
"Siapa yang berani memukulmu ?!." Arkan memasang wajah marah.
"Kak, aku ditipu." Ucap Agatha.
"Ditipu ? Oleh siapa ?!." Arkan mengernyit.
"Semalam saat aku selesai makan bersama Jeremy lewat panggilan video, seseorang menghubungiku sambil berkata bahwa Greg kecelakaan." Agatha bercerita sambil menangis.
"A-aku benar-benar khawatir, aku yakin masih memiliki cinta untuk Greg, tanpa ragu aku pergi mengendarai mobil padahal Zheng memberitahuku bahwa Jeremy tidak memberi izin keluar. Nyatanya aku dijebak oleh orang ditelepon itu, dia memukulku dari belakang sampai aku jatuh dan tidak sadarkan diri." Agatha memeluk Arkan lagi dan lagi.
"Lalu bagaimana tubuhmu ? Apa yang dia pukul ?!." Agatha menunjuk punggung Arkan sebagai contoh pada dirinya.
"Ini ?!
"Aaaahk, masih sakit." Melihat Agatha sangat sedih dan kesakitan, Arkan mencium keningnya hingga membantu mengelus elus bagian punggung yang sakit.
'Aku tidak bisa tinggal diam melihat Adikku dipermainkan, lihat saja.'
"Kak, aku mohon jangan katakan hal ini pada Jeremy." Agatha memegang tangan Arkan sebagai permohonan.
"Jelas saja Jeremy harus tau agar dia bisa menjagamu lebih baik lagi." Khawatir Arkan akan bicara, Agatha langsung mengancam.
"Sampai Kakak bicara pada Jeremy, aku akan..."
"Ssssstttt ! Baik, aku diam !."
"Tapi dengan satu syarat."
"Apa ?." Tanya Agatha.
"Berhenti menemui Greg, apapun alasannya. Aku yakin banyak orang-orang berbahaya diluar sana yang ingin mengincarmu. Jadi tolong untuk sekarang berhati-hatilah." Pinta Arkan.
"Sebenarnya pun aku sedang berusaha, tapi bagaimana kenyataannya tidak semudah itu. Setiap kali mendengar nama Greg hatiku selalu tidak nyaman." Kata Agatha merenung.
"Menginaplah disini sampai Jeremy kembali." Karena dari awal niat Agatha memang untuk menginap disini, ia tak menolak sama sekali.
...
"Aku selamat karena lari lebih dulu, sial ! Marry memang pembohong ! Apanya yang aman ? Dia pikir dengan Tuan Jeremy pergi maka istrinya akan dibiarkan sendirian ? Bodoh ! Orang itu punya banyak sekali anak buah yang ditugaskan untuk berjaga-jaga." Leonard kesal sambil meminum air didapur.
"Aku hampir saja mati." Sebutnya lagi.
"Apanya yang mati ?." Greg tiba-tiba datang menatap Leonard seperti mendominasi.
"Ah tidak ! Tidak ada." Jawab sang adik.
"Kau sudah besar sehingga berani berbohong ? Apa kau punya kekuatan untuk melawanku ?." Greg menarik kerah Leonard.
"A-aku sungguh tidak menyembunyikan apa-apa." Ujar Leonard gemetar sekujur tubuh.
"Jika kau tak menjawab pertanyaanku, gelas ini akan melayang pada wajahmu." Melihat wajah Greg yang amat serius, dia pun segera menjelaskan.
"Semua temanku dipukuli sampai tak berdaya, dan aku hampir saja menjadi salah satu dari mereka." Jelasnya begitu.
"Siapa yang berani memukulmu ?!." Greg menatap marah.
"A-anak buah Tuan Jeremy." Mendengarnya Greg langsung mendorong Leonard dan mengepalkan tangan.
"Beraninya dia ! Atas dasar apa mereka menyerangmu ?!!." Tanya Greg.
"K-karena..."
__ADS_1
"Karena apa ?! cepat jawab !." Hampir naik pitam mendengar penjelasan adiknya yang lambat itu.
"Karena aku memukul Agatha menggunakan kayu." Leonard sangat ketakutan dengan reaksi Kakaknya.
"Bangsat !!!." BUGHHH, BUGHHHH ! DEBUGHHH ! Habis wajahnya dipukuli sampai keluar darah dan lebam.
"Aku tidak pernah meminta kau untuk menyentuh Agatha !! Dia wanitaku !!!!!! Beraninya kau melakukan kekerasan padanya ?!!!!." Saat Greg hendak meninju lagi, Leonard memohon ampun sambil membela dirinya sendiri.
"Ampun ! Aku hanya menjalankan perintah !." Ia memegang kaki Greg.
"Perintah katamu ?! Siapa yang berani menyuruh kau berbuat gila begitu ?! Hah ?!!." Kali ini Greg benar-benar marah.
"M-marry ! Dia memaksaku !!!!." Greg menendang Leonard hingga tersungkur, kemudian menghubungi seseorang untuk membalas perbuatan Marry.
"Cepat kirimkan foto wanita itu pada ponselku !." Pria malang didepannya langsung menurut tanpa banyak bertanya.
"Lalu bagaimana keadaan Agatha ?!." Kata Greg.
"Aku tidak tahu, berani bersumpah !." Tanpa berpikir panjang, Greg pergi berniat menemui Agatha dikediaman Jeremy, namun saat tahu anak itu tidak ada, ia dengan cepat menuju kediaman Anggara.
.
.
.
.
.
"Anda cari siapa ?." Tanya satpam diluar.
"Agatha, saya mencarinya." Kedua satpam saling lihat kemudian bertanya siapa nama pria yang kini berdiri didepan mereka.
"Jeremy, katakan padanya bahwa Jeremy datang." Greg berharap satpam itu tidak mengenal siapa Jeremy.
"Rasanya nama anda tidak asing, baiklah mohon tunggu sebentar, kami akan memberitahu Nona Agatha tentang hal ini." Salah satunya masuk kedalam untuk menemui Agatha.
Didalam,
"Tolong beritahu Nona Agatha bahwa Tuan Jeremy menunggu diluar gerbang." Ucap satpam pada pelayan rumah.
"Baik, akan saya sampaikan."
"Nona Agatha, Tuan Jeremy datang dan menunggu anda digerbang." Agatha mendengarnya heran.
"Jeremy ? Apa dia pulang cepat ? Lalu kenapa menunggu digerbang ?." Tak menyadari siapa yang datang, ia keluar penuh semangat dan percaya diri.
"Jeremy kau.."
"Gre..."
"Ssssttttt, jangan sebut namaku atau mereka akan mengusirku dari sini." Bisik Greg.
"Kau mau apa ?!." Tanya Agatha.
"Aku rindu padamu, rindu sekali."
"Kau baik-baik saja ?!." Tanya Agatha.
__ADS_1
"Harusnya aku yang bertanya padamu." Greg mencium kening Agatha lalu menanyakan luka pada bagian tubuhnya.
"Tidak apa, hanya sedikit. Entah siapa orang dibalik telepon itu, aku benar-benar tidak tahu. Dia bilang kau kecelakaan, aku sangat khawatir !." Agatha menangis.
"Kau masih perduli padaku ya ?." Greg membelai rambut wanita didepannya begitu lembut.
"Greg, aku memang belum bisa melupakanmu, tapi aku sedang berusaha. Aku ingin semuanya berakhir Greg, aku tidak mau menyakiti hati Jeremy dan diriku sendiri." Kata Agatha.
"Tapi aku juga sakit, bukan hanya kau dan Jeremy saja." Greg menunduk lemah.
"Kau pasti bisa menemukan wanita lain, kau harus bisa tanpa aku. Kau harus menerima kenyataan bahwa aku bukan milikmu lagi." Greg tak mau mendengar ucapan Agatha, justru ia hanya diam sambil memeluknya erat-erat.
"Aku sangat mencintaimu, entahlah perasaan ini akan bertahan sampai kapan." Kata Greg.
"Kau pria yang baik, aku tahu itu. Kau tidak akan membiarkan aku terluka kan ? kau juga tidak pernah menaruh dendam pada orang lain ? Aku mengenalmu yang seperti itu. Maka setelah ini, setelah aku berhasil menerima kenyataan bahwa aku sudah menjadi istri Jeremy, kau juga harus menerima itu tanpa membalas dendam." Agatha memegang wajah Greg sambil menangis karena benar-benar akan kehilangannya.
Greg mencium bibir Agatha, menikmati kehangatan itu sampai menggigitnya karena merasa emosional.
"Aaawh." Sedikit darah memaksa keluar, Greg menghapus noda itu dengan jarinya.
"Bisakah kau memanggil aku sayang seperti dulu lagi ?." Greg bertanya, tatapannya meredup.
"Saya..." BRUGHH ! Pria itu terjatuh.
"Greg ! Greg bangun !." Agatha menepuk nepuk wajah Greg untuk membangunkannya.
"Hei cepat kemari ! Bawa dia ke paviliun." Pinta Agatha pada satpam.
"Baik Nona !." Mereka menggotong tubuh Greg sampai ke paviliun.
"Jangan katakan ini pada siapapun ! Sampai kau mengatakannya, aku akan memecat kalian semua !." Kata Agatha.
"Saya janji tidak akan bicara pada siapapun !." Akhirnya para satpam itu pergi.
"Greg, entah apa yang terjadi padamu sekarang. Kau benar-benar terlihat rapuh." Agatha memegangi tangan Greg.
"Sadarlah Greg, jangan membuatku takut." Agatha begitu khawatir, tak lama kemudian dirinya mendapati sebuah panggilan.
'Jeremy ?'
"Halo sayang, besok aku pulang." Sebutnya senang.
"Ya halo, aku- aku sangat senang mendengarnya ! Malam ini aku menginap dirumah Ayah, besok aku jemput kamu dibandara ya." Kata Agatha.
"Tidak perlu, diamlah dirumah, biar aku yang menjemputmu kesana." Balas Jeremy.
"Kau sudah maka..."
"Agatha." Suara Greg yang berat membuat telinga Jeremy terusik.
"Kau dengan siapa ?." Nada yang lembut mendadak berubah menjadi dingin.
"A-aku dengan.."
"Agatha kau sedang apa ? Cepat kemari, kepalaku sangat pusing." Ucap Greg.
"Agatha jawab aku, kau bersama siapa ?!." Tanya Jeremy.
Greg segera berdiri dan memeluk Agatha dari belakang, ia juga merampas ponselnya lalu bicara asal.
"Jangan ganggu wanitaku, pergi sana." Greg mematikan panggilan.
__ADS_1
"Greg ! Kau melakukan apa ?! Dia suamiku." Agatha hendak mengambil kembali ponsel miliknya namun ditahan oleh Greg.
Cup !