
"Adinda?!!!!!!." teriak seorang wanita yang tak lain adalah Selin
"kak Selin!." sebut Adinda terkejut melihat Selin yang datang tiba-tiba,
Selin berlari dan menaiki panggung lalu memeluk Adinda dengan erat
"hei! jangan terlalu keras memeluk istriku, dia akan kesulitan bernafas." kata Satria menepuk Selin
"ah ya maafkan aku, aku terlalu bahagia bertemu dengan istrimu lagi hahahah." gumam Selin
"kak Selin datang dengan siapa?." tanya Adinda
"pastinya aku datang bersama suami dan anak ku." kata Selin, lalu Jonatan menaiki panggung juga seraya menggendong anaknya yang lebih kecil dari pada Arkan
"hai Adinda, selamat ulang tahun ya, semoga kamu dan keluarga selalu diberikan kebahagiaan." ujar Jonatan
"terimakasih ya, halo cantik.. apa kabar sayang? rindu sekali aku denganmu." kata Adinda mengelus pipi putri Selin
"Adinda, aku juga ingin mengucapkan selamat ulang tahun padamu, ini ada hadiah khusus untuk kamu, aku beli ini di Singapura lho." kata Selin
"wah terimakasih banyak kak hadiah nya." balas Adinda senang, tetapi mata Adinda seperti masih mencari seseorang
"sayang? kau cari siapa?." tanya Satria
"mama, sepertinya aku tadi melihat mama disini." kata Adinda
"hahaha, dia memang ada, datang bersama ku." kata Selin, lalu tak lama Tania Anggara pun muncul dan naik pula ke atas panggung
"mama!." teriak Adinda senang lalu memeluk mama nya tersebut
"hai sayang, selamat ulang tahun ya nak, mama sangat senang bisa melihatmu lagi, apa kabar sayang?." ucap Tania
"terimakasih ma, kabar ku sangat baik, bagaimana dengan mama?." tanya Adinda
"mama juga baik, kamu harus ceritakan pada mama hal hal buruk apa lagi yang Satria lakukan padamu." kata Tania
"hahaha tidak ada ma, mas Satria sudah tidak pernah mengecewakan ku lagi, aku senang sekali mama datang, tapi dimana papa?." ucap Adinda
"maaf ya nak, papa tidak bisa datang, masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan, tapi papa menitipkan hadiah ini untukmu." kata Tania
"benarkah?." dengan sangat senang Adinda pun langsung membuka kotak hadiah itu, dan ternyata isinya adalah jam tangan yang dilapisi dengan berlian.
"mas?!! lihat! bagus sekali." kata Adinda menunjukan kepada suaminya
"iya sayang, sangat bagus." jawab Satria tersenyum
__ADS_1
"aku akan menghubungi papa setelah acara ini, untuk mengucapkan terimakasih karena memberikanku hadiah yang sangat indah." ucap Adinda di anggukan oleh Tania
beberapa saat kemudian setelah semuanya sudah asik menikmati hidangan pesta, tiba-tiba saja seorang wanita datang dengan mengenakan dress selutut dan high heels yang lumayan tinggi, wanita itu menghampiri Adinda dan Satria
"malam." ucap wanita itu, saat Adinda dan Satria menoleh ke sumber suara tersebut keduanya pun kini saling terkejut
"Sheira?!." kata Satria
"m-mau apa lagi kamu datang kemari?." ucap Adinda gugup
"maaf kalau kehadiranku disini mengejutkan kalian, tapi aku datang kemari karena ingin mengucapkan selamat ulang tahun untukmu Adinda." ucap Sheira ingin menjabat tangan Adinda namun Adinda masih belum bisa mengangkat tangan nya
"siapa yang meminta kau datang kemari?." tanya Satria
"aku menghadiri pesta ini atas permintaan Adi Kusuma." kata Sheira membuat Satria tambah terkejut
"Adi?!." tanya Satria, lalu Adi Kusuma tersebut datang dan menemui Satria juga istrinya
"wah wah, kalian sudah saling mengenal rupanya." kata Adi Kusuma
"hei, dia ini siapa mu?." tanya Satria bingung
"perkenalkan dia adalah istriku, kami menikah sekitar satu tahun yang lalu." ucap Adi
"ya, aku mengajaknya menikah di negaraku, awalnya sih papa tidak setuju tetapi mama memaksa nya untuk merestui kami, lalu kami pindah ke kota S dan karena itu aku bisa datang kemari dengan istriku." ucap Adi
"tidak ku sangka ternyata dunia ini sempit sekali hahaha." ucap Satria tertawa lalu saling menepuk bahu dengan teman lamanya itu
"sayang, kenapa kau diam saja?." tanya Satria khawatir
"tidak, aku izin ke dalam dulu." ucap Adinda berlalu pergi dengan wajah sedikit muram, lalu Satria berusaha mengejarnya
dikamar,
"sayang? kamu kenapa?." tanya Satria
"tidak mas, aku baik-baik saja." jawab Adinda, tetapi Satria yakin kalau istrinya sedang tidak baik baik saja
"mas tau kamu gelisah kan? cerita sama mas, apa yang kamu pikirkan saat ini?." kata Satria lembut, kemudian Adinda memeluk suami tercintanya itu dan berkata
"aku mohon ya mas sama kamu, tolong jangan pernah jatuh hati lagi dengan wanita yang kita temui barusan." ucap Adinda
"cantiknya mas, cintanya mas, sudah ya jangan berpikir seperti itu, mas kan sudah janji sama kamu, mas tidak akan ulangi hal itu lagi." kata Satria mengusap wajah cantik istrinya
"tapi aku takut mas, aku ga mau kehilangan kamu." kata Adinda
__ADS_1
"ayo kembali ke depan, ini kan pestamu, masa kamu bersedih di kamar." ucap Satria mengajak istrinya keluar lagi
"Adinda, kelihatan nya kamu tidak begitu senang dengan keberadaan ku disini." kata Sheira mendekati Adinda
"tidak, bukan begitu, aku senang kamu datang." jawab Adinda canggung
"jangan khawatir, aku berjanji tak akan merusak kebahagiaan mu seperti dulu, sebab sekarang aku memiliki cinta untuk suamiku." kata Sheira berusaha meyakinkan Adinda
"terimakasih Sheira, semoga ucapan mu benar adanya." balas Adinda tersenyum getir
,,,
dihalaman depan terlihat seorang pria menaiki mobil mewahnya dan berusaha memarkirkan mobil tersebut.
"malam tuan, boleh saya lihat undangan nya?." tanya pelayan pesta
"ini, silahkan anda cek atau bahkan baca sampai esok." jawab pria itu, kemudian ia bergegas masuk ke dalam pesta dan langsung menemui Adinda
"Adinda..." sebut pria itu lagi, lalu Adinda pun menoleh dan tercengang
"kamu?! kenapa kamu ada disini?." tanya Adinda
"aku kemari untuk mewakili temanku yang mendadak tak bisa datang, selamat ulang tahun ya, ini hadiah untuk mu." kata pria tersebut, dia adalah Bryan.
"kau?!!!!." kata Satria yang baru saja datang dan mendadak kesal melihat keberadaan Bryan
"kenapa kau bisa ada di pesta ini?!!! aku bahkan tidak mengundangmu sekalipun!." ucap Satria mengepalkan tangan
"sepertinya aku tak perlu menjelaskan nya dua kali." kata Bryan, lalu tangan Satria sudah hampir melayang ke wajah Bryan, tetapi tertahan oleh Adinda
"mas, jangan pukul dia, itu akan membahayakan nama baikmu, selagi dia tidak berbuat macam-macam biarkan saja, lagi pula dia hanya menggantikan teman nya yang tak bisa datang." kata Adinda
"kamu lupa?! dia adalah laki laki bajingan yang pernah datang dan memaksamu untuk berciuman dengan nya!." kata Satria emosi
"aku tidak lupa, hanya saja aku tidak mau ada kekacauan di...." belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Satria sudah lebih dulu pergi
"mas?!! mas Satria?!." teriak Adinda berlari-lari mengejar suaminya yang marah, Satria menuju ruang kerja dan berusaha menutup pintu tersebut sebelum sang istri masuk, namun kenyataan nya tangan Adinda sudah lebih dulu menempel dipinggiran sana, dan saat Satria membanting pintu itu tiba-tiba saja tangan istrinya terjepit
"aaaghhhh!!!." teriak Adinda kesakitan, mendengar teriakan itu Satria kembali membuka pintu dan melihat tangan istrinya
"Dinda?!! tanganmu terjepit?!." kata Satria melumut jari-jari itu, tak disangka air mata istrinya mengalir karena rasa sakit pada jarinya sungguh-sungguh luar biasa
"maafin mas Dinda." kata Satria panik lalu mengobatinya
"sakit sekali mas." kata Adinda
__ADS_1