku ketika sampai." Ucap Adinda.


Menjelang sore, Satria melewati jalanan yang tidak terlalu ramai, namun dari kejauhan ia melihat seorang wanita yang sedang diseret paksa untuk masuk ke dalam mobil.


"Tolong! lepaskan aku!." Kata wanita itu. cepat-cepat Satria turun dari mobil dan membantunya.


"Kurang ajar kamu! beraninya lawan wanita!!!." Kata Satria segera meninju wajah preman tersebut.


BUGHHH!!!!


"Ahhh." Wanita itu jatuh tergeletak dijalan karena preman jahat itu memukul punggung nya.


"Cabut!!!." Pinta kepala preman untuk pergi dari tempat ini.


"Sheira??!!." Satria melihat wajah Sheira yang pucat itu, belum lagi ia melihat banyak sekali bekas luka di lengan dan dada Sheira.

__ADS_1


Satria menggendong Sheira masuk ke dalam mobil kemudian memeriksa tangan nya.


"Apa kamu habis mendapatkan kekerasan rumah tangga dari suamimu Sheira?." Tanya Satria terkejut.


__ADS_2